Berita

Dinkes Papua Tengah Gelar OJT Program AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Deiyai

DEIYAI, TOMEI.ID | Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah menggelar On the Job Training (OJT) Program AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) di Kabupaten Deiyai, Rabu (5/8/2026), sebagai upaya memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam meningkatkan deteksi dini, penanganan pasien, serta pengendalian tiga penyakit menular prioritas di Papua Tengah.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) itu diikuti pengelola program AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai bersama tenaga kesehatan dari seluruh Puskesmas. OJT difokuskan pada penguatan kompetensi petugas dalam penemuan kasus, tata laksana pasien, surveilans, pencatatan dan pelaporan, serta pendampingan program di fasilitas pelayanan kesehatan.

BACA JUGA: Wujudkan Visi-Misi Gubernur, Dinkes Papua Tengah Perkuat Kapasitas Nakes melalui OJT Pengendalian Penyakit Menular di Deiyai

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan dan memperkuat pelayanan kesehatan dasar. Program ini juga mendukung visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera melalui pemerataan akses serta peningkatan mutu layanan kesehatan hingga distrik dan kampung.

Mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Isak Waine, mengatakan OJT merupakan pembinaan teknis berkelanjutan guna memperkuat kualitas pelayanan program penyakit menular di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurut Isak, keberhasilan pengendalian HIV, Tuberkulosis, dan Malaria sangat bergantung pada kemampuan tenaga kesehatan dalam menemukan kasus secara aktif, memberikan pengobatan sesuai standar, mendampingi pasien hingga tuntas, serta menghasilkan pencatatan dan pelaporan yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan kesehatan.

Ia menegaskan Kabupaten Deiyai menjadi salah satu daerah prioritas percepatan eliminasi malaria di Papua Tengah. Karena itu, penguatan surveilans, peningkatan kualitas pemeriksaan laboratorium, investigasi kasus, pengobatan sesuai pedoman nasional, pengendalian vektor, serta keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting untuk mencapai target eliminasi.

Selain malaria, peserta OJT juga didorong memperkuat layanan HIV melalui peningkatan cakupan skrining, perluasan akses tes HIV, peningkatan kepatuhan terapi antiretroviral (ARV), serta pengurangan stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Sementara pada Program Tuberkulosis, peserta diarahkan meningkatkan penemuan kasus, investigasi kontak, keberhasilan pengobatan, serta memperkuat kolaborasi layanan TB-HIV.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah atas pelaksanaan pembinaan teknis tersebut. Menurutnya, pendampingan langsung di daerah sangat penting untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya di tingkat Puskesmas.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah yang telah memfasilitasi kegiatan OJT ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memperkuat pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan di Kabupaten Deiyai, khususnya pengelola program AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di seluruh Puskesmas. Kami berharap pembinaan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui OJT ini, Dinkes Papua Tengah menargetkan tenaga kesehatan mampu mengimplementasikan hasil pelatihan di wilayah kerjanya masing-masing guna mempercepat pengendalian HIV, Tuberkulosis, dan Malaria, termasuk mendukung percepatan eliminasi malaria di Kabupaten Deiyai.

Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan primer, memperkuat sistem kesehatan daerah, serta memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan bagi masyarakat.[*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

DPD KP2IT Papua Barat, Pilatus Lagowan Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur atas Bantuan untuk Mahasiswa Yahukimo

MANOKWARI, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KP2IT Provinsi Papua Barat menyampaikan terima kasih dan…

4 jam ago

Kepala K2BPT Apner Itlay Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Papua Barat

MANOKWARI, TOMEI.ID | Kepala Kerukunan Keluarga Besar Pegunungan Tengah (K2BPT) Provinsi Papua Barat, Apner Itlay,…

4 jam ago

Empat Hari di Gereja GIDI Misia, Mahasiswa Yahukimo Bongkar Posko dan Kembali ke Kontrakan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Setelah empat hari bertahan di lingkungan Gereja GIDI Misia, Amban, Manokwari, mahasiswa…

4 jam ago

Gubernur Papua Barat Tangani Krisis Hunian Mahasiswa Yahukimo, Pembina Dorong Asrama Permanen

MANOKWARI, TOMEI.ID | Persoalan tempat tinggal yang dialami lebih dari 100 mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo…

5 jam ago

Pdt. Menaser Labene Klarifikasi Pemberian Dua Anggota Polres Puncak: Amplop Berisi Rp100 Ribu dan Bingkisan Sembako

ILAGA, TOMEI.ID | Hamba Tuhan Pdt. Menaser Labene memberikan klarifikasi terkait kedatangan dua anggota Polres…

5 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Papua Tengah 8 Persen, OPD Diminta Percepat Kerja Nyata

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong percepatan kerja seluruh perangkat daerah untuk…

6 jam ago