Berita

Disdikbud Papua Tengah Dorong Pemerataan Akses Belajar Lewat SSH di 3 Kabupaten

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Rapat Koordinasi Rencana Implementasi Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di L Price Jalan Yos Sudarso Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Kamis (31/7/2025).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemerataan akses pendidikan dasar yang berkualitas di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Fasilitas Pendidikan, Yulianus Kuayo, mengatakan bahwa Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) merupakan perwujudan langsung dari visi Gubernur Papua Tengah, Meki FNawipa, untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, adil, dan ramah anak, terutama bagi anak-anak asli Papua di wilayah yang selama ini kurang tersentuh layanan pendidikan.

“Kami diskusikan agar tidak terjadi perbedaan konsep saat program berjalan. Semua harus sepakat dulu, dari sisi durasi belajar, pendekatan pembelajaran, hingga dukungan terhadap anak-anak Papua yang berada di wilayah 3T,” ujar Yulianus Kuayo.

Menurutnya, program ini akan dimulai di tiga kabupaten, yakni Mimika (di wilayah Kokonao), Nabire, dan Paniai, dengan target sekolah yang selama ini belum mendapat layanan pendidikan secara optimal dan memiliki jumlah siswa asli Papua yang signifikan.

Setiap kabupaten diminta mengusulkan sekolah yang memenuhi kriteria tersebut. Pemerintah provinsi kemudian akan memilih satu atau dua sekolah dari tiap kabupaten untuk dijadikan model pelaksanaan SSH tahun pertama.

“Kami berharap dari pelaksanaan awal ini, program SSH bisa menjadi solusi terhadap berbagai persoalan pendidikan dasar, termasuk angka putus sekolah, ketimpangan akses, dan mutu pembelajaran,” lanjut Yulius.

Pelaksanaan SSH juga akan ditunjang dengan data pendukung, seperti data anak usia sekolah yang belum masuk satuan pendidikan formal, anak-anak yang putus sekolah, serta lulusan SD yang tidak melanjutkan ke SMP.

Melalui program ini, Papua Tengah menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang lebih merata, humanis, dan memberdayakan, khususnya bagi generasi muda asli Papua di wilayah 3T. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

IMPT Cup 2026 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Kaderisasi dan Seleksi Tim

MANOKWARI, TOMEI.ID | Turnamen Persahabatan IMPT Cup 2026 resmi dibuka di Lapangan IMPT Paptu Cris…

7 jam ago

BERITA FOTO: Sidak Puspem, Deinas Geley Pastikan Pembangunan Dikebut hingga Akhir Tahun

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, bersama jajaran pemerintah daerah meninjau langsung…

7 jam ago

Sidak Puspem, Deinas Geley Tegaskan Pembangunan Tiga Tower Tuntas 31 Desember

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan pembangunan tiga tower rumah ASN…

8 jam ago

Victor Fun: Ibu Rumah Tangga Perlu Diperkuat untuk Bangun Ekonomi Keluarga

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, mendorong peningkatan kapasitas ibu rumah tangga dan…

8 jam ago

Kepala Suku Besar SIMPAPITOWA Tutup Layanan Penyelesaian Adat di Jayanti

NABIRE, TOMEI.ID | Kepala Suku Besar SIMPAPITOWA Tota Mapia, Fabianus Tebai, secara resmi menghentikan layanan…

12 jam ago

Kontrakan Mahasiswa Puncak Jaya di Bandung Belum Lunas, IPMAPUJA Desak Pemda Segera Menyelesaikan

BANDUNG, TOMEI.ID | Persoalan pembayaran kontrakan mahasiswa asal Kabupaten Puncak Jaya di Kota Bandung, Jawa…

13 jam ago