HUT Ke-4 Papua Tengah Berakhir, Gubernur Meki Nawipa Tegaskan Evaluasi Kinerja dan Luncurkan Program BANGKIT

oleh -1173 Dilihat

NABIRE, TOMEI.ID | Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Provinsi Papua Tengah resmi ditutup pada Rabu malam (22/7/2026). Penutupan perayaan yang berlangsung selama tiga hari itu ditandai dengan peluncuran Program BANGKIT Papua Tengah serta penegasan Gubernur Meki Nawipa agar seluruh jajaran pemerintah menjadikan usia empat tahun provinsi ini sebagai momentum memperbaiki kinerja dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

BACA JUGA: Gubernur Meki Nawipa Tegaskan Gedung Baru Harus Jadi Pusat Inovasi Petani dan Peternak Papua Tengah

banner 728x90

Perayaan berlangsung sejak 19 Juli 2026 dengan rangkaian kegiatan berupa nonton bareng final Piala Dunia 2026, hiburan rakyat, bazar UMKM, penampilan musisi Papua, pembagian doorprize, hingga ditutup dengan konser musik rohani dan doa bersama di Nabire.

Dalam sambutannya, Meki Nawipa menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Dewan Kesenian Papua Tengah (DKPP), panitia pelaksana, organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran TNI-Polri yang dinilai berperan menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.

BACA JUGA: Gubernur Meki Nawipa Luncurkan Program BANGKIT, Fokus Bangun Generasi Papua Tengah yang Sehat, Cerdas, dan Terlindungi

“Saya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KADIN, Dewan Kesenian Papua Tengah (DKPP), panitia pelaksana, seluruh OPD, serta jajaran TNI dan Polri yang telah mendukung dan menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan ini,” ujar Meki.

Ia menegaskan, HUT ke-4 Papua Tengah bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk mensyukuri perjalanan pembentukan provinsi sekaligus mengevaluasi pembangunan yang telah berjalan.

BACA JUGA: HUT Ke-4 Papua Tengah Resmi Dimulai, Meki Nawipa: Momentum Perkuat Persatuan dan Gerakkan Ekonomi Rakyat

“Dalam usia yang masih muda, kita telah memulai berbagai program untuk meningkatkan pelayanan pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, ekonomi masyarakat, konektivitas, dan pembangunan infrastruktur,” katanya.

Meski berbagai program telah dijalankan, Gubernur mengakui masih terdapat tantangan besar, terutama pemerataan akses pendidikan, layanan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, pelayanan pemerintahan, dan pembangunan infrastruktur dasar.

“Karena itu, usia empat tahun bukan hanya untuk dirayakan. Momentum ini harus menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kinerja, memperbaiki kekurangan, dan memperkuat komitmen dalam melayani masyarakat,” tegasnya.

Pada momentum HUT tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah meluncurkan Program BANGKIT Papua Tengah (Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh) sebagai program afirmasi untuk meningkatkan perlindungan sosial, kesehatan, dan pemenuhan gizi keluarga Orang Asli Papua (OAP).

Tahap awal program diwujudkan melalui Child Support Grant, berupa bantuan tunai Rp350 ribu per bulan bagi setiap balita OAP yang disalurkan kepada ibu atau wali perempuan melalui bank maupun payment point. Bantuan itu diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi, makanan pendamping ASI (MPASI), vitamin, dan pendidikan anak usia dini (PAUD).

Program tahap pertama akan menjangkau masing-masing 1.000 balita OAP di Kabupaten Intan Jaya, Puncak Jaya, Paniai, dan Dogiyai. Selanjutnya, pelaksanaan diperluas ke Kabupaten Puncak, Deiyai, Mimika, dan Nabire.

Menurut Meki, program tersebut tidak hanya ditujukan memperbaiki kesehatan dan gizi balita, tetapi juga memperkuat ekonomi keluarga, meningkatkan daya beli masyarakat, mendorong pemanfaatan pangan lokal, serta memperluas akses layanan keuangan.

Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan sebagai fondasi utama pembangunan Papua Tengah.

“Papua Tengah adalah rumah kita bersama. Di tengah keberagaman suku, agama, dan latar belakang, menjaga persatuan adalah tanggung jawab kita bersama. Saya mengajak semua pihak untuk menolak kekerasan, menghormati perbedaan, dan selalu mengutamakan dialog, karena pembangunan hanya bisa berjalan dalam suasana yang aman dan damai,” katanya.

Kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN), Meki meminta agar HUT ke-4 menjadi momentum meningkatkan disiplin dan kualitas pelayanan publik.

“Pemerintah harus hadir melayani, bukan mempersulit. Pastikan setiap program dan anggaran dikelola dengan jujur serta memberikan manfaat nyata, khususnya bagi Orang Asli Papua,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Gubernur menyampaikan penghargaan kepada para pejuang pembentukan Provinsi Papua Tengah, pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, lembaga adat, lembaga keagamaan, insan pers, serta seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung perjalanan pembangunan provinsi tersebut.

“Terima kasih yang mendalam saya sampaikan kepada para pejuang pembentukan provinsi, jajaran pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, lembaga adat, lembaga keagamaan, insan pers, serta seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung perjalanan ini,” ucapnya.

Perayaan HUT ke-4 Papua Tengah ditutup dengan konser musik rohani dan doa bersama sebagai simbol harapan akan kedamaian, persatuan, serta percepatan pembangunan di delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.