Berita

Kemendagri Gelar Monitoring dan Evaluasi APBD 2025 Papua Tengah di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Kementerian Dalam Negeri RI melalui Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah melaksanakan Rapat Monitoring, Evaluasi, dan Asistensi Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Kamis (20/11/2025), bertempat di Guest House Nabire.

Rapat strategis ini dihadiri Sekretaris Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Dr. Drs. Horas Maurits Panjaitan, P2UPD Ahli Madya Inspektorat Jenderal, Ricky Mawengkang, serta Analis Keuangan Pusat dan Daerah Ahli Muda Direktorat P2KD, Muhammad Zulfan Arief.

Dari Papua Tengah turut hadir Sekda Provinsi, Inspektur Provinsi, Kepala BPKAD Papua Tengah, pimpinan daerah dari sejumlah kabupaten, peserta dari delapan kabupaten, serta tamu undangan dan insan pers.

Kepala BPKAD Provinsi Papua Tengah, Alexander Manangsang, dalam laporannya menegaskan bahwa kondisi geografis dan situasi keamanan menjadi tantangan penting dalam tata kelola APBD. Ia mengungkapkan bahwa perjalanan menuju Nabire bagi sejumlah peserta tidak mudah, termasuk dirinya yang harus menempuh perjalanan dari Dogiyai dan menghadapi hambatan akses darat maupun gangguan keamanan.

“Kalau undangan terlambat tiba atau akses terputus, kita paham peserta tidak bisa hadir maksimal. Terima kasih karena tetap meluangkan waktu untuk hadir dalam rapat Monev dan Asistensi APBD 2025 ini,” ujarnya.

Alexander menjelaskan bahwa tujuan rapat ini adalah menilai pelaksanaan APBD 2025 di seluruh kabupaten dan tingkat provinsi. Kehadiran tim Kemendagri, katanya, sangat penting untuk mengidentifikasi kendala, memberikan asistensi teknis, dan memastikan realisasi anggaran berjalan efektif serta tepat sasaran.

“Yang kita kejar bukan sekadar realisasi penuh, tetapi pelaksanaan yang efektif, terukur, dan memberi dampak bagi masyarakat. Saya berharap diskusi berjalan konstruktif dan berbasis data, sehingga menghasilkan rekomendasi yang dapat segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Melalui forum ini, Pemprov Papua Tengah dan tim Kemendagri menyusun sejumlah rekomendasi teknis yang akan menjadi dasar percepatan pelaksanaan program jelang akhir tahun anggaran. Pemerintah berharap hasil rapat ini mampu memperkuat tata kelola keuangan serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di delapan kabupaten Papua Tengah.

“Semoga rapat ini memberi manfaat besar bagi peningkatan penyelenggaraan pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah,” tutup Alexander. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

SK Mendagri Sudah Terbit, Wamendagri Desak 11 Anggota DPRP Papua Pegunungan Segera Dilantik

JAKARTA, TOMEI.ID | Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua…

1 hari ago

HUT ke-54 Pemuda Sinar Bintang Daud, Teguhkan Iman dan Regenerasi Menuju 100 Tahun

DOGIYAI, TOMEI.ID | Memasuki usia ke-54 tahun, Pemuda Kelompok Sinar Bintang Daud meneguhkan komitmen untuk…

1 hari ago

Klarifikasi, Nanci Tegaskan Tak Usir Wartawan dari RDP: Forum Disebut Bersifat Terbatas

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua DPRK Nabire, Nanci Karolin Worabay, menegaskan dirinya bukan pihak yang meminta…

1 hari ago

Solidaritas Merauke Desak PSN Papua Selatan Dihentikan Usai Pemerintah Janji Setop Deforestasi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Solidaritas Merauke mendesak pemerintah menghentikan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan dan…

2 hari ago

Diundang Meliput, Wartawan Malah Diusir dari RDP oleh DPRK Nabire, Ada Apa?

NABIRE, TOMEI.ID | Seorang wartawan Mitrapol.com, Stefatunus Tawas, diminta meninggalkan ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP)…

2 hari ago

LBH Papua Laporkan Dugaan Penganiayaan Ketua MPM Uncen oleh Anggota Polresta Jayapura ke Polda Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua) melaporkan dugaan penganiayaan terhadap Ketua Majelis…

2 hari ago