Freeport Setor Tambahan Rp2,88 Triliun ke Papua Tengah, Total Dana Daerah Tembus Rp13,48 Triliun

oleh -1071 Dilihat

JAKARTA, TOMEI.ID | PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menyetorkan tambahan Rp2,88 triliun bagian keuntungan bersih tahun 2025 kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan delapan kabupaten di wilayah tersebut.

Tambahan setoran yang dibayarkan pada 8 April 2026 itu melengkapi pembayaran sebelumnya sebesar Rp10,6 triliun yang telah disalurkan sepanjang tahun 2025.

banner 728x90

Dengan tambahan tersebut, total dana yang diterima pemerintah daerah di Papua Tengah dari bagian keuntungan bersih PTFI kini mencapai Rp13,48 triliun.

Sementara secara keseluruhan, total kontribusi PTFI kepada negara sepanjang tahun 2025 mencapai Rp75 triliun, termasuk dividen sebesar Rp16,9 triliun kepada MIND ID sebagai pemegang saham Pemerintah Indonesia.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menegaskan perusahaan tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan kewajiban kepada negara maupun pemerintah daerah.

“Perusahaan senantiasa mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan kewajibannya kepada negara dan daerah dengan harapan agar dapat dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat di daerah masing-masing,” ujar Tony Wenas dalam keterangan resminya, Kamis (7/5/2026).

Berdasarkan rincian pembagian dana, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menerima Rp720,5 miliar atau setara 1,5 persen.

Sementara Kabupaten Mimika memperoleh bagian terbesar yakni Rp1,2 triliun atau sekitar 2,5 persen.

Adapun tujuh kabupaten lainnya di Papua Tengah masing-masing menerima Rp137,2 miliar, meliputi Nabire, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, Dogiyai, Deiyai, dan Intan Jaya dengan total keseluruhan mencapai Rp960,4 miliar.

Tony Wenas menambahkan nilai kontribusi tersebut masih berpotensi meningkat seiring harga komoditas mineral dunia yang relatif tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Namun demikian, ia mengakui operasional PTFI saat ini masih berada dalam tahap pemulihan pasca insiden tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), sehingga tingkat produksi perusahaan baru mencapai sekitar 40 hingga 50 persen dari kapasitas normal.

“Perusahaan menargetkan dapat kembali mencapai kapasitas penuh pada awal tahun 2028,” katanya.

Selain memberikan kontribusi langsung kepada negara dan pemerintah daerah, PTFI juga menyatakan terus menjalankan berbagai program investasi sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional tambang.

PT Freeport Indonesia merupakan perusahaan tambang mineral terintegrasi yang berafiliasi dengan Freeport-McMoRan Inc. dan MIND ID.

Perusahaan tersebut mengelola kegiatan pertambangan, pengolahan, hingga pemurnian mineral untuk menghasilkan katoda tembaga, emas, dan perak batangan.

Kegiatan tambang utama PTFI berada di kawasan Grasberg, Kabupaten Mimika, yang dikenal sebagai salah satu kawasan tambang tembaga dan emas terbesar di dunia.

Sementara proses pemurnian mineral dilakukan di fasilitas smelter PTFI di Gresik sebagai bagian dari program hilirisasi industri pertambangan nasional.

Kontribusi besar PTFI terhadap negara dan daerah dinilai menjadi salah satu penopang penting pembangunan ekonomi, fiskal daerah, infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat di Papua Tengah. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.