DEIYAI, TOMEI.ID | Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Deiyai bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) kembali menyisir seluruh pedagang di Kabupaten Deiyai, Rabu (3/9/2025).
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyampaikan sekaligus mengedarkan surat edaran terkait Standar Satuan Harga (SSH) darurat yang ditetapkan Pemerintah Daerah Deiyai.
Ketua KNPI Deiyai, Melison Dogopia, mengatakan pihaknya turun langsung ke lapangan untuk menyampaikan surat edaran tersebut kepada para pedagang, baik toko grosir maupun kios kecil.
“Puji Tuhan, sejak kemarin hingga hari ini dari pagi, kami datangi langsung para pedagang. Kami edarkan dan sekaligus menjelaskan isi surat edaran itu,” kata Dogopia di Tigido, Deiyai.
Menurutnya, para pedagang telah menerima dengan baik edaran tersebut. Beberapa di antaranya bahkan sempat berdiskusi mengenai kondisi yang sedang terjadi di Deiyai.
“Ada pedagang yang terima dengan baik. Bahkan, ada yang ajak diskusi terkait kondisi terkini,” ujarnya.
Dogopia, yang juga dikenal sebagai penyanyi lokal asal Deiyai, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung pemerintah dalam menangani situasi darurat saat ini.
“Mari kita dukung pemerintah dalam doa, agar semua upaya yang sedang dilakukan bisa berjalan baik, longsor segera berhenti, dan akses jalan bisa diperbaiki secepatnya,” pungkasnya. [*].
MULIAMA, TOMEI.ID | Lebih dari 200 warga Distrik Muliama mengikuti kegiatan diskusi publik dan nonton…
MANOKWARI, TOMEI.ID | Mince Halitopo terpilih sebagai Ketua Asrama Mahasiswa Yalimo Kota Studi Manokwari, Papua…
MANOKWARI, TOMEI.ID | Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak (SRPBB) menegaskan bahwa flyer ajakan aksi yang…
MANOKWARI, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa Yalimo (IMYAL) Kota Studi Manokwari, Papua Barat, menyampaikan ucapan selamat…
MANOKWARI, TOMEI.ID | Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada…
WAMENA, TOMEI.ID | Anggota DPRD Kabupaten Nduga, Leri Gwijangge, menyoroti nasib 10.272 warga Nduga yang…