Berita

Kronologi Penangkapan Lima Warga Sipil di Nabire, Terjadi di Tiga Lokasi Berbeda dalam Sehari

NABIRE, TOMEI.ID | Lima warga sipil dilaporkan diamankan aparat gabungan kepolisian yang tergabung dalam Satgas Damai Cartenz di sejumlah lokasi berbeda di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Rabu (11/3/2026) malam.

Informasi yang diterima redaksi menyebutkan penangkapan terjadi di tiga wilayah berbeda, yakni Distrik Wanggar, Kampung Pepaya, dan kawasan Bumi Wonorejo di Kota Nabire, dalam rentang waktu satu hari.

baca juga: Lima Warga Sipil Dilaporkan Ditangkap Aparat di Nabire, Kapolres Mengaku Belum Terima Laporan

Berdasarkan keterangan yang dihimpun redaksi, dua warga sipil pertama yang diamankan adalah Peniel Weya dan Kris Mirip. Keduanya dilaporkan ditangkap di wilayah Distrik Wanggar sekitar pukul 14.00 WIT.

Menurut keterangan keluarga, Peniel Weya dan Kris Mirip saat itu berada di sekitar jalan masuk Bandar Udara Baru Nabire. Keduanya disebut baru kembali dari kebun dan berhenti di sebuah kios untuk membeli air minum ketika aparat datang dan langsung membawa keduanya tanpa penjelasan.

baca juga: Warga Sipil Nabire Dilaporkan Ditangkap Aparat Kepolisian, Organisasi HAM Desak Penjelasan Resmi

Penangkapan berikutnya dilaporkan terjadi di Kampung Pepaya sekitar pukul 16.00 WIT. Dua warga lainnya, Yosua Waker dan Lakius Waker, disebut diamankan saat hendak menuju Kota Nabire dari rumah.

Seorang saksi menyebutkan aparat menggunakan kendaraan untuk mendatangi lokasi, kemudian langsung menahan kedua warga tersebut dan membawa mereka menuju kantor kepolisian.

Pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIT, penangkapan kembali dilaporkan terjadi di kawasan Bumi Wonorejo, Kota Nabire. Seorang warga sipil bernama Desen Agimbau (29) disebut diamankan oleh aparat militer sebelum kemudian dibawa menuju markas aparat.

Informasi yang beredar menyebutkan proses penangkapan terhadap kelima warga tersebut diduga dilakukan tanpa menunjukkan surat perintah penangkapan maupun penjelasan resmi mengenai alasan penahanan.

Selain penangkapan tersebut, sejumlah warga juga melaporkan adanya patroli aparat bersenjata di beberapa wilayah Kota Nabire dalam beberapa waktu terakhir. Patroli dilakukan menggunakan kendaraan militer dengan personel bersenjata lengkap.

Kehadiran aparat bersenjata di kawasan permukiman warga disebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama bagi anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi patroli.

Saat dikonfirmasi oleh redaksi tomei.id, Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu mengaku belum menerima laporan terkait penangkapan lima warga sipil tersebut.

“Sy blm 86 ade. Karna yg giat dari satgas ya,” ujar AKBP Samuel Dominggus Tatiratu singkat saat dihubungi pada Rabu malam.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Satgas Damai Cartenz terkait alasan penangkapan maupun status hukum kelima warga sipil yang disebut diamankan tersebut.

Dengan demikian, tim redaksi tomei.id masih terus melakukan upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai peristiwa tersebut. Redaksi juga akan memperbarui informasi sesuai perkembangan fakta di lapangan dengan tetap mengedepankan prinsip jurnalisme yang independen, akurat, dan berimbang. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Meki Nawipa Dorong Kadin Papua Tengah Gerakkan Ekonomi Lokal, Kurangi Ketergantungan Pertambangan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi…

8 jam ago

Belanja Perubahan APBD Papua Tengah Naik Rp1,27 Triliun, Gubernur Meki Tekankan Akuntabilitas

NABIRE, TOMEI.ID | Belanja daerah dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Papua Tengah Tahun…

8 jam ago

7 Tahun Peristiwa Expo Waena, FIM-WP Manokwari Gelar Diskusi dan Seribu Lilin Kenang Ason Mujizau

MANOKWARI, TOMEI.ID | Komite Pimpinan Kota (KPK) Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIM-WP) Manokwari, Papua…

12 jam ago

KOMPASS Desak Investigasi Independen atas Laporan Dugaan Penembakan Warga di Samboga Yahukimo

SUMUT, TOMEI.ID | Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS), Anderian Kamo, mendesak dilakukan investigasi…

12 jam ago

Badan Pengurus Asrama Putra Paniai di Kota Studi Jayapura Minta Pemerintah Benahi Asrama Mahasiswa

JAYAPURA, TOMEI.ID | Badan Pengurus Asrama (BPA) Paniai di Kota Study Jayapura, Fredy Mote menyampaikan…

12 jam ago

DPR Papua Tengah Minta Staf Perjelas Status Rapat kepada Wartawan

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, meminta jajaran staf…

13 jam ago