Berita

DPD RI Tegaskan Komitmen Dana Otsus, Gubernur Papua Selatan: Papua Tidak Boleh Semakin Tertinggal

MERAUKE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menegaskan bahwa harapan Papua untuk mengejar ketertinggalan pembangunan tetap terbuka lebar setelah Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) memperjuangkan agar dana otonomi khusus (Otsus) tidak dipangkas oleh pemerintah pusat.

Menurutnya, Dana otonomi khusus (Otsus) kembali menjadi harapan besar masyarakat Papua untuk mengejar ketertinggalan pembangunan.

Dalam pertemuan bersama Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD RI di Kantor Gubernur Papua Selatan, Sabtu (13/9/2025) malam, Apolo menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah DPD RI yang memperjuangkan agar dana Otsus tidak dipangkas oleh pemerintah pusat.

“Dana Otsus diperuntukkan bagi percepatan pembangunan di Papua. Kalau pemerintah pusat memotong dana itu, maka Papua akan semakin tertinggal. Karena itu, kami sangat berterima kasih kepada DPD RI yang sudah memperjuangkan hal ini,” ujar Apolo.

Ia mengingatkan, pembangunan di Papua baru dimulai pada tahun 1961, jauh tertinggal dibandingkan Aceh dan Ambon yang lebih dulu bergerak pasca-kemerdekaan. Menurutnya, kondisi wilayah pegunungan yang masih serba terbatas menjadikan keberlanjutan dana Otsus sangat vital.

Papua Selatan sendiri hanya memiliki APBD sekitar Rp1,3 triliun per tahun, jumlah yang dinilai sangat terbatas untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar. Karena itu, dana Otsus disebut Apolo sebagai penopang utama pembangunan di provinsi termuda di Indonesia bagian timur itu.

Apolo menegaskan, pemerintah daerah akan mengelola dana tersebut secara transparan dan tepat sasaran agar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi rakyat.

“Di sisi lain, anggota PURT DPD RI yang hadir dalam pertemuan itu memastikan komitmen lembaganya untuk terus memperjuangkan dana Otsus,” terangnya.

Menurut mereka, kebijakan afirmatif ini bukan sekadar soal transfer anggaran, tetapi bagian dari tanggung jawab negara untuk menjawab ketimpangan pembangunan Papua dengan daerah lain. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Gubernur Meki Nawipa Siapkan Rp6 Miliar untuk Gereja Hitadipa, Jalan dan Listrik Jadi Prioritas

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menyampaikan sejumlah komitmen pembangunan untuk Distrik…

55 menit ago

Mesak Magai: Pengangkatan PPPK Nabire Tunggu Kepastian Pemerintah Pusat

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, masih menunggu kepastian pemerintah pusat m mengenai pengangkatan…

2 jam ago

Pemkab Nabire Tetapkan Status Taman Gizi sebagai Aset Daerah Usai Mediasi

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, menetapkan status Taman Gizi sebagai aset daerah setelah…

3 jam ago

BEM UNIPA Periode 2024–2026 Demisioner, Yenusson Ungkap Tiga Capaian Kepengurusan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Papua (UNIPA) periode 2024–2026 resmi dinyatakan demisioner…

4 jam ago

Ledakan Siswa SD YPPK Bilogai Tembus 600 Anak, Pastor Yance: SSH Berhasil, Tapi Kami Kekurangan Gedung

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di Kabupaten Intan Jaya terbukti berhasil…

15 jam ago

Panah Papua Soroti Hutan di PSN GOKPL, Kehutanan Minta Data Koordinat untuk Verifikasi

MANOKWARI, TOMEI.ID | Perkumpulan Panah Papua menyoroti dugaan dampak pembukaan kawasan hutan dalam kegiatan Proyek…

1 hari ago