Berita

Mahasiswa Papua di Denpasar Diteror Paket Berisi Kepala Babi Busuk

DENPASAR, TOMEI.ID | Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Denpasar, Bali, ketika sekelompok mahasiswa asal Papua menerima kiriman paket mencurigakan berisi kepala babi busuk dan tanah.

Kejadian tersebut terjadi pada Jumat sore sekitar pukul 15.00 WITA, di salah satu kontrakan mahasiswa Papua di kawasan Denpasar.

Paket dikirim oleh seorang pengantar ojek daring (Grab) dalam bentuk dua kotak kardus berukuran sedang, dengan tujuan atas nama dua mahasiswa: Wemison Enembe dan Yuberthinus Gobay. Paket tersebut disertai label keterangan “Buku Papua Bergerak” dan mencantumkan nomor WhatsApp pengirim yang tidak dikenali oleh para penerima.

“Awalnya kami kira paket itu berisi buku sebagaimana yang tertulis. Tapi tidak ada yang merasa memesan. Setelah pengantar pergi, kami memutuskan untuk membuka dan memeriksa isinya,” ungkap salah satu penghuni kontrakan yang enggan disebutkan namanya.

Ketika dibuka, para mahasiswa dikejutkan oleh isi paket: bangkai kepala babi dalam kondisi membusuk, bercampur tanah. Bau menyengat membuat penghuni kontrakan panik dan menutup hidung. Insiden ini langsung memicu kecemasan di kalangan mahasiswa Papua yang tinggal di lokasi tersebut.

Setelah melakukan pelacakan melalui aplikasi GetContact, para mahasiswa menemukan bahwa nomor pengirim teridentifikasi atas nama Made Budawan. Nama tersebut juga terkait dengan akun media sosial yang memiliki foto profil serupa serta mengenakan pakaian berlogo organisasi Ksatria Dalem Tarukan Kampuh Poleng Tanpa Tepi, sebuah kelompok adat atau komunitas lokal yang dikenal di Bali.

Mahasiswa Papua menilai kejadian ini sebagai bentuk teror yang bertujuan membungkam ruang gerak mereka dalam berorganisasi dan menyuarakan kondisi Papua yang mereka anggap sedang dalam situasi darurat, baik secara ekologis (ekosida), militeristik, maupun kemanusiaan (genosida).

“Kami sadar ini bukan kiriman biasa. Ini adalah bentuk teror yang disengaja untuk menakut-nakuti kami, mahasiswa Papua, agar tidak aktif dalam organisasi kritis,” ujar seorang mahasiswa yang ikut membuka paket tersebut.

Mereka menegaskan bahwa intimidasi seperti ini tidak akan menyurutkan komitmen mereka untuk terus menyuarakan kondisi rakyat Papua.

Dalam pernyataan kolektif, mereka menyerukan solidaritas:“Mahasiswa Papua akan terus berdiri bersama rakyat Papua yang hari ini masih berjuang melawan eksploitasi, operasi militer, dan penindasan yang terus terjadi. Kami akan terus baku jaga, baku kasih tahu, bersatu, berorganisasi, dan melawan balik!

”Pihak mahasiswa mengaku tengah berkonsultasi dengan jaringan bantuan hukum dan organisasi HAM untuk menentukan langkah lebih lanjut. Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi dari pihak kepolisian terkait laporan atau penyelidikan atas kejadian ini. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Pemkab Nabire Tegaskan Status Taman Gizi sebagai Aset Daerah Usai Mediasi

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, menegaskan status Taman Gizi sebagai aset daerah setelah…

5 menit ago

BEM UNIPA Periode 2024–2026 Demisioner, Yenusson Ungkap Tiga Capaian Kepengurusan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Papua (UNIPA) periode 2024–2026 resmi dinyatakan demisioner…

43 menit ago

Ledakan Siswa SD YPPK Bilogai Tembus 600 Anak, Pastor Yance: SSH Berhasil, Tapi Kami Kekurangan Gedung

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di Kabupaten Intan Jaya terbukti berhasil…

13 jam ago

Panah Papua Soroti Hutan di PSN GOKPL, Kehutanan Minta Data Koordinat untuk Verifikasi

MANOKWARI, TOMEI.ID | Perkumpulan Panah Papua menyoroti dugaan dampak pembukaan kawasan hutan dalam kegiatan Proyek…

23 jam ago

Dinkes Papua Tengah Perkuat Layanan Penyakit Menular di Dogiyai, Kompetensi Petugas Puskesmas Ditingkatkan

DOGIYAI, TOMEI.ID | Dinas Kesehatan (Dinkes)Provinsi Papua Tengah, memperkuat pelayanan penyakit menular di Kabupaten Dogiyai…

23 jam ago

Pemprov Papua Tengah Dorong Pendidikan Inklusif, Layanan Disabilitas Diminta Berfungsi Nyata

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, mendorong penguatan pendidikan inklusif agar Anak Berkebutuhan…

24 jam ago