Konvoi Bendera Senegal di Manokwari Suarakan Solidaritas dan Empat Tuntutan Sosial

oleh -1177 Dilihat

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ratusan fans Timnas Senegal menggelar konvoi kendaraan sambil mengibarkan bendera Senegal di sejumlah ruas jalan Kota Manokwari, Selasa (16/6/2026). Selain menyuarakan solidaritas terhadap sesama bangsa kulit hitam, peserta aksi juga menyampaikan empat tuntutan terkait perlindungan masyarakat adat, pembangunan, keamanan, dan demokrasi di Papua.

Aksi yang dimulai dari kawasan Amban hingga Bandara Rendani itu dipimpin Ketua Panitia, Arnol Y. Halitopo. Dalam orasinya, Arnol menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan bagian dari perayaan olahraga maupun dukungan terhadap ajang sepak bola internasional.

banner 728x90

BACA JUGA: Ribuan Pendukung Senegal Gelar Pawai Akbar di Nabire Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026

“Kami melakukan konvoi dan pawai hari ini bukan karena bola. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap harga diri dan martabat bangsa kulit hitam,” ujar Arnol di hadapan peserta aksi.

Menurut Arnol, pengibaran bendera Senegal memiliki makna historis yang berkaitan dengan hubungan solidaritas yang telah terjalin sejak dekade 1960-an. Karena itu, simbol tersebut digunakan untuk mengingat kembali nilai persaudaraan serta perjuangan bersama melawan rasisme dan diskriminasi.

BACA JUGA: Ratusan Massa Kibarkan Bendera Senegal dalam Pawai Solidaritas di Manokwari

“Sebagai orang Papua, kita harus tetap mengingat sejarah dan mendukung perjuangan melawan rasisme di tingkat internasional. Solidaritas terhadap sesama bangsa kulit hitam adalah bagian dari harga diri dan martabat kita,” katanya.

Selain menyampaikan pesan solidaritas, peserta aksi membagikan selebaran yang berisi sejumlah aspirasi terkait kondisi sosial dan pembangunan di Papua. Aspirasi tersebut menekankan pentingnya penghormatan terhadap keberadaan masyarakat adat beserta hak ulayatnya, perlindungan tanah adat sebagai warisan yang harus dijaga, serta perhatian terhadap situasi keamanan dan demokrasi di Papua.

Peserta aksi juga menyatakan penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menurut mereka berpotensi berdampak pada ruang hidup masyarakat adat apabila tidak disertai perlindungan yang memadai terhadap hak-hak masyarakat lokal.

Arnol menegaskan bahwa aksi damai tersebut bertujuan menyampaikan pesan sosial kepada publik sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga martabat masyarakat adat Papua di tengah berbagai dinamika pembangunan yang berlangsung.

Di akhir kegiatan, ia mengimbau agar setiap aksi serupa di masa mendatang tetap berlangsung secara damai, tertib, dan mengedepankan pesan-pesan sosial yang konstruktif bagi masyarakat.

Konvoi berlangsung dengan pengawalan dan melintasi sejumlah titik di Kota Manokwari. Iring-iringan kendaraan yang membawa bendera Senegal dan berbagai spanduk aspirasi menarik perhatian warga yang menyaksikan kegiatan tersebut di sepanjang rute perjalanan. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.