DOGIYAI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan dukungan politik masyarakat Kabupaten Dogiyai tidak akan dibalas dengan uang, tetapi melalui pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
BACA JUGA: Gubernur Meki Nawipa: Jangan Miras dan Makan Pinang di Tempat Sakral, Jaga Warisan Leluhur Meeuwo
Penegasan tersebut disampaikan Meki saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Asrama SMP YPPK Santo Fransiskus Asisi Mapia di Kampung Diyoudimi (Oma Kapau), Kabupaten Dogiyai, Senin (7/9/2026).
Di hadapan masyarakat, Meki menyampaikan terima kasih atas dukungan politik masyarakat Mapia dan Dogiyai. Ia menyebut Mapia memberikan sekitar 30.000 suara, sedangkan secara keseluruhan Kabupaten Dogiyai mencapai sekitar 67.000 suara.
“Mapia kasih saya 30.000 suara 100 persen di seluruh lini dan gabungan dari Dogiyai 67.000 suara. Suara ini saya tidak kasih uang, tapi saya kasih pembangunan semua,” tegas Meki.
Meki menegaskan, dukungan suara tersebut merupakan amanah masyarakat yang harus dijawab melalui kerja pemerintahan dan pembangunan nyata, bukan dengan pembagian uang.
Menurutnya, pembangunan menjadi bentuk pertanggungjawaban pemerintah terhadap kepercayaan yang diberikan masyarakat melalui pemilihan kepala daerah.
Bagi Meki, dukungan politik masyarakat harus menjadi dasar untuk memperkuat pelayanan dan pembangunan daerah. Karena itu, ia meminta masyarakat melihat hasil kerja pemerintah dari program yang menyentuh kebutuhan dasar, bukan semata-mata dari pemberian uang.
Meki Nawipa: Politik Selesai, Saatnya Bangun Dogiyai
Meki juga menegaskan bahwa kontestasi politik telah berakhir. Setelah pemilihan selesai, seluruh pemimpin daerah harus meninggalkan kepentingan politik praktis dan bekerja bersama untuk kepentingan masyarakat.
“Politik sudah selesai. Yang hari ini bupati dan wakil bupati, gubernur, kita sama-sama membangun negeri ini,” ujarnya.
Menurut Meki, pembangunan Dogiyai membutuhkan hubungan kerja yang kuat antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Dogiyai. Ia menyebut kunjungan kerja tersebut dilakukan setelah adanya koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Saya bisa datang ke sini karena Pak Bupati setuju. Kalau Pak Bupati tidak setuju tidak mungkin saya datang ke sini,” kata Meki.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa agenda pembangunan di Dogiyai, menurut Meki, harus dijalankan melalui koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten agar program yang dilaksanakan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Meki menegaskan orientasi pemerintahannya adalah bekerja untuk kepentingan rakyat dan mempercepat pembangunan daerah.
“Kita akan kerja. Kita akan kerja hanya untuk rakyat, hanya untuk pembangunan, hanya untuk bagaimana supaya negeri ini maju,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat Dogiyai menjaga persatuan dan memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjalankan program pembangunan yang telah direncanakan.
Pembangunan Pendidikan Jadi Bukti Kerja
Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Asrama SMP YPPK Santo Fransiskus Mapia menjadi salah satu agenda utama kunjungan kerja Meki di Dogiyai. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap penguatan fasilitas pendidikan di wilayah Mapia.
Meki berharap pembangunan asrama tidak berhenti pada penyediaan bangunan fisik, tetapi mampu menciptakan lingkungan yang mendukung proses belajar, pembinaan karakter, dan persiapan masa depan anak-anak Papua.
Komitmen tersebut sejalan dengan penegasan Meki dalam kunjungan Dogiyai bahwa pemerintah tidak ingin sekadar membagi uang, tetapi mengarahkan dukungan kepada pembangunan jalan, sekolah, fasilitas publik, serta program yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Karena itu, dukungan masyarakat Dogiyai yang diberikan melalui suara politik, kata Meki, harus dijawab dengan kerja pemerintahan yang nyata dan dapat diukur melalui perubahan kondisi masyarakat.
Meki kemudian menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Dogiyai atas kepercayaan yang diberikan serta mengajak seluruh pihak menjaga persatuan untuk mempercepat pembangunan daerah.
“Terima kasih. Tuhan memberkati Mapia, Tuhan memberkati negeri ini,” tutup Meki. [*].











