Berita

Gubernur Meki Nawipa Minta Minimal 30 Persen Dana Otsus Pendidikan Mulai 2027 Dialokasikan untuk Dukung SSH dan Peningkatan Mutu Pendidikan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa meminta pemerintah provinsi dan delapan pemerintah kabupaten mengalokasikan minimal 30 persen Dana Otonomi Khusus (Otsus) bidang pendidikan mulai Tahun Anggaran 2027 untuk mendukung pelaksanaan Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) dan peningkatan mutu pendidikan.

Penegasan itu disampaikan Gubernur dalam Seminar Pelaksanaan Sekolah Sepanjang Hari (SSH) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Senin (20/7/2026). Seminar dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, mewakili Gubernur Meki Nawipa.

BACA JUGA: Pendidikan Jadi Prioritas, Gubernur Meki Nawipa Minta Lulusan PGSD Siap Mengabdi hingga Pedalaman

Meki menegaskan alokasi anggaran tersebut mengacu pada Surat Penegasan Nomor 38/VII/2026/BP3OKP.PT tentang pengalokasian minimal 30 persen Dana Otsus untuk sektor pendidikan. Dana itu, kata dia, harus diarahkan untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan sekaligus mendukung operasional Program SSH:

“Anggaran tersebut harus mendukung pemenuhan Standar Pendidikan Nasional dan operasional SSH. Dinas Pendidikan Kabupaten wajib mendampingi dan mengawal pelaksanaan program di setiap sekolah,” tegasnya.

Menurut Meki, Program SSH tidak boleh dipahami sekadar sebagai penambahan jam belajar. Program tersebut harus menjadi instrumen penguatan pembelajaran, pembentukan karakter, pengembangan minat dan bakat, serta pendampingan peserta didik secara terarah.

Ia menegaskan pelaksanaan SSH sejalan dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah dan harus menjadi model peningkatan mutu pendidikan di Papua Tengah.

“Sekolah pelaksana SSH harus menjadi contoh mutu pendidikan melalui sarana prasarana yang layak, pembelajaran yang inovatif, lingkungan yang aman, dan lulusan yang cerdas serta tangguh. Seminar ini harus menghasilkan langkah operasional dan sistem evaluasi berkala dengan melibatkan kepala sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik,” ujarnya.

Gubernur juga meminta dukungan lintas sektor untuk memastikan program tersebut berjalan efektif. Dinas PUPR diminta mempercepat perbaikan infrastruktur sekolah, termasuk sanitasi dan penyediaan air bersih, sementara Dinas Kominfo diminta menjamin akses internet dan PT PLN memastikan ketersediaan listrik di lingkungan sekolah.

Meki menegaskan implementasi SSH tidak boleh hanya berpusat di wilayah perkotaan. Program tersebut harus diperluas secara bertahap hingga menjangkau Topo, Siriwo, dan wilayah pedalaman lainnya agar seluruh anak Papua Tengah memperoleh layanan pendidikan yang setara.

“Program SSH di Kabupaten Nabire tidak boleh hanya berpusat di sekitar kota. Jangkauannya harus diperluas secara bertahap ke Topo, Siriwo, dan wilayah pedalaman lainnya. Pemerataan mutu pendidikan adalah komitmen kita agar setiap anak memperoleh layanan yang setara,” tegasnya.

Selain pemerataan akses pendidikan, Meki juga menginstruksikan Dinas Pendidikan dan BKPSDM segera memetakan serta meredistribusikan tenaga pendidik sesuai kebutuhan riil agar tidak terjadi kelebihan guru di perkotaan dan kekurangan guru di wilayah pedalaman.

“Para kepala sekolah dan guru harus mengelola kegiatan akademik, pembinaan karakter, olahraga, seni, budaya, dan kegiatan keagamaan secara seimbang serta tetap memperhatikan kesehatan dan kenyamanan peserta didik,” ajaknya.

Meki menilai investasi terbesar bagi masa depan Papua Tengah adalah menghadirkan pendidikan berkualitas bagi generasi muda. Karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan menyatukan langkah untuk memastikan Program Sekolah Sepanjang Hari memberi manfaat nyata bagi peningkatan mutu pendidikan.

“Mari satukan visi dan langkah agar Program Sekolah Sepanjang Hari memberikan manfaat nyata, meningkatkan mutu sekolah, dan membuka kesempatan yang lebih baik bagi seluruh anak Papua Tengah,” pungkasnya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

8 Kepala Suku Resmi Diakui sebagai Mitra Pemerintah, Gubernur Meki: Ini Bukan Pelantikan

NABIRE, TOMEI.ID | Sebanyak delapan kepala suku besar, di Provinsi Papua Tengah, resmi diakui sebagai…

5 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Siapkan Rp6 Miliar untuk Gereja Hitadipa, Jalan dan Listrik Jadi Prioritas

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menyampaikan sejumlah komitmen pembangunan untuk Distrik…

18 jam ago

Mesak Magai: Pengangkatan PPPK Nabire Tunggu Kepastian Pemerintah Pusat

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, masih menunggu kepastian pemerintah pusat m mengenai pengangkatan…

19 jam ago

Pemkab Nabire Tetapkan Status Taman Gizi sebagai Aset Daerah Usai Mediasi

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, menetapkan status Taman Gizi sebagai aset daerah setelah…

20 jam ago

BEM UNIPA Periode 2024–2026 Demisioner, Yenusson Ungkap Tiga Capaian Kepengurusan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Papua (UNIPA) periode 2024–2026 resmi dinyatakan demisioner…

20 jam ago

Ledakan Siswa SD YPPK Bilogai Tembus 600 Anak, Pastor Yance: SSH Berhasil, Tapi Kami Kekurangan Gedung

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di Kabupaten Intan Jaya terbukti berhasil…

1 hari ago