Berita

Konflik Kwamki Lama Memanas, Yulian Magai Desak Bupati Mimika dan Puncak Tangkap Kepala Perang!

NABIRE, TOMEI.ID | Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Yulian Magai, mendesak Bupati Mimika dan Bupati Puncak segera menuntaskan konflik di wilayah Kwamki Lama, yang telah menimbulkan korban jiwa dan mengancam keamanan masyarakat serta stabilitas pemerintahan daerah.

Konflik ini telah berlangsung lama dan bukan lagi sekadar persoalan antarwarga. Menurut Yulian, situasi di Kwamki Lama telah berkembang menjadi masalah serius yang menyangkut kemanusiaan, keamanan, dan kewibawaan negara.

“Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab konstitusional untuk hadir dan menjadi penengah. Konflik ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” ujar Yulian Magai kepada redaksi tomei.id, pada Senin (5/1/2026).

Yulian Magai meminta Polres Mimika bertindak tegas dengan menangkap aktor utama di balik pertikaian tersebut. Ia menekankan bahwa penegakan hukum tidak boleh dilakukan setengah hati, terutama setelah konflik ini menelan korban jiwa, termasuk dari unsur kepolisian.

“Kepala perang dari kedua kubu harus segera ditangkap dan diproses hukum. Jangan menunggu sampai ada korban baru. Negara harus hadir dan menunjukkan bahwa tidak ada pihak yang kebal hukum,” tegas Yulian Magai kepada tomei.id, Senin (5/1/2026).

Selain faktor keamanan, Magai menyoroti lemahnya pendataan warga di wilayah konflik. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika melakukan pendataan menyeluruh untuk memastikan status administrasi penduduk di Kwamki Lama.

“Pemerintah Mimika harus memastikan mana warga ber-KTP Mimika dan mana warga Kabupaten Puncak. Kejelasan ini penting agar tanggung jawab pemerintah daerah menjadi terang dan tidak terjadi aksi saling lempar kewenangan dalam penanganan sosial,” ujarnya.

Magai mengingatkan bahwa pendekatan militeristik atau keamanan saja tidak akan cukup. Ia meminta kedua kepala daerah duduk bersama untuk membuka ruang dialog yang jujur, transparan, dan mengedepankan hukum adat.

“Gunakan pendekatan humanis. Perdamaian yang lahir dari kesepakatan adat dan musyawarah akan jauh lebih kokoh dan berkelanjutan dibanding sekadar penjagaan aparat di lapangan,” tambahnya.

Sebagai wakil rakyat, Yulian Magai memberikan peringatan keras bahwa jika konflik ini terus dibiarkan berlarut, maka kredibilitas pemerintah daerah akan dipertanyakan. Ia menuntut komitmen nyata dari Bupati Mimika dan Bupati Puncak untuk memprioritaskan keselamatan warga di atas kepentingan politik apa pun.

“Ini adalah alarm keras bagi kita semua. Stabilitas pembangunan di Papua Tengah tidak akan terwujud selama konflik horizontal seperti di Kwamki Lama tidak diselesaikan hingga ke akarnya,” tutup Magai. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

DPR Papua Tengah Desak Kapolda Jelaskan Perkembangan Kasus Dogiyai

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua I DPR Papua Tengah, Diben Elaby, meminta Kapolda Papua Tengah…

6 jam ago

KADIN Dogiyai Dorong Kopi Kembali Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Dogiyai, Amatus Anouw, mendorong masyarakat…

6 jam ago

IPMADO Tuding Eks Kapolres Dogiyai Yocbeth Mince Mayor Otak Pembunuhan Juventus Edowai

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire menuding mantan Kapolres…

6 jam ago

Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka Kematian Presenter TVRI Yanto Idorway

MANOKWARI, TOMEI.ID | Polda Papua Barat menetapkan dua orang berinisial D dan P sebagai tersangka…

1 hari ago

Perdana Ikut Kriyanusa 2026, Dekranasda Deiyai Bawa Noken dan Kerajinan Khas ke Panggung Nasional

JAKARTA, TOMEI.ID | Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai untuk pertama kalinya membawa produk…

1 hari ago

Dari Buku ke Diskusi, IPM-IDAKI Gerakkan Budaya Literasi di Kampung Harapan

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/Mahasiswi Idadagi Kigamani (IPM-IDAKI) kembali menggelar kegiatan Lapak Baca…

1 hari ago