Berita

Felix Petege: Asrama Swadaya SIMAPITOWA Adalah Aset Tota Mapiha, Saya Bantu 50 Juta

NABIRE, TOMEI.ID | Tokoh intelektual muda asal Tota Mapia, Felix Petege, menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan Asrama Swadaya RPM SIMAPITOWA di Jayapura sebagai aset kolektif masyarakat Tota Mapia.

Dalam laga pembuka Turnamen SIMAPITOWA Cup ke-VII, Sabtu (2/8/2025), ia menyumbangkan dana sebesar Rp50 juta guna mempercepat penyelesaian pembangunan asrama tersebut.

“Asrama ini adalah aset daerah Tota Mapiha. Anak-anak kita luar biasa karena sudah berusaha menyiapkan tempat tinggal yang layak bagi anak cucu kita. Maka saya bantu lima puluh juta untuk mendukung pembangunan ini,” ujar Felix Petege, di Lapangan Merdeka, Kaladiri II, Nabire, Papua Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembukaan Turnamen SIMAPITOWA Cup ke VII yang digelar oleh pelajar dan mahasiswa asal Siriwo, Mapia, Piyaiye, Topo, dan Wanggar (SIMAPITOWA), Kota Studi Jayapura.

Felix Petege menekankan pentingnya solidaritas dan tanggung jawab kolektif untuk mewujudkan tempat tinggal yang layak bagi mahasiswa asal Tota Mapiha di tanah rantau. Ia mengajak seluruh tokoh masyarakat, pejabat daerah, dan masyarakat umum untuk ikut berkontribusi.

“Semakin banyak mahasiswa kita di Jayapura, tapi belum memiliki tempat tinggal yang layak. Maka ini menjadi tanggung jawab kita semua. Lebih cepat dibangun, lebih bagus,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar para pelajar dan mahasiswa dapat melakukan evaluasi terhadap progres pembangunan setelah kembali ke Jayapura, dan memperkuat koordinasi agar proses berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau Panitia Pembangunan Asrama tidak berjalan mulus, teman-teman harus evaluasi. Perlu kerja sama agar pembangunan benar-benar terwujud dan dipercaya semua pihak,” tambah Petege.

Turnamen SIMAPITOWA Cup ke-VII ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga menjadi ruang penguatan semangat kebersamaan, gotong-royong, dan kepedulian terhadap pendidikan anak-anak Papua di tanah rantau. Pembangunan asrama mahasiswa menjadi salah satu prioritas kolektif yang terus digaungkan melalui momentum-momentum seperti ini.

Kegiatan itu turut dihadiri oleh tokoh-tokoh adat, agama, pemuda, dan pejabat dari Kabupaten Nabire dan Dogiyai, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Nabire Viktor Tebai yang membuka secara resmi turnamen, serta Anggota MRP Papua Tengah Hendrikus Magai. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Meki Nawipa Minta OPD Integrasikan Data dan Program untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, meminta seluruh perangkat daerah dan pemerintah delapan…

5 jam ago

KLB Campak Manokwari, Pemkab Siapkan ORI 5–17 Oktober

MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten Manokwari memperkuat langkah penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dengan…

5 jam ago

Pemprov Papua Tengah Rekrut Petugas Lapangan, Percepat Verifikasi Data OAP di Delapan Kabupaten

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah akan merekrut petugas lapangan untuk mempercepat pendataan,…

6 jam ago

Kemendagri Apresiasi Kinerja Paniai Perkuat Akses dan Mutu Pendidikan

PANIAI, TOMEI.ID | Komitmen Pemerintah Kabupaten Paniai memperkuat akses dan kualitas pendidikan mendapat apresiasi dari…

6 jam ago

Deinas Geley Terima Penghargaan Terbaik I Program 3 Juta Rumah untuk Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menerima penghargaan Terbaik I Pemerintah Daerah…

6 jam ago

LBH GIDI Resmi Diluncurkan, Perkuat Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat Rentan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Gereja Injili di Indonesia (GIDI) resmi meluncurkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GIDI…

6 jam ago