Berita

Evaluasi Program Kesehatan 2025: Dinkes Papua Tengah dan UNICEF Identifikasi Strategi Perbaikan Layanan

NABIRE, TOMEI.ID | Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Papua Tengah bersama UNICEF, DoctorSHARE, dan Gapai Harapan Papua, menggelar evaluasi pelaksanaan Swakelola Tipe 3 Tahun Anggaran 2025.

Evaluasi ini mencakup program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Imunisasi, Malaria, dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), bertempat di Guest House Nabire, Papua Tengah, Selasa (9/12/2025).

Plt. Kepala Dinas Kesehatan P2KB Papua Tengah, dr. Agus, menegaskan pentingnya upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan P2KB Papua Tengah, dr. Agus.

Dijelaskan bahwa program KIA dilaksanakan melalui audit ibu, imunisasi sebagai pencegah penyakit, serta pengendalian malaria dan perbaikan sanitasi sebagai langkah strategis menekan angka kesakitan di wilayah tersebut.

“Untuk skema swakelola tipe 3 ini, kami bekerja sama dengan UNICEF sebagai perpanjangan tangan pemerintah. Melalui UNICEF, terdapat mitra pelaksana di lapangan, yakni DoctorSHARE dan Gapai Harapan Papua,” ujar dr. Agus.

Mitra pelaksana bertugas melakukan pendampingan teknis, memperkuat layanan kesehatan di sekolah dan komunitas, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, serta mendorong advokasi kebijakan di tingkat kabupaten. Saat ini intervensi terfokus pada tiga kabupaten: Nabire, Mimika, dan Paniai.

“Kita berkumpul hari ini untuk melihat praktik baik yang sudah dikerjakan. Dari sini kita berdiskusi, berbagi pembelajaran, dan mendorong agar pengalaman yang berhasil bisa direplikasi dan diterima di delapan kabupaten lain di Papua Tengah,” jelas Kepala Dinas.

Evaluasi ini ditekankan bukan sekadar agenda provinsi, melainkan bagian dari upaya membangun sistem pelayanan kesehatan yang berkelanjutan dengan mengedepankan kolaborasi bersama mitra.

Menjelang penutupan, dr. Agus menegaskan harapannya agar evaluasi ini melahirkan tindak lanjut yang nyata dan memperkuat komitmen semua pemangku kepentingan dalam perbaikan layanan kesehatan.

“Kami berharap kegiatan ini menghasilkan strategi perbaikan pelayanan ke depan, rencana tindak lanjut, dan kolaborasi yang semakin kuat demi kesehatan masyarakat Papua Tengah,” tutupnya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

SK Mendagri Sudah Terbit, Wamendagri Desak 11 Anggota DPRP Papua Pegunungan Segera Dilantik

JAKARTA, TOMEI.ID | Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua…

13 jam ago

HUT ke-54 Pemuda Sinar Bintang Daud, Teguhkan Iman dan Regenerasi Menuju 100 Tahun

DOGIYAI, TOMEI.ID | Memasuki usia ke-54 tahun, Pemuda Kelompok Sinar Bintang Daud meneguhkan komitmen untuk…

13 jam ago

Klarifikasi, Nanci Tegaskan Tak Usir Wartawan dari RDP: Forum Disebut Bersifat Terbatas

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua DPRK Nabire, Nanci Karolin Worabay, menegaskan dirinya bukan pihak yang meminta…

13 jam ago

Solidaritas Merauke Desak PSN Papua Selatan Dihentikan Usai Pemerintah Janji Setop Deforestasi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Solidaritas Merauke mendesak pemerintah menghentikan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan dan…

19 jam ago

Diundang Meliput, Wartawan Malah Diusir dari RDP oleh DPRK Nabire, Ada Apa?

NABIRE, TOMEI.ID | Seorang wartawan Mitrapol.com, Stefatunus Tawas, diminta meninggalkan ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP)…

19 jam ago

LBH Papua Laporkan Dugaan Penganiayaan Ketua MPM Uncen oleh Anggota Polresta Jayapura ke Polda Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua) melaporkan dugaan penganiayaan terhadap Ketua Majelis…

20 jam ago