Berita

KNPB Mamberamo Tengah Kecam Penembakan Pelajar dan Warga Sipil di Kobakma

JAYAPURA, TOMEI.ID | Badan Pengurus Wilayah Komite Nasional Papua Barat (BPW-KNPB) Mamberamo Tengah mengecam keras insiden penembakan terhadap pelajar dan warga sipil di Distrik Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, yang terjadi pada Selasa (5/5/2026).

Dalam pernyataan resmi tertanggal 8 Mei 2026 yang ditandatangani Ketua BPW-KNPB Mamberamo Tengah, Ravis Polona, dan diterima Tomei.id pada Selasa (12/5/2026), KNPB menilai tindakan aparat keamanan TNI-Polri sebagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serta penggunaan kekuatan berlebihan terhadap warga sipil.

“Papua sebagai wilayah konflik bersenjata tentunya membuat keamanan dan keselamatan warga sipil di Papua sangat berada dalam ancaman kekerasan dan kejahatan. Kehadiran militer TNI-Polri di Tanah Papua hanya menambah jejak panjang kekerasan dan pelanggaran HAM di Papua,” tulis KNPB dalam pernyataannya.

KNPB menyoroti penggunaan senjata api terhadap warga sipil yang tidak bersenjata, termasuk pelajar dan anak-anak, yang disebut terus berulang di berbagai wilayah konflik di Papua.

Menurut mereka, penembakan terhadap pelajar dan masyarakat sipil di Kobakma merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional terkait penggunaan senjata api di wilayah sipil serta bagian dari dugaan pelanggaran HAM berat yang harus diusut secara transparan dan independen.

“Kasus terbaru adalah penembakan terhadap pelajar SMA di Mamberamo Tengah oleh aparat kepolisian Indonesia pada 5 Mei 2026. Tindakan ini benar-benar brutal dan tidak manusiawi,” lanjut pernyataan tersebut.

Dalam keterangannya, BPW-KNPB Mamberamo Tengah juga menyinggung sejumlah kasus kekerasan yang terjadi di berbagai daerah di Papua, seperti Timika, Wamena, Yahukimo, Dogiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak Jaya, Maybrat hingga Pegunungan Bintang, yang disebut menyebabkan jatuhnya korban sipil serta gelombang pengungsian masyarakat.

Atas insiden di Kobakma, KNPB mendesak Kapolda Papua segera mencopot Kapolres Mamberamo Tengah beserta aparat yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut.

Selain itu, mereka mengeluarkan sepuluh poin tuntutan, di antaranya mendesak proses hukum terhadap pelaku penembakan, meminta pemerintah daerah bertanggung jawab atas penanganan korban luka, hingga mendorong Komnas HAM Papua, LBH, dan Koalisi HAM Papua melakukan investigasi langsung ke Mamberamo Tengah.

KNPB juga menolak penyelesaian kasus melalui kompensasi atau pendekatan “bayar membayar” tanpa proses hukum terhadap aparat yang diduga terlibat.

Mereka turut meminta DPRK dan Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah membentuk panitia khusus guna mengusut kasus tersebut secara menyeluruh, serta mendukung pembentukan tim pencari fakta independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait dugaan pelanggaran HAM di Papua.

Di akhir pernyataannya, BPW-KNPB Mamberamo Tengah mendesak penghentian operasi militer di wilayah sipil dan meminta pemerintah Indonesia membuka akses pemantauan internasional di Papua.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah daerah terkait pernyataan dan tuntutan yang disampaikan BPW-KNPB Mamberamo Tengah tersebut. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

SK Pemekaran Yalimo Diduga Jadi Jaminan Pinjaman Rp250 Miliar, Saksi Hidup Desak Pemerintah Buka Penjelasan ke Publik

MANOKWARI, TOMEI.ID | Dugaan penggunaan Surat Keputusan (SK) Pemekaran Kabupaten Yalimo sebagai bagian dari proses…

7 jam ago

Jika Brazil Lolos ke 16 Besar, Lazarus Indow Siap Pimpin Ribuan Pendukung Konvoi di Manokwari

MANOKWARI, TOMEI.ID | Dukungan terhadap Tim Nasional (Timnas) Brazil dipastikan bakal menggema di Manokwari apabila…

8 jam ago

Kontrakan Mahasiswa Yahukimo di Manokwari Belum Dibayar, Pemkab Didesak Segera Lunasi Kewajiban

MANOKWARI, TOMEI.ID | Tunggakan pembayaran kontrakan mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo di Kota Studi Manokwari kembali…

8 jam ago

Bupati Puncak Berangkatkan 317 Siswa, Gubernur Meki Sebut Ini Langkah Tepat Hadapi Masa Depan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mengapresiasi langkah Bupati Puncak, Elvis Tabuni, yang…

12 jam ago

Pemprov Papua Tengah Percepat Harmonisasi Regulasi Otsus, Forum SKPD Sinkronkan Produk Hukum Daerah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mempercepat harmonisasi produk hukum daerah sebagai langkah…

16 jam ago

Papua Tengah Klaim Terdepan Terapkan SIPD-RI dan SP2D Online, Tumiran: Pengelolaan Keuangan Kita Lebih Baik

NABIRE, TOMEI.ID | Staf Ahli Gubernur Papua Tengah, Dr. H. Tumiran, menyebut Provinsi Papua Tengah…

17 jam ago