Categories: Uncategorized

JPAJ Desak Pemerintah Terbitkan Perda Perlindungan Busana Adat Hubula

WAMENA, TOMEI.ID | Jaringan Perempuan Adat Jayawijaya (JPAJ) yang terdiri dari empat organisasi, Humi Inane, Hubula Humi, LPPAP, dan PPT Kabupaten Jayawijaya mendesak pemerintah daerah segera mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Busana Adat Masyarakat Hubula.

Desakan tersebut disampaikan dalam Seminar Budaya “Selamatkan Budaya Hubula”, bersamaan dengan pembacaan petisi adat mengenai larangan penyalahgunaan busana Hubula.

Petisi yang dibacakan bertepatan dengan Hari Noken Sedunia, Kamis (4/12/2025) di Wamena itu, dinilai sebagai langkah strategis untuk memagari identitas budaya Hubula dari komersialisasi, manipulasi benda sakral untuk konten digital, serta meningkatnya penggunaan mahkota adat oleh pihak yang tidak memiliki legitimasi genealogis.

JPAJ merinci daftar busana sakral Hubula, mulai dari mahkota laki-laki, sali perempuan, hingga jenis-jenis noken khususyang tidak boleh digunakan, diproduksi, atau dimodifikasi sembarangan. Petisi menegaskan larangan penggunaan mahkota laki-laki oleh perempuan maupun publik non-Hubula, serta menolak praktik “angkat anak adat” yang dinilai menyimpang dari aturan adat.

“Busana dan motif adat Hubula adalah warisan intelektual leluhur. Tidak boleh diubah, dipotong, atau dijadikan konten,” bunyi petisi JPAJ yang diterima tomei.id di Jayapura, Sabtu (6/12/2025).

Dalam petisi tersebut, JPAJ menegaskan larangan keras menggunting, memodifikasi, atau merombak bentuk su (noken), sali, dan yokal. Benda-benda ini hanya boleh dibuat dan digunakan sesuai kaidah adat, bukan sebagai pelengkap fashion atau dekorasi modern.

Motif poligon delapan yang diwariskan leluhur juga dilarang direplikasi secara bebas. Menurut JPAJ, praktik itu berpotensi menghilangkan makna filosofis dan melemahkan keterhubungan generasi muda dengan akar budaya Hubula.

Petisi menetapkan dua kategori sanksi adat bagi pelanggar. Bagi masyarakat Hubula, setiap pelanggaran akan diproses melalui mekanisme adat di masing-masing O Sili. Sementara itu, bagi non-Hubula, sanksi akan dijatuhkan oleh Dewan Adat Papua (DAP) dan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) sesuai aturan adat yang berlaku.

JPAJ mendesak pemerintah kabupaten dan provinsi mengalokasikan anggaran tahun 2026 untuk penyusunan, konsultasi publik, sosialisasi, hingga pengesahan Perda Perlindungan Busana Adat Hubula.

Mereka juga mendorong pemerintah melakukan rehabilitasi permukiman adat di seluruh O Sili Jayawijaya sebagai bagian dari pemulihan identitas budaya.

“Peraturan dibuat untuk menghormati orang lain. Silo dibuat untuk menghormati diri sendiri,” tulis JPAJ dalam penutup petisi.

Melalui petisi ini, perempuan adat menyampaikan pesan tegas bahwa busana adat bukan sekadar atribut seremonial, melainkan identitas hidup yang wajib dipertahankan dari penyalahgunaan dan eksploitasi.[*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

KNPB Meepago Keluarkan Himbauan Umum Jelang Aksi 15 Agustus di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Meepago mengeluarkan himbauan umum kepada masyarakat yang…

10 jam ago

GERMAS PMKRI Kecam Dugaan Penembakan Tiga Warga di Maybrat

MANOKWARI, TOMEI.ID | Presidium Gerakan Mahasiswa (GERMAS) PMKRI Cabang Manokwari “St. Thomas Villanova”, Yufentus Temorubun,…

10 jam ago

Fransiskus Magai Bantah Isu Mengatasnamakan Banggar DPR Papua Tengah: Jangan Terprovokasi

NABIRE, TOMEI.ID | Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR Papua Tengah sekaligus Ketua Fraksi Gabungan Papua…

11 jam ago

Tiga Warga Diduga Tertembak di Maybrat, Organisasi Katolik Desak Investigasi Independen

MAYBRAT, TOMEI.ID | Organisasi Katolik mendesak penyelidikan yang transparan dan independen atas dugaan penembakan terhadap…

11 jam ago

Sony Kogoya Bantah Pemberitaan Mengatasnamakan Banggar DPR Papua Tengah: Hoaks dan Tidak Benar

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua III DPR Papua Tengah, Sony Bekies Kogoya, membantah informasi yang…

11 jam ago

Hari Pramuka ke-65, Dominggus Mandacan Dorong Generasi Muda Papua Barat Perkuat Karakter dan Ketahanan Pangan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, mengajak generasi muda menjadikan momentum Hari…

12 jam ago