Berita

Mahasiswa DWRI UNIPA Asah Kemampuan Riset Digital Lewat Praktik Lapangan di Lima Kampung

MANOKWARI, TOMEI.ID | Mahasiswa tingkat akhir DWRI angkatan 2019, 2020, 2021, dan 2022 mengikuti Pelatihan Pengembangan Kapasitas dan Penggunaan Kuisioner Digital yang berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (8-9/5/2026).

Kegiatan tersebut dipusatkan di Auditorium Fakultas Kehutanan Universitas Papua dan dilanjutkan dengan praktik lapangan di lima kampung di Kabupaten Manokwari.

Sebanyak 33 peserta yang terdiri dari panitia dan mahasiswa tingkat akhir DWRI terlibat dalam kegiatan tersebut. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas mahasiswa dalam menghadapi tuntutan penelitian berbasis teknologi dan pengelolaan data lapangan secara modern.

Ketua panitia, Ola Kakiom, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan penggunaan kuisioner digital sekaligus memberikan pengalaman langsung dalam proses pengumpulan dan pengelolaan data di tengah masyarakat.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Wakil Dekan I Fakultas Kehutanan Universitas Papua, Wolfram Yahya Mofu, serta menghadirkan pemateri Steven Yohanes Theo Polo yang membawakan materi tentang teknik penggunaan kuisioner digital, pengelolaan data, hingga metode wawancara masyarakat.

Dalam sambutannya, Wolfram Yahya Mofu memberikan apresiasi kepada panitia dan mahasiswa DWRI yang telah menginisiasi pelatihan tersebut. Menurutnya, penguasaan teknologi, khususnya dalam penggunaan kuisioner digital, kini menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa di tengah perkembangan dunia penelitian dan pengelolaan data.

“Kegiatan seperti ini sangat baik karena mahasiswa tidak hanya belajar teori di dalam ruangan, tetapi juga langsung turun ke lapangan untuk memahami kondisi masyarakat dan proses pengumpulan data secara nyata,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kemampuan melakukan wawancara, pengumpulan data, hingga pengelolaan informasi lapangan merupakan bagian penting dalam proses akademik, terutama bagi mahasiswa tingkat akhir yang tengah mempersiapkan penelitian dan tugas akhir.

Selain itu, ia mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan serius, menjaga nama baik kampus, serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat selama praktik lapangan berlangsung.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas mahasiswa agar lebih siap, terampil, dan bertanggung jawab dalam melakukan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat,” tutupnya.

Pada hari pertama, peserta menerima materi, diskusi, dan simulasi penggunaan kuisioner digital di lingkungan kampus. Sementara pada hari kedua, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk diterjunkan langsung ke lima kampung lokasi praktik lapangan, yakni Kampung Aipiri, Kampung Ayambori, Kampung Susweni, Kampung Inoduas dan Kampung Pami.

Dalam praktik lapangan tersebut, mahasiswa melakukan wawancara dengan masyarakat, pengumpulan data, pengolahan data lapangan, hingga pemaparan hasil kegiatan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik.

Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat antusias tinggi dari peserta. Selain meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa, pelatihan ini juga memperkuat pengalaman lapangan, kemampuan kerja tim, serta pendekatan penelitian berbasis masyarakat yang menjadi bekal penting bagi mahasiswa DWRI UNIPA ke depan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Musa Boma Serahkan Pernyataan Sikap SIMAPITOWA kepada Menteri HAM, Soroti Pemasangan Papan Nama di Siriwo

NABIRE, TOMEI.ID | Front Peduli Manusia dan Alam Meepago Wilayah SIMAPITOWA Kabupaten Nabire menyampaikan pernyataan…

8 jam ago

FIM-WP Manokwari Soroti Pendidikan di Papua, Dorong Pendidikan Gratis dan Kritik Program MBG

MANOKWARI, TOMEI.ID | Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIM-WP) Komite Pimpinan Kota (KPK) Wilayah Manokwari…

8 jam ago

HUT ke-81 RI, Rektor UNIPA Tegaskan Kampus Harus Hasilkan Riset dan Inovasi Berdampak

MANOKWARI, TOMEI.ID | Universitas Papua (UNIPA) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan…

9 jam ago

Dana Otsus Belum Cair, Sejumlah Program Papua Barat Cerdas Menunggu Kepastian

MANOKWARI, TOMEI.ID | Sejumlah agenda pendidikan dalam program Papua Barat Cerdas masih menunggu kepastian pencairan…

9 jam ago

Pemprov Papua Tengah Daftarkan 50.000 Warga ke JKN, Perluas Akses Kesehatan hingga Kampung

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah terus memperluas jaminan kesehatan masyarakat dengan mendaftarkan…

10 jam ago

Wagub Papua Tengah Tampilkan Identitas Lani dalam Upacara HUT ke-81 RI di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, tampil mengenakan busana adat Suku Lani…

11 jam ago