Berita

Konvoi Bendera Senegal di Manokwari Suarakan Solidaritas dan Empat Tuntutan Sosial

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ratusan fans Timnas Senegal menggelar konvoi kendaraan sambil mengibarkan bendera Senegal di sejumlah ruas jalan Kota Manokwari, Selasa (16/6/2026). Selain menyuarakan solidaritas terhadap sesama bangsa kulit hitam, peserta aksi juga menyampaikan empat tuntutan terkait perlindungan masyarakat adat, pembangunan, keamanan, dan demokrasi di Papua.

Aksi yang dimulai dari kawasan Amban hingga Bandara Rendani itu dipimpin Ketua Panitia, Arnol Y. Halitopo. Dalam orasinya, Arnol menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan bagian dari perayaan olahraga maupun dukungan terhadap ajang sepak bola internasional.

BACA JUGA: Ribuan Pendukung Senegal Gelar Pawai Akbar di Nabire Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026

“Kami melakukan konvoi dan pawai hari ini bukan karena bola. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap harga diri dan martabat bangsa kulit hitam,” ujar Arnol di hadapan peserta aksi.

Menurut Arnol, pengibaran bendera Senegal memiliki makna historis yang berkaitan dengan hubungan solidaritas yang telah terjalin sejak dekade 1960-an. Karena itu, simbol tersebut digunakan untuk mengingat kembali nilai persaudaraan serta perjuangan bersama melawan rasisme dan diskriminasi.

BACA JUGA: Ratusan Massa Kibarkan Bendera Senegal dalam Pawai Solidaritas di Manokwari

“Sebagai orang Papua, kita harus tetap mengingat sejarah dan mendukung perjuangan melawan rasisme di tingkat internasional. Solidaritas terhadap sesama bangsa kulit hitam adalah bagian dari harga diri dan martabat kita,” katanya.

Selain menyampaikan pesan solidaritas, peserta aksi membagikan selebaran yang berisi sejumlah aspirasi terkait kondisi sosial dan pembangunan di Papua. Aspirasi tersebut menekankan pentingnya penghormatan terhadap keberadaan masyarakat adat beserta hak ulayatnya, perlindungan tanah adat sebagai warisan yang harus dijaga, serta perhatian terhadap situasi keamanan dan demokrasi di Papua.

Peserta aksi juga menyatakan penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menurut mereka berpotensi berdampak pada ruang hidup masyarakat adat apabila tidak disertai perlindungan yang memadai terhadap hak-hak masyarakat lokal.

Arnol menegaskan bahwa aksi damai tersebut bertujuan menyampaikan pesan sosial kepada publik sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga martabat masyarakat adat Papua di tengah berbagai dinamika pembangunan yang berlangsung.

Di akhir kegiatan, ia mengimbau agar setiap aksi serupa di masa mendatang tetap berlangsung secara damai, tertib, dan mengedepankan pesan-pesan sosial yang konstruktif bagi masyarakat.

Konvoi berlangsung dengan pengawalan dan melintasi sejumlah titik di Kota Manokwari. Iring-iringan kendaraan yang membawa bendera Senegal dan berbagai spanduk aspirasi menarik perhatian warga yang menyaksikan kegiatan tersebut di sepanjang rute perjalanan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Terima 34 Motor dari Gubernur, Wim Joani: Bantu Ekonomi dan Buka Lapangan Usaha

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Penerima bantuan sepeda motor dari Gubernur Papua Tengah, Meki Frit Nawipa,…

10 jam ago

Meki Nawipa Targetkan Intan Jaya Terang 24 Jam Mulai Desember 2026

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menargetkan Kabupaten Intan Jaya mulai menikmati…

10 jam ago

Meki Nawipa Cek Sekolah dan PLN di Intan Jaya, Janji Percepat Pembangunan

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Frit Nawipa, bersama rombongan Forum Koordinasi Pimpinan…

12 jam ago

Pasokan Menipis, Harga Sirih di Pasar Sanggeng Tembus Rp700 Ribu

MANOKWARI, TOMEI.ID | Harga sirih di Pasar Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, melonjak hingga Rp700.000…

12 jam ago

Pelajar Tolak MBG, Kadisdikbud Papua Tengah: Kewenangan Ada di BGN

NABIRE, TOMEI.ID | Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah Nawipa, menegaskan pihaknya…

13 jam ago

Kapolres Nabire Akui Aksi Tolak MBG Berjalan Aman, 467 Personel Gabungan Dikerahkan

NABIRE, TOMEI.ID | Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu mengakui aksi demonstrasi pelajar dan mahasiswa…

20 jam ago