Berita

Disiplin ASN Jadi Kunci TPP, Pemprov Papua Tengah Tekankan Kinerja Terukur

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan perubahan mendasar dalam kebijakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang kini diarahkan lebih tegas berbasis kinerja nyata dan terukur guna memperkuat disiplin, akuntabilitas, serta efektivitas kerja aparatur pemerintahan daerah.

Insentif bukan lagi hak rutin, melainkan imbalan atas kinerja nyata yang terukur. Ini adalah langkah strategis untuk mendisiplinkan aparatur sekaligus menjamin efektivitas program prioritas daerah.

Penjabat Gubernur Papua Tengah, Silwanus Sumule, menyampaikan bahwa capaian kinerja ASN pada triwulan pertama 2026 menjadi dasar pencairan TPP yang telah dilakukan sebelumnya, sekaligus peringatan keras bagi aparatur yang gagal memenuhi target

“Kami menyampaikan terima kasih atas kinerja Januari hingga Maret. Bukti kerja itu sudah kami bayarkan melalui TPP bulan lalu,” ujarnya saat apel gabungan di Halaman Kantor Gubernur, Senin (20/4/2026).

Namun demikian, pemerintah kini mempertegas arah kebijakan bahwa TPP hanya diberikan kepada ASN yang mampu menunjukkan hasil kerja yang jelas dan terukur, bukan sekadar kehadiran administratif yang selama ini masih menjadi tolok ukur utama.

Pj Sekretaris Daerah Papua Tengah menegaskan bahwa TPP merupakan bentuk penghargaan atas kinerja, bukan hak otomatis yang diterima tanpa indikator yang jelas serta tanpa adanya evaluasi kinerja yang objektif dan berkelanjutan.

“TPP bukan sekadar hak, tetapi reward atas kinerja nyata. Ini yang kami tegaskan dalam sistem kerja pemerintahan,” katanya.

Ia menekankan bahwa tata kelola pemerintahan harus didasarkan pada bukti kerja yang konkret, bukan sekadar komitmen verbal tanpa realisasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun publik.

“Pemerintahan harus berjalan dengan bukti, bukan hanya kata-kata. Kinerja harus dapat diukur dan dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Pemprov juga memberikan apresiasi kepada pejabat eselon III dan IV yang dinilai mampu menunjukkan kapasitas kerja melalui penyelesaian dokumen-dokumen penting sebagai indikator kinerja awal yang mencerminkan profesionalisme, tanggung jawab, serta komitmen terhadap target organisasi.

Usai apel, Sekda menggelar pertemuan bersama kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyusun indikator kinerja yang akan menjadi dasar pembayaran TPP bulan Maret, yang direncanakan cair pada Mei 2026 dengan sistem penilaian yang lebih ketat, objektif, dan terukur.

Langkah ini menandai pergeseran serius menuju birokrasi berbasis kinerja di Papua Tengah, dengan menempatkan disiplin, produktivitas, dan akuntabilitas sebagai tolok ukur utama dalam pemberian insentif ASN guna mendorong reformasi birokrasi yang lebih efektif dan transparan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Berdiri dengan Satu Kaki, Deki Degei Menopang Mimpi yang Tak Pernah Pincang

NABIRE, TOMEI.ID | Di tengah khidmatnya upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, perhatian ratusan…

23 menit ago

Hardiknas 2026 di Nabire, Gubernur Meki Nawipa Tegaskan Pendidikan Inklusif Jadi Prioritas Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah resmi menetapkan pendidikan inklusif sebagai pilar utama…

44 menit ago

Mahasiswa Papua di Jayapura Soroti 1 Mei 1963, Angkat Isu Sejarah, HAM, dan Hak Penentuan Nasib Sendiri

JAYAPURA, TOMEI.ID | Mahasiswa Papua yang tergabung dalam Asrama Yame-Owaa Kabupaten Paniai di Kota Studi…

14 jam ago

Ratusan Massa Ikuti Mimbar Bebas 1 Mei di Manokwari, KNPB Mnukwar Soroti HAM dan Situasi Papua

MANOKWARI, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Mnukwar bersama mahasiswa dan elemen masyarakat…

15 jam ago

KNPB Balim–Wamena Gelar Diskusi Peringatan 1 Mei, Angkat Isu Kemanusiaan di Papua

WAMENA, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Balim–Wamena menggelar diskusi mimbar bebas dalam…

15 jam ago

KOMPASS Soroti 1 Mei 1963, Nilai Proses Integrasi Papua Belum Cerminkan Kedaulatan Rakyat

SUMUT, TOMEI.ID | Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS) menyampaikan pernyataan sikap dalam momentum peringatan 1…

15 jam ago