WAMENA, TOMEI.ID | Dugaan pengabaian hak tenaga kesehatan kembali mencuat di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan. Dokter spesialis asal Lanny Jaya yang tengah menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Milka Kogoya, melontarkan kritik terbuka terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lanny Jaya setelah mengaku hak-haknya sebagai aparatur sipil negara (ASN) hilang tanpa kejelasan.
Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Minggu (28/6), dr. Milka mengaku selama bertugas di Puskesmas Tiom ia memilih diam meski hak-haknya perlahan hilang. Menurutnya, sikap tersebut diambil demi menjaga etika dan nama baik daerah.
“Selama saya mengabdi sebagai ASN di Puskesmas Tiom, banyak hak yang perlahan hilang tanpa kejelasan. SAYA MEMILIH DIAM,” tulisnya.
Ia juga mengungkapkan ibunya yang telah bertahun-tahun mengabdi sebagai tenaga kesehatan di Kabupaten Lanny Jaya mengalami pencabutan hak dan jabatan saat sedang sakit tanpa pemberitahuan maupun penghormatan yang layak.
“Ketika ibu kandung saya, yang telah mengabdikan diri bertahun-tahun di Kabupaten Lanny Jaya sebagai tenaga kesehatan, bahkan saat sedang sakit hak dan jabatannya dicabut tanpa pemberitahuan maupun penghormatan yang layak dari Dinas Kesehatan, SAYA TETAP MEMILIH DIAM,” ungkapnya.
Dr. Milka menegaskan perjuangannya menempuh pendidikan dokter spesialis bukan untuk mengejar gelar, melainkan mempersiapkan diri kembali mengabdi di tanah kelahirannya yang masih kekurangan dokter spesialis.
“Kami memperjuangkan kompetensi ini agar suatu hari nanti masyarakat kami tidak lagi kekurangan tenaga dokter spesialis,” jelasnya.
Namun, setelah berbulan-bulan memilih diam, ia mengaku tidak lagi melihat adanya perhatian maupun penyelesaian dari pemerintah daerah.
“Berbulan-bulan KAMI MEMILIH DIAM. Kami menjaga etika, menjaga nama baik daerah, dan tetap berharap ada perhatian serta tindak lanjut. Namun hingga hari ini, yang kami rasakan justru seperti anak ayam yang kehilangan induknya,” tulisnya.
Karena itu, dr. Milka menyatakan tidak dapat lagi menahan diri untuk menyampaikan persoalan tersebut ke ruang publik.
“Maaf, kali ini kami tidak bisa terus diam,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan ucapan perpisahan kepada Kabupaten Lanny Jaya dan mengisyaratkan akan melanjutkan pengabdian sebagai masyarakat Kabupaten Yalimo.
“Terima kasih, Kabupaten Lanny Jaya. Kami pernah mengabdi dengan segenap hati. Semoga suatu hari nanti daerah ini benar-benar menjadi rumah yang menghargai setiap putra-putri yang berjuang untuk kembali membangun tanah kelahirannya. Selamat tinggal Lanny Jaya. Sekarang tonk jadi masyarakat Kab Yalimo,” pungkasnya.
Pernyataan dr. Milka menjadi sorotan karena muncul di tengah kebutuhan mendesak akan tenaga dokter spesialis di wilayah pegunungan Papua. Keluhan tersebut juga menyoroti pentingnya perlindungan hak ASN tenaga kesehatan sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan di daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Lanny Jaya belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan dr. Milka Kogoya. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan. [*].
NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyoroti rendahnya realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah…
DEKAI, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim operasi aparat TNI-Polri di Kompleks Braza,…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Pengurus Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Pegunungan Bintang (IMPPETANG) Se-Indonesia periode 2026–2027 resmi…
KARUBAGA, TOMEI.ID | Intelektual muda Papua, Dr. Yosua Noak Douw, S.Sos, M.Si, MA, menerbitkan buku…
WAMENA, TOMEI.ID | Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan mulai menjual beras murah bagi masyarakat, Kamis…
MANOKWARI, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) Manokwari melepas 29 wisudawan/i Universitas Papua (UNIPA)…