Gubernur Papua Tengah Tegaskan Gereja Harus Jadi Penuntun Moral dan Persatuan Masyarakat

oleh -1176 Dilihat

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan gereja dan para pelayan Tuhan memiliki peran strategis menjaga persatuan, memperkuat pelayanan umat, serta menjadi penuntun moral masyarakat di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang di Papua Tengah.

Penegasan tersebut disampaikan dalam Sidang Majelis Daerah Khusus Gembala Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Carmel Kalibobo, Nabire, Kamis (21/5/2026).

banner 728x90

Sidang tersebut dihadiri para pendeta, majelis jemaat, hamba Tuhan, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta peserta sidang dari berbagai wilayah pelayanan gereja di Papua Tengah.

Dalam sambutannya, Gubernur Papua Tengah menyebut forum sidang gereja bukan sekadar agenda organisasi keagamaan, tetapi momentum penting memperkuat arah pelayanan dan persatuan umat.

“Hari ini adalah momentum penting untuk mempererat persatuan, memperkuat pelayanan, dan merumuskan langkah strategis demi pertumbuhan gereja dan pelayanan umat Tuhan ke depan,” tegas Meki Nawipa.

Menurut Gubernur, para gembala dan pelayan gereja memiliki tanggung jawab besar menjaga kehidupan persekutuan serta menghadirkan nilai kasih dan damai di tengah masyarakat.

Karena itu, pemerintah berharap sidang tersebut mampu melahirkan keputusan-keputusan yang penuh hikmat dan berdampak nyata bagi kehidupan jemaat maupun masyarakat luas.

“Sebagai pelayan Tuhan, kita memiliki tanggung jawab menjaga persekutuan, membina jemaat, menghadirkan kasih Kristus, dan menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menilai gereja memiliki posisi penting dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat moral masyarakat, serta membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman Papua Tengah.

Dalam forum tersebut, Gubernur mengajak seluruh peserta sidang menjadikan momentum pertemuan gerejawi sebagai ruang membangun semangat kebersamaan dan memperkuat komitmen pelayanan.

“Jadikan forum ini sebagai wadah untuk saling mendengar, saling menguatkan, dan bersama-sama mencari kehendak Tuhan dalam setiap keputusan,” kata Gubernur.

Gubernur Papua Tengah turut mengingatkan pentingnya pelayanan yang dilakukan dengan ketulusan, kasih, dan tanggung jawab sebagaimana pesan Firman Tuhan dalam 1 Petrus 5:2.

“Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah,” kutipnya.

Ayat tersebut, menurut Gubernur, harus menjadi penguatan bagi seluruh gembala dan pelayan Tuhan agar tetap melayani dengan kerendahan hati dan kasih di tengah tantangan pelayanan gereja saat ini.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap Sidang Majelis Daerah Khusus Gembala Tahun 2026 mampu memperkuat sinergi pelayanan gereja sekaligus menghadirkan keputusan-keputusan yang membawa damai dan kemajuan bagi umat serta masyarakat Papua Tengah secara luas.

Di akhir sambutannya, Gubernur Papua Tengah menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian sidang berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik demi kemuliaan Tuhan serta penguatan pelayanan gereja di Papua Tengah.

“Tuhan Memberkati Kita Semua,” tutup Gubernur Papua Tengah. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.