Berita

“Hutan Adat Adalah Hati Kami”, Seruan Masyarakat Kampung Subur Boven Digoel pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia

BOVEN DIGOEL, TOMEI.ID | Seruan “Hutan Adat Adalah Hati Kami” menggema dari masyarakat adat Kampung Subur, Distrik Subur, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (5/6/2026).

Melalui aksi lingkungan dan pernyataan sikap bersama, masyarakat menegaskan komitmen menjaga hutan serta tanah adat yang menjadi sumber kehidupan mereka.

BACA JUGA: Pemuda Adat Papua Serukan Hentikan Deforestasi dan Operasi Militer di Wilayah Adat

Sebelum membacakan pernyataan sikap, masyarakat Kampung Subur terlebih dahulu melaksanakan aksi bersih-bersih kampung dan penanaman pohon sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu dilakukan secara gotong royong sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus simbol komitmen menjaga kelestarian alam.

Mewakili masyarakat adat Kampung Subur, seorang tokoh yang membacakan pernyataan sikap bersama masyarakat mengatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum untuk memperkuat komitmen melindungi hutan dan tanah adat yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat adat.

BACA JUGA: Sampah Muara Kaibus Diantar ke Kantor Bupati, Pemuda Sorsel Tuntut Penanganan Serius

“Pada hari ini kami merayakan Hari Lingkungan Hidup. Kami, masyarakat Kampung Subur, Distrik Subur, Kabupaten Boven Digoel, berkomitmen menyelamatkan hutan kami dan tanah kami untuk generasi sekarang maupun generasi penerus yang akan hidup di atas tanah ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat dari suku Muyu, Mandobo, dan Awyu memiliki hubungan yang tidak terpisahkan dengan hutan adat yang diwariskan secara turun-temurun.

“Kami yang hidup di atas tanah ini, suku Muyu, Mandobo, dan Awyu, sangat mencintai tanah adat dan hutan adat kami. Hutan adalah hati kami, hutan adalah sumber kehidupan kami. Karena itu kami akan terus menjaga dan mempertahankannya,” katanya.

Dalam pernyataan sikap tersebut, masyarakat juga menyampaikan penolakan terhadap berbagai aktivitas perusahaan yang dinilai berpotensi merusak hutan dan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat, termasuk proyek-proyek yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Kami menolak berbagai jenis perusahaan yang masuk ke wilayah kami, termasuk perusahaan-perusahaan yang terkait dengan PSN yang saat ini berkembang dan akan masuk ke wilayah adat kami. Kami akan terus bersuara untuk menolak perusahaan yang mengancam hutan dan tanah adat kami,” tegasnya.

Pernyataan itu kemudian disambut seruan bersama masyarakat yang menegaskan sikap mereka dalam mempertahankan wilayah adat dari berbagai bentuk eksploitasi.

“Tolak perusahaan! Tolak perusahaan! Tolak! Tolak! Tolak! Papua bukan tanah kosong!” seru masyarakat secara bersama-sama.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat berharap semakin banyak pihak menyadari pentingnya menjaga lingkungan hidup serta menghormati hak-hak masyarakat adat atas tanah dan hutan yang telah menjadi sumber kehidupan mereka secara turun-temurun.

“ Bagi masyarakat Kampung Subur, hutan adat bukan sekadar kawasan alam, melainkan identitas, ruang hidup, dan warisan yang harus dijaga demi masa depan generasi berikutnya,” pungkasnya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Pemprov Papua Tengah Gelar Ibadah Oikumene ASN dan Non-ASN, Perkuat Pelayanan Berbasis Iman

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua…

11 jam ago

DLH Jayapura Matangkan Penilaian Sekolah Adiwiyata 2026, Libatkan Disdikbud dan WWF Indonesia Program Papua

SENTANI, TOMEI.ID | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten…

11 jam ago

Gereja KINGMI Jemaat Koya Mei Manokwari Rayakan HUT ke-20, Teguhkan Komitmen Pelayanan dan Persatuan Jemaat

MANOKWARI, TOMEI.ID | Kemah Injil Gereja Masehi Indonesia (KINGMI) Jemaat Koya Mei, Manokwari, Papua Barat…

11 jam ago

KMK Universitas Baliem Matangkan Program Kerja, Alianus Yogomaid Tekankan Organisasi Harus Menjadi Wadah Pelayanan dan Pembinaan

WAMENA, TOMEI.ID | Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Universitas Baliem (UniBa) Papua menggelar Pekan Orientasi Fungsional…

3 hari ago

Sebagai Wujud Komitmen Iman, Asis Lani Serahkan 50 Sak Semen untuk Pembangunan Gereja Kingmi Bethel Bolakme

WAMENA, TOMEI.ID | Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Papua Pegunungan, Asis Lani, menyerahkan bantuan…

4 hari ago

Mahasiswa Asrama Jayawijaya Manokwari Gelar Kerja Bakti di Amban, Perkuat Budaya Gotong Royong

MANOKWARI, TOMEI.ID | Mahasiswa Asrama Jayawijaya Manokwari menggelar kerja bakti di kawasan Amban, Manokwari, Jumat…

4 hari ago