NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa melakukan pertemuan internal bersama para bupati di delapan Kabupaten, di Kantor Gubernur, Nabire, Jumat, (7/3/2025).
Para bupati yang hadiri dalam rapat tertutup tersebut yaitu, Bupati Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya. Sementara tiga bupati lainnya yakni, bupati Mimika, Puncak dan Puncak Jaya absen lantaran situasi wilayah setempat belum kondusif dikarenakan dinamika politik praktis makin memanas.
Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa membeberkan, pihaknya membahas dua isu terpenting yakni kestabilan daerah dan mendorong pembentukan wadah persatuan para bupati se-Papua Tengah.
Tujuannya menurut Gubernur Meki, agar para bupati bisa memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil yang ada di delapan kabupaten.
“Saya panggil mereka untuk membahas dua hal itu agar mereka menjaga kestabilan daerah agar tetap stabil,”kata Gubenur Papua Tengah, Meki Nawipa.
Gubernur Meki sangat berharap kepada delapan bupati agar segera membentuk wadah atau asosiasi bupati se-Papua Tengah. Ia meyakani melalui asosiasi dimaksud para bupati bisa memperjuangan hak para kaum kecil.
“Kita masih tunggu karena tiga bupati belum hadir. Kalau ini sudah selesai, barulah kita buat asosiasi,”pungkasnya. [*].
NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan pemenuhan…
DOGIYAI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten Dogiyai menegaskan posisi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus Tahun…
DOGIYAI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten Dogiyai menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus Tahun 2026…
NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan komitmennya memperkuat peran Lembaga Pengembangan Pesparawi…
NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mempertegas arah kebijakan penguatan kemandirian fiskal melalui…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Pemerintah Indonesia resmi memberlakukan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah…