Berita

Ketua DPW PKB Papua Pegunungan Kritik Anggota MRP, Soroti Disiplin dan Mekanisme Kelembagaan

WAMENA, TOMEI.ID | Ketua DPW PKB Papua Pegunungan, Asis Lani, melontarkan kritik keras terhadap anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), Ismail Asso, terkait segala pernyataan yang disampaikan  ke publik dalam beberapa waktu terakhir. Ia menilai sikap tersebut tidak mencerminkan etika dan tata tertib kelembagaan.

“Asosiasi media akhir-akhir ini menyoroti seakan-akan saudara Ismail Asso sebagai aktivis. Padahal beliau adalah anggota MRP yang seharusnya bekerja sesuai mekanisme dan tata tertib. Jangan seakan-akan jadi aktivis lalu keluarkan pernyataan ke media,” ujar Asis Lani kepada wartawan, Kamis (24/4/2026).

Asis menegaskan, selama kurang lebih dua setengah tahun terakhir, Ismail Asso disebut tidak aktif menjalankan tugas sebagai anggota MRP. Karena itu, ia menilai kritik yang disampaikan kepada pemerintah provinsi tidak memiliki dasar yang kuat secara kelembagaan.

“Selama dua setengah tahun itu Pak Ismail sendiri tidak pernah masuk kantor. Seharusnya kalau ada masalah, beliau koordinasi dengan ketua MRP, duduk satu meja, membuat surat resmi, lalu meminta audiensi dengan gubernur. Bukan bicara di luar mekanisme,” tegasnya.

Lebih lanjut, Asis menilai pernyataan yang disampaikan ke ruang publik justru berpotensi mencoreng nama baik lembaga MRP. Ia mengingatkan bahwa fungsi utama MRP adalah memperjuangkan hak-hak orang asli Papua melalui jalur formal, bukan melalui pernyataan terbuka tanpa prosedur.

“Kalau hanya berkoar tanpa jalur resmi, itu sama saja seperti anak kecil minta gula-gula. Fungsi MRP bukan mengkritik kinerja gubernur secara langsung, melainkan memperjuangkan hak-hak orang asli Papua Pegunungan melalui regulasi serta koordinasi dengan DPR dan pemerintah provinsi,” ujarnya.

Asis menekankan pentingnya menjaga marwah lembaga dengan kembali pada mekanisme yang telah diatur. Ia juga menyarankan agar Ismail Asso segera kembali menjalankan tugas dan berkoordinasi secara resmi.

“Saran saya, saudara Ismail Asso kembali ke Wamena, koordinasi dengan pimpinan MRP, lalu menyurati gubernur untuk audiensi. Kalau hanya melalui sorotan media, masalah tidak akan selesai,” tutupnya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Kekeringan dan Hujan Es Lumpuhkan Kebun Warga Kuyawage, Bantuan Diminta hingga 2027

TIOM, TOMEI.ID | Kekeringan berkepanjangan yang disusul hujan es berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat di…

19 menit ago

BPBD-KP Papua Tengah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kebakaran dan…

29 menit ago

BEM UNIPA Bekali Mahasiswa Baru, Tekankan Kepemimpinan dan Kepekaan Sosial

MANOKWARI, TOMEI.ID | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Papua (UNIPA) membekali mahasiswa baru dengan wawasan…

1 jam ago

Delapan Mahasiswa Yahukimo Lulus, IMY Manokwari Gelar Syukuran dan Beri Motivasi

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa Yahukimo (IMY) Kota Studi Manokwari menggelar ibadah syukuran atas keberhasilan…

1 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Bentuk Satgas Karhutla Papua Tengah, Operasi Darat dan Udara Disiapkan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menetapkan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan…

2 jam ago

BPBD Papua Pegunungan Respons Warga Terdampak Konflik Wouma, Bantuan Logistik Mulai Disalurkan

WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan bergerak menangani dampak konflik yang terjadi di…

4 jam ago