Berita

FMPP Tuding Polisi Bubarkan Paksa Diskusi Publik di Wamena, Tiga Mahasiswa Sempat Diamankan

WAMENA, TOMEI.ID | Forum Mahasiswa Papua Pegunungan (FMPP) menuding aparat Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya membubarkan paksa rencana diskusi publik di Taman Kur Mabel, Wamena, Papua Pegunungan, Sabtu (4/7/2026). Insiden itu mengakibatkan tiga mahasiswa diamankan untuk diperiksa, sementara sejumlah peserta mengaku mengalami tindakan kekerasan.

Diskusi yang dijadwalkan dimulai pukul 12.00 WIT batal berlangsung. Menurut FMPP, aparat kepolisian datang sekitar pukul 11.45 WIT saat peserta mulai berkumpul, lalu membubarkan kegiatan sebelum diskusi dimulai.

Yulianus Kepno mengatakan aparat tidak membuka ruang dialog sebelum mengambil tindakan. Ia menyebut beberapa mahasiswa dipukul, sementara tiga orang dibawa ke Polres Jayawijaya untuk menjalani pemeriksaan.

“Kedatangan polisi pada waktu yang berdekatan, mereka melakukan pembubaran paksa dalam kami punya agenda yang kami sudah siapkan untuk diskusi hari ini,” ujar Yulianus.

Tiga mahasiswa yang diperiksa ialah Yulianus Kepno, anggota aktif BEM UNAIM, Fayar Srikasi Asso, mahasiswa UNAIM, serta Abinus Kuan, alumni mahasiswa Sejabali. Mereka menjalani pemeriksaan di Polres Jayawijaya sekitar pukul 12.00–13.00 WIT dengan pendampingan tim LBH Lazarus Tabuni.

Yulianus mengaku selama pemeriksaan penyidik Reskrim meminta mahasiswa tidak menggelar diskusi publik di ruang terbuka. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk pembatasan terhadap kebebasan menyampaikan pendapat.

“Hari ini secara nyata terjadi pihak kepolisian dan negara Republik ini membungkam demokrasi,” katanya.

Mahasiswa lain, Yance, mengaku menjadi korban pemukulan saat mencoba bernegosiasi dengan aparat. Ia mengatakan dirinya dipukul pada bagian pipi kanan ketika hendak berbicara secara baik-baik.

“Saya coba negosiasi untuk bicara baik-baik tapi dong langsung main pegang,” ungkap Yance.

Setelah pemeriksaan selesai, ketiga mahasiswa dipulangkan. Pada pukul 15.20 WIT, FMPP menggelar konferensi pers di Taman Kur Mabel untuk menyampaikan sikap atas tindakan yang mereka tuding dilakukan aparat Polres Jayawijaya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Deinas Geley Dorong BLK UMKM di Mimika, Fasilitas Perikanan Poumako Disiapkan untuk Pengembangan 2027

TIMIKA, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, melakukan kunjungan kerja dengan meninjau sejumlah…

6 jam ago

Deinas Geley Tegaskan GKII dan Kingmi Jangan Terpecah Lagi, Ajak Warga Hentikan Perang

TIMIKA, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, mengajak jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia…

16 jam ago

Dibangun Swadaya, Jembatan Kampung Tibai Kembali Putus; Warga Minta Pemerintah Bertindak

NABIRE, TOMEI.ID | Jembatan gantung Kali Degeuwo yang menjadi akses menuju Kampung Tibai, Distrik Siriwo,…

16 jam ago

36 Tim SMP Ikuti Kapolda Cup I 2026, Panitia Minta Pemerintah Perhatikan Fasilitas Olahraga

NABIRE, TOMEI.ID | Sebanyak 36 tim sekolah menengah pertama (SMP) se-Kabupaten Nabire mengikuti Turnamen Mini…

17 jam ago

SIAP DPMPTSP Harus Pangkas Birokrasi dan Persempit Celah Pungli di Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Staf Ahli III Gubernur Papua Tengah, Ukkas, menegaskan bahwa transformasi digital pelayanan…

17 jam ago

Kekeringan dan Asap Ganggu Warga, PMI Paniai Salurkan Air Bersih dan Masker Gratis

PANIAI, TOMEI.ID | Kekeringan serta kondisi udara yang dipenuhi asap dan debu menjadi perhatian Palang…

19 jam ago