NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa bersama Wakil Gubernur Deinas Geley meninjau langsung Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (17/4/2026), untuk memastikan kondisi masyarakat di tengah mencuatnya dugaan adanya korban sipil dalam rangkaian peristiwa keamanan di wilayah tersebut.
Usai kunjungan lapangan, Gubernur Meki Nawipa menyampaikan keterangan kepada media di Bandara Nabire. Ia mengatakan pemerintah provinsi telah mendatangi warga terdampak dan melakukan pendataan awal terhadap korban di sejumlah titik.
Menurutnya, tercatat sekitar 12 orang meninggal dunia, lima orang masih menjalani perawatan, satu korban telah dievakuasi ke Jayapura, satu lainnya direncanakan dirujuk ke Nabire, sementara tiga korban masih berada di wilayah Mulia untuk penanganan lebih lanjut.
“Kami sudah bertemu masyarakat. Ada yang meninggal, ada yang dirawat. Pemerintah provinsi memastikan semua biaya kesehatan ditanggung sampai sembuh,” ujar Meki Nawipa.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan, serta memastikan para korban mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
Selain penanganan medis, pemerintah daerah juga menyoroti kondisi anak-anak yang terdampak peristiwa tersebut. Salah satunya adalah seorang anak berusia sekitar empat tahun yang kehilangan orang tuanya dalam kejadian yang dilaporkan terjadi pada, Selasa, (13/4/2026).
Gubernur menyebut pemerintah provinsi akan memberikan perhatian khusus, termasuk mempertimbangkan dukungan pendidikan bagi anak-anak yang terdampak agar tetap dapat melanjutkan masa depan mereka.
“Kami juga pikirkan masa depan anak-anak ini agar mereka tetap sekolah dan mendapatkan kehidupan yang layak,” katanya.
Meki Nawipa juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan masyarakat setempat dan membuka ruang dialog untuk memastikan kondisi di lapangan dapat dipetakan secara menyeluruh. Ia menyebut proses pendataan masih berlangsung karena masih ada wilayah yang perlu diverifikasi lebih lanjut.
Selain itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Puncak Jaya disebut telah berada di lokasi untuk membantu proses evakuasi dan penanganan medis, sementara pemerintah daerah menyiapkan dukungan logistik dan tenda darurat untuk warga terdampak.
Terkait situasi keamanan, Gubernur menegaskan pentingnya pendekatan humanis dan dialog dalam penyelesaian konflik di wilayah tersebut. Ia juga mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak di tingkat pusat untuk penanganan lebih lanjut.
“Kami mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan komunikasi. Harapannya ke depan ada solusi yang lebih baik selain kekerasan,” ujarnya.
Gubernur juga menegaskan bahwa dalam situasi konflik bersenjata, masyarakat sipil, terutama anak-anak dan perempuan, tidak boleh menjadi korban. Ia menekankan bahwa jika terdapat pihak-pihak yang berkonflik, maka hal tersebut seharusnya tidak melibatkan warga biasa.
“Ini kejadian tidak boleh menyasar anak kecil dan perempuan serta rakyat sipil. Kalau soal konflik, TNI-Polri dan TNPB yang berhadapan, silakan saja di antara mereka,” katanya.
Ia menambahkan bahwa penyelesaian konflik seharusnya mengutamakan jalur komunikasi dan pendekatan kemanusiaan. Menurutnya, dialog jauh lebih penting dibandingkan tindakan kekerasan, karena pada akhirnya masyarakat yang paling terdampak.
“Manusia itu lebih baik berkomunikasi. Kita cari cara lain, bukan seperti ini terus. Kalau bisa kita duduk bersama, kita bicara baik-baik, pelan-pelan kita cari solusi,” ujarnya.
Sementara itu, informasi terkait operasi keamanan di wilayah Pogoma serta dugaan penggunaan kekuatan bersenjata di sekitar Kampung Guamo masih dalam tahap verifikasi oleh pemerintah daerah. [*].









