Kemarau Lima Bulan, Air kabur kali Bedu berubah menjadi air jernih

oleh -1190 Dilihat

NABIRE, TOMEI.ID | Kali Degeuwa atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Kali Bedu di wilayah Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mengalami perubahan kondisi air yang cukup drastis. Setelah kemarau berlangsung sekitar lima bulan, air kali yang selama ini dikenal keruh atau kabur justru berubah menjadi lebih jernih dan bersih.

Perubahan tersebut menjadi perhatian masyarakat setempat karena kondisi air Kali Bedu dinilai berbeda dari keadaan yang selama ini dikenal secara turun-temurun. Warga menyebut, dalam ingatan dan pengetahuan masyarakat lokal, aliran Kali Bedu sejak dahulu identik dengan air yang keruh.

banner 728x90

Intelektual setempat, Pdt. Obeth Magai, mengatakan perubahan kondisi Kali Bedu merupakan fenomena yang tidak biasa dan belum pernah ia saksikan sebelumnya dalam perjalanan hidupnya.

Menurut Obeth, masyarakat Siriwo telah mengenal karakter Kali Bedu secara turun-temurun. Selama ratusan tahun, bahkan dalam penuturan masyarakat hingga generasi sebelumnya, air kali tersebut dikenal dalam kondisi keruh. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, kondisi itu berubah secara signifikan.

Obeth bahkan turun langsung melihat kondisi Kali Bedu pada Senin, 5 Oktober 2026. Ia mengatakan perubahan dari air keruh menjadi jernih telah berlangsung sekitar lima bulan, bertepatan dengan periode kemarau panjang yang terjadi di wilayah tersebut.

“Kali Siriwo ini dulunya airnya kabur atau keruh. Dari ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu, tidak pernah terjadi air yang kabur ini menjadi jernih seperti sekarang. Tetapi sekarang, karena fenomena kemarau yang sudah berjalan lima bulan, Kali Bedu berubah menjadi air kali yang jernih,” ujar Obeth Magai.

Ia menuturkan, kondisi tersebut juga mengingatkan masyarakat pada peristiwa yang pernah terjadi pada 1982, ketika wilayah Siriwo mengalami banjir besar. Namun, menurutnya, pengalaman masyarakat pada saat itu berbeda dengan fenomena yang terjadi sekarang.

Obeth menjelaskan, perubahan warna dan tingkat kejernihan air sungai secara umum dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor lingkungan. Dalam perspektif hidrologi, kondisi air dapat berubah akibat perbedaan debit, sedimentasi, erosi tanah, material yang terbawa aliran, maupun perubahan kondisi daerah aliran sungai.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyebab pasti perubahan air Kali Bedu dari keruh menjadi jernih belum dapat dipastikan. Karena itu, fenomena tersebut dinilai perlu mendapatkan perhatian dan pengamatan lebih lanjut agar dapat diketahui apakah perubahan itu semata-mata akibat kemarau panjang atau berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan di sekitar daerah aliran sungai.

“Kami masyarakat prihatin karena kami tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan. Kami berharap kondisi Kali Siriwo bisa kembali seperti sebelumnya,” katanya.

Menurut Obeth, fenomena tersebut seharusnya menjadi perhatian bersama, terutama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem sungai di wilayah Siriwo. Pemantauan secara berkala dinilai penting untuk mengetahui perkembangan kondisi air serta memastikan tidak ada perubahan lingkungan yang dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

Kali Bedu sendiri memiliki arti penting bagi masyarakat di wilayah Siriwo. Selain menjadi bagian dari ekosistem alam, sungai tersebut juga menjadi bagian dari sejarah dan kehidupan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Masyarakat berharap perubahan yang terjadi tidak menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan maupun kehidupan warga yang berada di sekitar aliran Kali Bedu. Mereka juga berharap kondisi sungai dapat kembali stabil dan kelestarian alam Siriwo tetap terjaga.

“Kali Siriwo dulunya kabur, sekarang menjadi jernih. Ini merupakan perubahan besar. Airnya bersih dan lingkungan tetap terjaga. Semoga apa yang terjadi ini membawa perubahan yang baik dan menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan,” ujar Obeth.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.