Berita

Mama Noken Papua Pegunungan Perkuat Peran Perempuan di Momentum Hari Kartini

WAMENA, TOMEI.ID | Peringatan Hari Kartini, 21 April 2026, di Wamena menjadi momentum strategis bagi perempuan Papua Pegunungan untuk memperkuat peran dan kontribusi mereka dalam pembangunan daerah yang inklusif dan berkeadilan.

Kegiatan ini mempertemukan berbagai elemen perempuan, yakni Mama Noken Papua Pegunungan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), TP PKK, Dharma Wanita, serta 14 Bunda PAUD se-Wamena dalam satu ruang kolaborasi yang menekankan solidaritas, pendidikan, dan kesetaraan gender.

Kolaborasi lintas organisasi ini tidak hanya menjadi ajang peringatan seremonial, tetapi juga wadah strategis dalam memperkuat sinergi dan komitmen bersama untuk mendorong pemberdayaan perempuan di tingkat lokal secara berkelanjutan dan terarah.

Ketua Mama Noken Papua Pegunungan, Limina Wenda, menegaskan bahwa kekompakan antarorganisasi perempuan merupakan fondasi utama dalam menjaga dan melanjutkan semangat perjuangan Kartini di Papua Pegunungan.

“Kekompakan dan kebersamaan ini sangat penting dalam memperkuat semangat mengenang perjuangan Kartini. Kerja sama ini akan terus kita tingkatkan agar ke depan lebih meriah, berdampak luas, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Dinas P3A hingga Bunda PAUD, yang dinilai telah menunjukkan komitmen nyata dalam membangun sinergi serta memperkuat gerakan pemberdayaan perempuan di daerah.

Selain itu, ia menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini harus menjadi momentum penguatan kebijakan yang berpihak pada perempuan, khususnya dalam akses pendidikan dan perlindungan sosial yang inklusif, merata, berkelanjutan, serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat di daerah.

“Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi harus menjadi pengingat bahwa negara dan pemerintah daerah wajib hadir memastikan perempuan mendapatkan ruang yang setara dalam pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan Bunda PAUD se-Wamena menyampaikan bahwa peran perempuan, khususnya dalam pendidikan anak usia dini, menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi Papua yang cerdas dan berkarakter.

“Kami di PAUD melihat langsung bagaimana perempuan menjadi garda terdepan dalam membangun karakter anak-anak. Karena itu, dukungan terhadap perempuan berarti investasi nyata bagi masa depan Papua,” katanya.

Lebih dari sekadar seremoni, peringatan ini menjadi refleksi atas nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak pendidikan, kesetaraan, dan kemandirian perempuan, yang hingga kini tetap relevan dalam konteks pembangunan di Papua Pegunungan.

Dalam realitasnya, perempuan Papua Pegunungan terus menunjukkan eksistensinya di tengah berbagai tantangan sosial dan geografis, tidak hanya sebagai penjaga nilai-nilai budaya, tetapi juga sebagai agen perubahan yang aktif berkontribusi dalam sektor pendidikan, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan.

Momentum Hari Kartini di Wamena pun menegaskan satu pesan kuat: kolaborasi perempuan lintas organisasi bukan sekadar simbol kebersamaan, melainkan fondasi penting dalam mendorong kemajuan daerah yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di masa depan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

SK Mendagri Sudah Terbit, Wamendagri Desak 11 Anggota DPRP Papua Pegunungan Segera Dilantik

JAKARTA, TOMEI.ID | Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua…

6 jam ago

HUT ke-54 Pemuda Sinar Bintang Daud, Teguhkan Iman dan Regenerasi Menuju 100 Tahun

DOGIYAI, TOMEI.ID | Memasuki usia ke-54 tahun, Pemuda Kelompok Sinar Bintang Daud meneguhkan komitmen untuk…

6 jam ago

Klarifikasi, Nanci Tegaskan Tak Usir Wartawan dari RDP: Forum Disebut Bersifat Terbatas

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua DPRK Nabire, Nanci Karolin Worabay, menegaskan dirinya bukan pihak yang meminta…

6 jam ago

Solidaritas Merauke Desak PSN Papua Selatan Dihentikan Usai Pemerintah Janji Setop Deforestasi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Solidaritas Merauke mendesak pemerintah menghentikan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan dan…

12 jam ago

Diundang Meliput, Wartawan Malah Diusir dari RDP oleh DPRK Nabire, Ada Apa?

NABIRE, TOMEI.ID | Seorang wartawan Mitrapol.com, Stefatunus Tawas, diminta meninggalkan ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP)…

12 jam ago

LBH Papua Laporkan Dugaan Penganiayaan Ketua MPM Uncen oleh Anggota Polresta Jayapura ke Polda Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua) melaporkan dugaan penganiayaan terhadap Ketua Majelis…

13 jam ago