Berita

IPMMO Se-Jawa dan Bali Desak Pengusutan Ledakan Bom Gereja Mbamogo, Soroti Krisis Kemanusiaan di Intan Jaya

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Moni (IPMMO) Se-Jawa dan Bali menyoroti krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, yang dinilai semakin memprihatinkan dan mengancam keselamatan warga sipil.

Melalui pernyataan sikap yang disampaikan pada Minggu (7/6/2026), mahasiswa IPMMO tersebut mendesak pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan berbagai persoalan keamanan dan kemanusiaan yang terjadi di wilayah tersebut.

Ketua Umum IPMMO Se-Jawa dan Bali, Lewi Ugipa, mengatakan masyarakat Intan Jaya hingga kini masih hidup dalam bayang-bayang konflik yang berkepanjangan. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga melumpuhkan berbagai sektor pelayanan dasar.

“Konflik yang terjadi telah mengorbankan masyarakat sipil dan memaksa banyak warga meninggalkan kampung halamannya. Situasi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah dan seluruh pihak terkait,” ujar Lewi dalam pernyataan sikap yang diterima tomei.id, Senin (8/6/2026).

IPMMO mencatat ribuan warga di sejumlah wilayah Intan Jaya terpaksa mengungsi ke gereja, hutan, maupun daerah lain yang dianggap lebih aman. Anak-anak, perempuan, dan tokoh masyarakat disebut turut menjadi korban dalam berbagai peristiwa yang terjadi selama konflik berlangsung.

Selain dampak kemanusiaan, organisasi tersebut juga menyoroti terganggunya aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pembangunan daerah, hingga kegiatan ekonomi masyarakat. Warga disebut tidak dapat berkebun dan bertani secara normal karena situasi keamanan yang belum kondusif.

Atas kondisi tersebut, IPMMO Se-Jawa dan Bali menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah dan pihak terkait.

Tuntutan pertama adalah mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ledakan bom di Gereja Mbamogo, Kampung Soali, Distrik Agisiga, pada 17 Mei 2026. Peristiwa itu menyebabkan satu warga bernama Luter Nabelau meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka.

Kedua, meminta pemerintah segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan mahasiswa Intan Jaya yang sebelumnya telah disampaikan dalam aksi pada 28 Oktober 2025 di Kantor Bupati Intan Jaya.

Ketiga, mendesak penarikan militer non-organik dari Kabupaten Intan Jaya dan wilayah Papua. Keempat, meminta Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dan instansi terkait mengungkap pelaku pemasangan bom di halaman Gereja Mbamogo yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan korban luka.

Kelima, menegaskan akan melakukan mobilisasi massa dan menggelar aksi di Provinsi Papua Tengah apabila tuntutan tersebut tidak mendapat respons dari pemerintah daerah maupun DPRD Kabupaten Intan Jaya.

Lewi menegaskan bahwa pernyataan sikap tersebut lahir dari keprihatinan mahasiswa terhadap situasi yang dihadapi masyarakat Intan Jaya. Menurutnya, penyelesaian konflik harus mengedepankan prinsip kemanusiaan serta perlindungan terhadap warga sipil.

“IPMMO Se-Jawa dan Bali berdiri bersama masyarakat Intan Jaya untuk memperjuangkan keadilan, penegakan hukum, dan perlindungan hak-hak kemanusiaan yang selama ini terdampak akibat konflik,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menjamin keamanan masyarakat, mengusut berbagai kasus yang menimbulkan korban sipil, serta membuka ruang dialog yang dapat menghadirkan solusi damai dan berkelanjutan bagi Kabupaten Intan Jaya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

KNPB Nabire Gelar Pendidikan Politik bagi Sektor Yamewa, Bahas Sejarah dan Struktur Organisasi

NABIRE, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire menggelar pendidikan politik bagi anggota…

12 jam ago

Hadapi KLB Campak, Puskesmas Mokwam Siapkan ORI dan Kejar Cakupan 95 Persen

MANOKWARI, TOMEI.ID | Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat…

12 jam ago

Masyarakat Tibai Minta Pemprov Papua Tengah dan Pemkab Nabire Buka Akses Jalan Darat dan Listrik

NABIRE, TOMEI.ID | Masyarakat Kampung Tibai, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua…

12 jam ago

100 lebih Mahasiswa Yahukimo Kehilangan Tempat Tinggal, Mengungsi di Gereja GIDI Manokwari

MANOKWARI, TOMEI.ID | Lebih dari 100 mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, yang sedang menempuh…

15 jam ago

Jembatan Gantung Sungai Minabu Mulai Terwujud, Warga Pugisiga Apresiasi Pemkab Intan Jaya

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Pembangunan jembatan gantung di Sungai Minabu yang menghubungkan Kampung Pugisiga dan…

1 hari ago

PASTI Kukuhkan Pengurus DPW dan DPC di Delapan Kabupaten Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Pusat Partai Setara Indonesia (DPP PASTI) mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan…

1 hari ago