Berita

Kamus Bayage Dorong Konsolidasi Strategis Gerakan Papua dalam Seminar 1 Mei di Jayapura

JAYAPURA, TOMEI.ID | Aktivis mahasiswa Kamus Bayage menekankan pentingnya konsolidasi strategis gerakan Papua dalam merespons dinamika politik dan situasi kemanusiaan yang terus berkembang.

Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Nasional yang digelar Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Port Numbay (Jayapura), Jumat (1/5/2026).

Seminar yang digelar dalam rangka memperingati 63 tahun peristiwa 1 Mei 1963 ini menjadi ruang diskusi bagi berbagai elemen, termasuk mahasiswa, organisasi masyarakat, dan aktivis, untuk membahas arah gerakan ke depan.

Dalam pemaparannya, Kamus Bayage menilai bahwa gerakan mahasiswa tidak cukup hanya merespons kebijakan negara secara reaktif, tetapi harus disertai strategi yang terukur dan berkelanjutan.

“Yang lebih penting adalah bagaimana kita membaca situasi hari ini. Menjadi pejuang harus punya alternatif dalam merespons kebijakan yang ada,” ujarnya di hadapan peserta seminar.

Ia juga menyoroti keterlibatan mahasiswa dalam ruang formal, seperti forum-forum yang melibatkan lembaga negara, namun mempertanyakan efektivitasnya dalam menjawab aspirasi masyarakat.

Menurutnya, gerakan mahasiswa dan pelajar tidak boleh berjalan secara parsial. Diperlukan pendekatan kolektif dengan berbagai metode perjuangan agar gerakan tidak bergantung pada satu pola aksi semata.

“Kita tidak bisa hanya bertumpu pada satu cara. Gerakan harus dibangun dengan berbagai pendekatan yang saling menguatkan,” katanya.

Lebih lanjut, Kamus mengkritisi kecenderungan gerakan yang bersifat spontan tanpa arah jangka panjang. Ia mendorong adanya perencanaan yang matang, termasuk penentuan target jangka pendek dan jangka panjang dalam setiap langkah gerakan.

Dalam sesi diskusi, ia juga mengingatkan bahwa organisasi dalam gerakan politik Papua perlu menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama, di atas kepentingan internal organisasi.

“Organisasi punya kepentingan, tetapi rakyat berpikir bagaimana keluar dari tekanan yang mereka hadapi. Itu yang harus menjadi fokus utama,” tegasnya.

Selain itu, Kamus menyoroti pentingnya pengawalan terhadap isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua. Ia menilai bahwa penyampaian aspirasi harus diikuti dengan langkah konkret, termasuk advokasi dan pengawalan hukum hingga proses persidangan.

“Aksi tidak cukup berhenti pada penyampaian aspirasi. Harus ada pengawalan agar kasus tidak hilang tanpa kejelasan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung dimensi global dalam isu Papua, termasuk adanya kepentingan terhadap sumber daya alam yang dinilai turut memengaruhi dinamika politik di wilayah tersebut.

Menurutnya, hal ini perlu menjadi perhatian dalam merumuskan strategi gerakan yang lebih luas dan terarah.

Menutup pemaparannya, Kamus Bayage menegaskan bahwa penyelesaian persoalan Papua membutuhkan proses panjang yang tidak bisa dicapai secara instan.

“Solusi tidak bisa selesai dalam satu hari. Harus ada perencanaan yang jelas dan langkah yang terukur,” pungkasnya.

Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 1 Mei 2026, sekaligus forum konsolidasi awal bagi berbagai elemen dalam merumuskan arah gerakan ke depan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

HUT Asrama Yalimo di Manokwari Teguhkan Persatuan Mahasiswa: “Satu Asrama, Satu Tujuan”

MANOKWARI, TOMEI.ID | Mahasiswa Yalimo di Kota Studi Manokwari memperkuat persatuan dan solidaritas melalui ibadah…

19 menit ago

APINDO Dogiyai Dorong Kolaborasi, Program Pembangunan Pemprov Jangan Berhenti di Seremoni

DOGIYAI, TOMEI.ID | Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Dogiyai mendorong seluruh elemen daerah memperkuat dukungan…

25 menit ago

15 Puskesmas di Dogiyai Jalankan CKG, Dinkes Pantau Layanan Kesehatan Gratis

DOGIYAI, TOMEI.ID | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dogiyai menggelar layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi…

32 menit ago

Mengabdi di Omakapau Diyoudimi, Cesilius Tekege Menangis Melihat Murid Berhasil

DOGIYAI, TOMEI.ID | Setelah puluhan tahun mengabdi sebagai guru di Omakapau Diyoudimi, Cesilius Tekege akhirnya…

43 menit ago

HUT ke-25 Demokrat Papua Tengah Soroti Kemiskinan dan Konsolidasi Menuju 2029

NABIRE, TOMEI.ID | Perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Papua Tengah tidak hanya menjadi agenda…

49 menit ago

Gubernur Kunjungi Puskesmas Tenedagi Deiyai, Puji Semangat Pelayanan Tenaga Kesehatan

DEIYAI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan pelayanan kesehatan harus benar-benar dirasakan masyarakat…

57 menit ago