Berita

“Kami Bukan DPO di Negeri Sendiri” Mahasiswa Mimika Tuntut Keadilan atas Penembakan Warga Sipil di Tembagapura

JAYAPURA, TOMEI.ID | Kemarahan dan duka masyarakat Papua kembali pecah di Kota Jayapura. Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/i Mimika Kota Studi Jayapura mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika dan PT Freeport Indonesia segera mengusut tuntas kasus penembakan terhadap warga sipil di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, yang terjadi pada 7 Mei 2026 lalu.

Desakan itu disampaikan melalui aksi mimbar bebas dan jumpa pers yang digelar di Asrama Mahasiswa Mimika, Perumnas I Waena, Kota Jayapura, Papua, Selasa (19/5/2026), sejak pukul 10.00 WIT.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menilai rentetan kekerasan terhadap warga sipil di Papua, khususnya di wilayah Tembagapura, merupakan bentuk nyata pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang tidak boleh terus dibiarkan tanpa pertanggungjawaban hukum.

Suasana aksi berlangsung penuh emosi. Sejumlah mahasiswa bergantian menyampaikan orasi yang menggambarkan rasa kehilangan, ketakutan, sekaligus kekecewaan mendalam terhadap situasi keamanan di tanah mereka sendiri.

“Sa [saya] yang pu [punya] gunung memangkawi, tapi masa mereka membunuh saya, adik saya, keluarga saya,” teriak salah seorang mahasiswi dalam orasinya.

Pernyataan itu menggambarkan jeritan batin masyarakat asli Papua yang merasa terus menjadi korban di tengah tanah yang mereka anggap sebagai warisan leluhur sendiri.

Mahasiswa juga menyoroti keberadaan PT Freeport Indonesia yang dinilai belum memberikan rasa aman dan keadilan bagi masyarakat adat di sekitar wilayah operasi perusahaan tambang tersebut.

“Lantaran mereka [PT Freeport dan Pemkab], orang Papua dari waktu ke waktu selalu jadi korban, korban, dan korban,” ujar salah satu orator dengan nada tinggi.

Selain menyampaikan orasi politik dan kemanusiaan, massa aksi membawa sejumlah poster berisi tuntutan keras terhadap pemerintah dan aparat keamanan. Poster-poster itu bertuliskan:

“Segera Usut Tuntas Pelaku Penembakan Terhadap Warga Sipil di Tembagapura”

“Hentikan Penembakan Terhadap Warga Sipil di Tembagapura”

“Hentikan Operasi Militer di Seligiwe Tanah Papua”

“Keadilan Bagi Masyarakat Tembagapura”

“Di Mana Mata Keadilan Untuk Rakyat di Tanah Papua”

“Kami Bukan DPO di Atas Negeri Kami Sendiri”

Melalui aksi tersebut, mahasiswa mendesak aparat penegak hukum mengusut pelaku penembakan secara adil, transparan, dan tanpa tebang pilih. Mereka juga meminta negara menjamin perlindungan terhadap masyarakat sipil yang selama ini hidup dalam bayang-bayang konflik bersenjata di Papua.

Hingga berita ini diturunkan, aksi mimbar bebas masih berlangsung dan massa aksi dijadwalkan membacakan pernyataan sikap resmi. Tomei.id masih memantau situasi di lokasi.

Sementara itu, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Mimika maupun pihak PT Freeport Indonesia terkait tuntutan mahasiswa tersebut. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Meki Nawipa Dorong Kadin Papua Tengah Gerakkan Ekonomi Lokal, Kurangi Ketergantungan Pertambangan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi…

4 jam ago

Belanja Perubahan APBD Papua Tengah Naik Rp1,27 Triliun, Gubernur Meki Tekankan Akuntabilitas

NABIRE, TOMEI.ID | Belanja daerah dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Papua Tengah Tahun…

5 jam ago

7 Tahun Peristiwa Expo Waena, FIM-WP Manokwari Gelar Diskusi dan Seribu Lilin Kenang Ason Mujizau

MANOKWARI, TOMEI.ID | Komite Pimpinan Kota (KPK) Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIM-WP) Manokwari, Papua…

8 jam ago

KOMPASS Desak Investigasi Independen atas Laporan Dugaan Penembakan Warga di Samboga Yahukimo

SUMUT, TOMEI.ID | Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS), Anderian Kamo, mendesak dilakukan investigasi…

9 jam ago

Badan Pengurus Asrama Putra Paniai di Kota Studi Jayapura Minta Pemerintah Benahi Asrama Mahasiswa

JAYAPURA, TOMEI.ID | Badan Pengurus Asrama (BPA) Paniai di Kota Study Jayapura, Fredy Mote menyampaikan…

9 jam ago

DPR Papua Tengah Minta Staf Perjelas Status Rapat kepada Wartawan

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, meminta jajaran staf…

9 jam ago