Berita

Mahasiswa UNCEN Gelar Aksi Tuntut Transparansi Kelulusan Mahasiswa Baru

JAYAPURA, TOMEI.ID | Mahasiswa dari sembilan fakultas di lingkungan Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar aksi di Jayapura, Selasa (24/6/2026), untuk menuntut transparansi proses seleksi penerimaan mahasiswa baru serta meminta kejelasan terhadap sejumlah peserta yang dinyatakan tidak lulus dalam seleksi jalur JMSB.

Aksi tersebut menyoroti dugaan kurangnya keterbukaan pihak universitas dalam proses seleksi mahasiswa baru, khususnya terkait pengumuman hasil kelulusan dan akses terhadap data seleksi. Massa aksi menilai, transparansi menjadi hal penting untuk menjamin keadilan dalam penerimaan mahasiswa baru di lingkungan Universitas Cenderawasih.

Koordinator aksi, Enes Dapla, menyampaikan bahwa pihaknya menuntut agar Universitas Cenderawasih bersikap terbuka dalam seluruh proses seleksi JMSB. Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap calon mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) dalam proses penerimaan.

“Bahwa Mahasiswa baru yang telah melakukan pendaftaran melalui jalur JMSB lembaga harus transparan kepada Mahasiswa dan dalam seleksi nya mengedepankan Mahasiswa orang asli papua. Kehadiran lembaga universitas cenderawasih di latar belakangi oleh sejarah yang perkejolak sehingga dalam penerimaan mahasiswa baru di Uncen orang papua harus di hormati dan menerima mereka dengan dasar Hak Otonom yang melekat,” ujar Enes Dapla.

Sementara itu, mantan Ketua BEM FMIPA Uncen, Jefron Wenda, menilai pihak universitas belum membuka secara transparan data kelulusan maupun hasil tes seleksi mahasiswa baru. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan mahasiswa melakukan aksi untuk mendorong keterbukaan informasi di lingkungan kampus.

Ia juga menyebut pihaknya akan mengupayakan audiensi terbuka dengan Universitas Cenderawasih dan meminta agar mahasiswa yang tidak lulus dapat diberikan kesempatan kembali.

“Selain itu Jefron juga menyampaikan bahwa Mahasiswa baru yang dinyatakan tidak lulus kami akan melakukan audiensi terbuka kepada lembaga universitas cenderawasih dan meminta untuk meluluskan mahasiswa baru 100%,” ujarnya.

Perwakilan penanggung jawab aksi, Eriton Pahabol, mengatakan pihaknya telah berupaya melakukan komunikasi dengan pihak rektorat Universitas Cenderawasih, namun hingga saat ini belum mendapatkan respons. Ia menegaskan, mahasiswa akan terus mengupayakan dialog agar aspirasi mereka dapat diterima.

“Kami kordinasi kepada lembaga universitas cenderawasih dalam hal ini Rektor tetapi tidak merespon hingga belum menerima aspirasi tetapi kami akan mengupayakan dengan kordinasi kepada lembaga agar mahasiswa yang tidak dapat kesempatan ini bisa di berikan kesempatan untuk meluluskan agar adik-adik ini bisa menimpa ilmu di Universitas Cenderawasih,” ujar Eriton Pahabol.

Aksi tersebut berlangsung dengan tuntutan utama agar pihak Universitas Cenderawasih membuka data seleksi secara transparan dan memberikan kejelasan terhadap proses penerimaan mahasiswa baru jalur JMSB. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Deinas Geley Dorong BLK UMKM di Mimika, Fasilitas Perikanan Poumako Disiapkan untuk Pengembangan 2027

TIMIKA, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, melakukan kunjungan kerja dengan meninjau sejumlah…

5 jam ago

Deinas Geley Tegaskan GKII dan Kingmi Jangan Terpecah Lagi, Ajak Warga Hentikan Perang

TIMIKA, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, mengajak jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia…

15 jam ago

Dibangun Swadaya, Jembatan Kampung Tibai Kembali Putus; Warga Minta Pemerintah Bertindak

NABIRE, TOMEI.ID | Jembatan gantung Kali Degeuwo yang menjadi akses menuju Kampung Tibai, Distrik Siriwo,…

16 jam ago

36 Tim SMP Ikuti Kapolda Cup I 2026, Panitia Minta Pemerintah Perhatikan Fasilitas Olahraga

NABIRE, TOMEI.ID | Sebanyak 36 tim sekolah menengah pertama (SMP) se-Kabupaten Nabire mengikuti Turnamen Mini…

16 jam ago

SIAP DPMPTSP Harus Pangkas Birokrasi dan Persempit Celah Pungli di Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Staf Ahli III Gubernur Papua Tengah, Ukkas, menegaskan bahwa transformasi digital pelayanan…

16 jam ago

Kekeringan dan Asap Ganggu Warga, PMI Paniai Salurkan Air Bersih dan Masker Gratis

PANIAI, TOMEI.ID | Kekeringan serta kondisi udara yang dipenuhi asap dan debu menjadi perhatian Palang…

18 jam ago