JAYAPURA, TOMEI.ID | Persipura Jayapura secara resmi melepas enam pemain menjelang lanjutan kompetisi Liga 2 musim 2025/26.
Pemain yang tidak melanjutkan kerja sama dengan klub adalah Marinus Wanewar (penyerang), Fridolin Yoku (gelandang), Joshua Isir (penyerang), John Pigai (kiper), Elfis Harewan (gelandang), dan Adriano Malibela (gelandang).
Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi menyeluruh oleh manajemen dan staf pelatih sebagai bagian dari penyegaran skuad serta penyesuaian strategi tim di bawah arahan Pelatih Kepala Rahmad Darmawan.
Manajer Persipura, Owen Rahadiyan, menyampaikan penghargaan dan apresiasi tinggi atas dedikasi serta kontribusi para pemain.
“Persipura mengucapkan terima kasih atas profesionalisme dan pengabdian enam pemain tersebut. Keputusan ini diambil dengan penuh pertimbangan dan rasa hormat,” tegas Owen Rahadiyan dalam keterangan resmi yang diterima tomei.id, Jumat (5/12/2025).
Owen menambahkan, meskipun berpisah, para pemain tetap menjadi bagian dari sejarah dan identitas Persipura.
“Perpisahan merupakan bagian alami dalam sepak bola.
Kami mendoakan yang terbaik bagi langkah mereka selanjutnya. Ke mana pun mereka pergi, mereka tetap membawa semangat dan nilai Persipura,” tambahnya.
Manajemen menutup pernyataannya dengan ucapan terima kasih atas pengabdian dan kerja keras para pemain selama membela Mutiara Hitam. [*].
MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten Manokwari memperkuat langkah penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dengan…
NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah akan merekrut petugas lapangan untuk mempercepat pendataan,…
PANIAI, TOMEI.ID | Komitmen Pemerintah Kabupaten Paniai memperkuat akses dan kualitas pendidikan mendapat apresiasi dari…
NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menerima penghargaan Terbaik I Pemerintah Daerah…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Gereja Injili di Indonesia (GIDI) resmi meluncurkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GIDI…
WAMENA, TOMEI.ID | Sebagai langkah cepat memenuhi kebutuhan pangan warga sekaligus menekan risiko krisis pangan…