WAMENA, TOMEI.ID | Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Pegunungan mulai memperkuat koordinasi dan konsolidasi dengan KPA kabupaten sebagai langkah awal mempercepat penanganan HIV/AIDS di delapan kabupaten di wilayah tersebut.
Langkah strategis itu diawali melalui kunjungan kerja (Kunker) perdana jajaran KPA Provinsi Papua Pegunungan ke Kantor KPA Kabupaten Jayawijaya, Senin (5/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi agenda kerja pertama setelah kepengurusan KPA Provinsi Papua Pegunungan memperoleh Surat Keputusan (SK) resmi dari Gubernur Papua Pegunungan.
Ketua KPA Papua Pegunungan, Nur Dani Wenda, mengatakan kunjungan ke Jayawijaya menjadi titik awal konsolidasi bersama KPA kabupaten dalam memperkuat penanganan HIV/AIDS secara terpadu di seluruh wilayah Papua Pegunungan.
“Ini adalah hari pertama sekaligus kerja pertama kami melakukan kunjungan ke KPA Kabupaten Jayawijaya. Wilayah kerja kami mencakup delapan kabupaten, dan Jayawijaya menjadi prioritas utama karena peran serta beban penanganannya yang sangat besar,” ujar Nur Dani Wenda saat memberikan keterangan pers.
Menurutnya, penanganan HIV/AIDS membutuhkan dukungan dan sinergi yang kuat antara Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan pemerintah kabupaten.
Dukungan tersebut dinilai penting untuk memastikan kerja-kerja KPA di lapangan dapat berjalan secara efektif, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan aktivis dan berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam penanggulangan HIV/AIDS.
“Legalitas hukum sudah kita kantongi melalui kepercayaan yang diberikan oleh Bapak Gubernur dan para bupati. Tugas ini kami jalankan dengan hati yang tulus, jujur, dan atas nama kemanusiaan. Misi utama kami adalah menyelamatkan masyarakat serta meredam angka penyebaran virus di Papua Pegunungan, menyelamatkan yang sisa dan tersisa,” tegas Nur Dani.
Ia menambahkan, kunjungan kerja tersebut tidak berhenti di Jayawijaya. Setelah itu, KPA Provinsi Papua Pegunungan dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Lanny Jaya dan sejumlah kabupaten lainnya sebelum penutupan tahun anggaran.
Nur Dani menegaskan, rangkaian kunjungan tersebut diarahkan untuk memperkuat kerja teknis dan koordinasi antarlembaga, bukan sekadar kegiatan sosialisasi. Hal itu karena data serta penanganan pasien HIV/AIDS berada pada KPA dan dinas kesehatan di masing-masing kabupaten.
Sementara itu, Ketua Harian KPA Kabupaten Jayawijaya, Tonius Wenda, menyambut positif kunjungan perdana jajaran KPA Provinsi Papua Pegunungan.
Menurutnya, kehadiran KPA provinsi menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi persoalan HIV/AIDS di tingkat daerah.
“Pertama-tama, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kunjungan kerja perdana Ketua KPA Provinsi beserta jajaran staf. Kami menyambut baik kolaborasi ini. Dalam diskusi yang telah kami lakukan, kami sepakat bahwa KPA Provinsi dan kabupaten adalah mitra kerja yang harus terus berjalan bersama demi menyelamatkan masyarakat kita ke depan,” pungkas Tonius. [*]










