Berita

Kolaborasi Kampus Papua dan Mitra Global, Literasi Guru Jadi Prioritas

NABIRE, TOMEI.ID | Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, UNICEF Australia, dan Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat literasi mahasiswa calon guru Papua melalui Pelatihan Modul Literasi Baca Tulis dan Numerasi yang berlangsung di Nabire, 29 September–1 Oktober 2025.

Inisiatif tersebut menjadi langkah strategis membangun pendidikan Papua dari akar, dengan menyiapkan calon pendidik yang literat, reflektif, dan berdaya saing global tanpa mengabaikan kearifan budaya lokal. Mahasiswa calon guru khususnya dari program PGSD dan PGMI didorong untuk memahami literasi sebagai keterampilan berpikir kritis, memahami informasi, dan menggunakannya untuk memecahkan persoalan nyata, bukan hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis.

Kolaborasi ini mencerminkan semangat glokalisasi, mengadaptasi pengetahuan global agar relevan dengan realitas lokal Papua. UNICEF Australia menghadirkan pengalaman pendidikan inklusif berbasis bukti (evidence-based learning), sementara perguruan tinggi di Papua menjadi pelaksana utama yang memahami kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat.

Dekan FKIP USWIM Nabire, Martinus Tekege, S.Pd., M.T., menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral untuk mencetak guru literat.

“Mari jadikan literasi sebagai budaya akademik di kampus dan sekolah. Sebab dengan literasi, kita sedang membangun peradaban,” ujarnya.

Senada, Wakil Rektor I USWIM Nabire, Ir. Estefanus L. S. Tumbaal, menekankan bahwa literasi guru adalah penentu arah masa depan pendidikan Papua.

Pelatihan ini membawa dampak positif, meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam mengelola kelas secara kreatif, interaktif, dan kontekstual. Lebih dari itu, sinergi antarkampus di Papua membuka jejaring akademik baru yang berkelanjutan, sekaligus peluang riset kolaboratif dengan UNICEF Australia dan mitra global lainnya.

Gerakan literasi ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi menjadi komitmen bersama untuk menyiapkan generasi guru Papua yang literat, berkarakter, dan visioner. Dengan guru yang kuat dalam literasi, masa depan pendidikan Papua diharapkan lebih terbuka, adil, dan mampu menjawab tantangan zaman. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Musa Boma Serahkan Pernyataan Sikap SIMAPITOWA kepada Menteri HAM, Soroti Pemasangan Papan Nama di Siriwo

NABIRE, TOMEI.ID | Front Peduli Manusia dan Alam Meepago Wilayah SIMAPITOWA Kabupaten Nabire menyampaikan pernyataan…

5 jam ago

FIM-WP Manokwari Soroti Pendidikan di Papua, Dorong Pendidikan Gratis dan Kritik Program MBG

MANOKWARI, TOMEI.ID | Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIM-WP) Komite Pimpinan Kota (KPK) Wilayah Manokwari…

5 jam ago

HUT ke-81 RI, Rektor UNIPA Tegaskan Kampus Harus Hasilkan Riset dan Inovasi Berdampak

MANOKWARI, TOMEI.ID | Universitas Papua (UNIPA) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan…

5 jam ago

Dana Otsus Belum Cair, Sejumlah Program Papua Barat Cerdas Menunggu Kepastian

MANOKWARI, TOMEI.ID | Sejumlah agenda pendidikan dalam program Papua Barat Cerdas masih menunggu kepastian pencairan…

5 jam ago

Pemprov Papua Tengah Daftarkan 50.000 Warga ke JKN, Perluas Akses Kesehatan hingga Kampung

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah terus memperluas jaminan kesehatan masyarakat dengan mendaftarkan…

7 jam ago

Wagub Papua Tengah Tampilkan Identitas Lani dalam Upacara HUT ke-81 RI di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, tampil mengenakan busana adat Suku Lani…

7 jam ago