Berita

DPR Papua Pegunungan Tegaskan Kerusakan Kantor Tanggung Jawab Pemerintah, Aset Warga Segera Dicarikan Solusi

WAMENA, TOMEI.ID | Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Pegunungan menegaskan kerusakan gedung DPR Papua Pegunungan akibat aksi demonstrasi menjadi tanggung jawab pemerintah sebagai pemilik aset negara. Sementara kerusakan yang menimpa harta benda milik warga disebut sedang didata untuk segera dicarikan solusi penyelesaian secara adil dan terukur.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPR Papua Pegunungan, Yos Elepore, sebagai respons atas dampak kerusakan pasca aksi demonstrasi yang terjadi di Wamena, Rabu (29/4/2026).

Menurut Yos, gedung DPR merupakan fasilitas publik yang dibangun menggunakan anggaran negara, sehingga penanganan dan pemulihannya menjadi kewajiban pemerintah, bukan dibebankan kepada masyarakat maupun koordinator lapangan aksi.

“Kerusakan di kantor itu memang kantornya rakyat, tetapi secara aset merupakan milik pemerintah. Karena itu, kami tidak bisa meminta masyarakat atau koordinator lapangan untuk mempertanggungjawabkan,” tegas Yos kepada wartawan.

Ia menilai pemerintah daerah harus bergerak cepat mengambil langkah nyata agar pelayanan lembaga legislatif dapat kembali berjalan normal dan aktivitas pemerintahan tidak terganggu lebih lama.

“Untuk soal kantor, itu aset pemerintah dan aset rakyat. Jadi tanggung jawab pemerintah yang harus segera diselesaikan,” ujarnya kembali.

Di sisi lain, DPR Papua Pegunungan menyoroti kerusakan di luar kompleks kantor, seperti kendaraan, kios usaha, serta kafe milik masyarakat. Menurutnya, persoalan tersebut berbeda karena menyangkut sumber penghidupan warga yang terdampak langsung.

“Ada kendaraan dan kafe yang rusak, itu milik usaha masyarakat, bukan aset pemerintah. Ini yang perlu kami DPR bersama pihak eksekutif duduk bersama untuk mencari solusi penyelesaiannya,” jelasnya.

Yos menegaskan DPR tidak ingin kerugian masyarakat dibiarkan berlarut-larut. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah akan segera dilakukan agar warga terdampak memperoleh kepastian penanganan.

Saat ini, proses pendataan seluruh kerusakan dan kerugian masih terus berlangsung sebagai dasar penetapan kebijakan lanjutan, termasuk bentuk bantuan maupun langkah pemulihan ekonomi warga.

“Korban kerusakan yang terjadi saat ini sedang didata. Setelah data lengkap, kami akan bahas bersama pihak eksekutif untuk menentukan langkah penyelesaian,” tutup Yos.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi DPR Papua Pegunungan bahwa negara wajib bertanggung jawab atas aset publik, sekaligus memastikan masyarakat korban kerusakan tidak ditinggalkan tanpa solusi nyata. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Gedung Belum Diperbarui, SD Inpres Balingga Desak Pemkab Lanny Jaya Buka Akses Jalan

LANNY JAYA, TOMEI.ID | Di tengah keterbatasan infrastruktur pendidikan yang masih membelenggu, SD Inpres Balingga…

1 jam ago

Dinkop UKM Dogiyai Perkuat Ekonomi Kampung, Minimarket dan Bantuan Kios OAP Digenjot

DOGIYAI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai, melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah…

1 jam ago

Besok, Meki Nawipa akan Kunjungi Puncak Bawa Misi Pembangunan

PUNCAK, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, bersama Anggota Komisi II DPR RI, Forkopimda…

12 jam ago

Meki Nawipa Dorong Kadin Papua Tengah Gerakkan Ekonomi Lokal, Kurangi Ketergantungan Pertambangan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi…

1 hari ago

Belanja Perubahan APBD Papua Tengah Naik Rp1,27 Triliun, Gubernur Meki Tekankan Akuntabilitas

NABIRE, TOMEI.ID | Belanja daerah dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Papua Tengah Tahun…

1 hari ago

7 Tahun Peristiwa Expo Waena, FIM-WP Manokwari Gelar Diskusi dan Seribu Lilin Kenang Ason Mujizau

MANOKWARI, TOMEI.ID | Komite Pimpinan Kota (KPK) Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIM-WP) Manokwari, Papua…

1 hari ago