Meki Nawipa di Dogiyai: Politik Selesai, Jangan Palang Pembangunan

oleh -1128 Dilihat

DOGIYAI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, meminta masyarakat Kabupaten Dogiyai menghentikan berbagai tindakan yang dapat menghambat pembangunan, termasuk pemalangan, dan bersama-sama menjaga keamanan serta mendukung program pemerintah.

Pesan tersebut disampaikan Meki saat melakukan tatap muka bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Kabupaten Dogiyai di Aula Kingmi Digikotu, Moanemani, Senin (7/9/2026) siang.

banner 728x90

Pertemuan itu berlangsung setelah dirinya melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung dan asrama SMP YPPK Santo Fransiskus Asisi serta meresmikan asrama putra Sekolah Teologia Atas (STA) Bomomani di Distrik Mapia.

Meki menegaskan, dinamika politik dalam pemilihan kepala daerah telah selesai. Karena itu, masyarakat diminta tidak lagi terjebak dalam perbedaan politik, melainkan mengarahkan energi untuk membangun Dogiyai dan Papua Tengah.

“Yang penting jangan palang, saling menghormati. Kita bangun untuk orang Dogiyai menikmati. Bukan saya yang menikmati, tetapi orang Dogiyai yang perlu menikmati,” tegas Meki.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah membicarakan sejumlah agenda pembangunan bersama Bupati Dogiyai Yudas Tebai. Pemerintah Kabupaten Dogiyai selanjutnya diminta menyiapkan dokumen perencanaan agar program yang akan dikerjakan dapat dibahas dan ditindaklanjuti secara konkret.

“Jadi kita akan bangun Dogiyai,” ujarnya.

Dogiyai Mulai Punya Ruang di Pemerintahan Provinsi

Dalam pertemuan tersebut, Meki juga menyoroti keterlibatan putra-putri Dogiyai dalam birokrasi Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Ia menyebut, saat ini sudah terdapat tiga kepala dinas asal Dogiyai di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Selain itu, terdapat sekitar 47 pejabat eselon III dan IV asal Dogiyai.

Meki mengatakan, kehadiran Provinsi Papua Tengah harus dimanfaatkan masyarakat untuk membuka ruang yang lebih besar bagi putra-putri daerah dalam pemerintahan.

“Dulu, walaupun Dogiyai kasih suara banyak-banyak, tidak ada orang Dogiyai yang pernah menjadi kepala dinas di provinsi induk. Tidak pernah. Tetapi hari ini orang Dogiyai bisa jadi kepala dinas karena provinsi ada di kampung kita, ada di daerah kita,” katanya.

Ia menilai keberadaan Provinsi Papua Tengah merupakan kesempatan besar bagi masyarakat delapan kabupaten untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah.

“Kalau kita tidak manfaatkan baik, kalau kita tidak dukung baik, kalau kita tidak menikmati baik, nanti orang lain akan datang menikmati barang ini dan kita jadi penonton saja di jalan,” ujar Meki.

Meki: Pendidikan Jadi Perhatian

Meki juga menegaskan komitmennya memperkuat sektor pendidikan di Kabupaten Dogiyai. Ia menyebut penanganan sekolah, khususnya jenjang SMP dan SMA, akan dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Dogiyai sesuai kewenangan masing-masing.

Ia mengatakan, program peningkatan sumber daya manusia melalui program Mapega juga akan diperkuat.

Sarjana-sarjana pendidikan akan ditambah untuk mendukung kebutuhan tenaga pengajar, termasuk guru honorer yang selama ini mengajar di tingkat SD dan SMP.

“Guru-guru kita yang mengajar honorer di SD atau SMP, kita masuk sebagai rekrut tenaga mengajar dari program Mapega,” katanya.

Meki menilai pendidikan harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang pembangunan Papua Tengah karena generasi muda yang dipersiapkan hari ini akan menjadi pelaku pembangunan pada masa mendatang.

34 Motor untuk Ojek Pemuda Dogiyai

Tidak hanya pendidikan, pemerintah provinsi juga menyiapkan dukungan bagi pemuda Dogiyai yang bekerja sebagai pengemudi ojek.

Meki menyampaikan, tahun ini Pemerintah Provinsi Papua Tengah mencatat akan memberikan 34 unit sepeda motor bagi ojek pemuda Dogiyai. Ia berharap bantuan tersebut dapat ditambah pada tahun berikutnya.

“Teman-teman ojek Dogiyai yang ada niat untuk kerja, kerja keras. Pemda Provinsi Papua Tengah tahun ini 34 motor untuk ojek pemuda Dogiyai,” katanya.

Menurut Meki, dukungan terhadap sektor transportasi masyarakat harus diikuti dengan pengembangan aktivitas ekonomi produktif agar masyarakat tidak hanya bergantung pada pendapatan dari jasa ojek.

Bahan Bangunan untuk Masyarakat

Meki juga menyampaikan rencana pembagian bahan bangunan kepada masyarakat. Bahan yang disiapkan antara lain semen, paku, dan kebutuhan pembangunan lainnya.

Ia mengatakan masyarakat yang menerima bantuan harus memenuhi persyaratan administrasi, di antaranya memiliki KTP dan kartu keluarga.

Program tersebut, menurut Meki, diarahkan untuk membantu masyarakat memiliki rumah yang lebih layak sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih baik di Dogiyai dan wilayah Papua Tengah.

Meki Dorong Kopi Moanemani Naik Kelas

Sektor pertanian, khususnya kopi, juga menjadi perhatian Gubernur Papua Tengah.

Meki mendorong Pemerintah Kabupaten Dogiyai mengembangkan kopi Moanemani sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. Ia berharap pengembangan kopi tidak berhenti pada produksi, tetapi dilanjutkan dengan penguatan kualitas, rasa, koperasi, hingga pemasaran.

“Kita punya koperasi yang bagus. Kita membangun sistem yang baik. Petani kerja, jual di koperasi, koperasi jual, petani dapat uang dan koperasi dapat uang,” jelasnya.

Menurut Meki, sistem tersebut harus menciptakan sirkulasi ekonomi yang sehat. Petani memperoleh pendapatan dari hasil kebun, koperasi mendapatkan keuntungan dari pengelolaan dan pemasaran, sementara aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak.

Ia bahkan membayangkan suatu saat masyarakat dapat menikmati kopi Moanemani di daerah asalnya sebagai bagian dari pengembangan ekonomi sekaligus promosi daerah.

“Bagaimana supaya kopi Moanemani kita angkat, kita angkat nama Kopi Moanemani,” tegasnya.

Bangun Daerah dengan Persatuan

Meki mengajak masyarakat Dogiyai membangun daerah dengan mengedepankan persatuan dan komunikasi.

Menurut dia, pembangunan tidak mungkin hanya dibebankan kepada kepala daerah. Bupati dan gubernur merupakan bagian dari sistem pemerintahan, sementara masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan.

“Bupati kami satu orang. Di sini punya satu orang, tidak bisa semua orang jadi bupati. Tidak bisa semua orang jadi gubernur,” katanya.

Karena itu, ia meminta masyarakat memberikan dukungan kepada Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai serta Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Meki menekankan pentingnya komunikasi dari hati ke hati dan menghilangkan sikap saling mencurigai.

“Bicara dari hati ke hati, bicara dari mata ke mata, bicara dari telinga ke telinga, dari mulut ke mulut bahwa kita bersatu baru kita bisa membangun negeri ini. Kalau kita tidak bersatu, tidak bisa membangun negeri ini,” ujarnya.

Meki Kritik Ketergantungan pada Media Sosial

Dalam kesempatan yang sama, Meki juga mengingatkan masyarakat agar tidak menghabiskan waktu dan sumber daya hanya untuk bermain media sosial.

Ia menilai masyarakat perlu memahami bahwa platform digital seperti Facebook dan YouTube merupakan bagian dari ekosistem bisnis perusahaan besar. Karena itu, masyarakat harus mulai mengarahkan penggunaan teknologi untuk kegiatan yang lebih produktif.

Meki mendorong masyarakat memanfaatkan teknologi untuk belajar, mengembangkan usaha, memperoleh informasi, dan meningkatkan kemampuan.

“Jadi ini hal-hal yang menurut saya kita perlu pelan-pelan perbaiki,” katanya.

Laptop untuk Generasi Muda

Sebagai bagian dari dukungan terhadap pendidikan dan peningkatan kapasitas generasi muda, Meki juga menyampaikan rencana memberikan laptop kepada peserta yang ditentukan dalam program tersebut.

Ia mengatakan bantuan laptop itu berasal dari dukungan keluarganya dan diharapkan digunakan untuk kegiatan yang produktif.

“Saya harap main laptop ini jangan main Facebook, jangan main YouTube. Tapi biarlah laptop ini bisa membantu Anda untuk menjadi orang sukses di negeri tercinta ini,” ujar Meki.

Menurutnya, teknologi harus menjadi alat untuk membuka kesempatan, bukan sekadar sarana hiburan.

“Bangun Nabire, Bangun Dogiyai, Bangun Papua Tengah”

Meki menegaskan pembangunan Papua Tengah harus dikerjakan bersama oleh pemerintah dan masyarakat sebagai pemilik daerah.

Ia menyebut Papua Tengah yang terdiri dari delapan kabupaten memberikan ruang yang lebih mudah untuk membangun secara terkoordinasi dibandingkan ketika masih berada dalam provinsi induk dengan cakupan wilayah yang jauh lebih luas.

“Kita bangun Nabire, bangun Dogiyai, bangun Deiyai, bangun Paniai, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya dan Timika,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan keberadaan Provinsi Papua Tengah sebagai momentum untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan ekonomi, memperkuat pelayanan pemerintahan, serta menyiapkan generasi muda.

Meki juga meminta masyarakat melihat pemimpin secara objektif. Menurutnya, setiap pemimpin memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga masyarakat tidak seharusnya hanya melihat sisi kekurangan tanpa mengakui capaian yang ada.

“Pemimpin ini manusia. Ada kekurangan dan ada kelebihan. Kalau kita melihat dia dari kekurangan, walaupun ada kelebihan tetap dia salah. Kalau kita bisa melihat dia dari kelebihannya, menurut saya berpikir positif, melihat kelebihannya, kita bisa membangun dengan diri dengan baik ke depan,” katanya.

Di akhir pertemuan, Meki kembali menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Dogiyai atas dukungan yang telah diberikan dalam proses politik sebelumnya. Ia menegaskan dukungan tersebut akan dijawab melalui pembangunan dan kerja pemerintahan.

“Dengan demikian, orang kasih suara berarti kita kembali. Saya memberikan apresiasi kepada Bapak Bupati Dogiyai. Ada beberapa pembangunan yang kita bangun dan kita akan bangun bagaimana caranya,” ujar Meki.

Meki menutup pesannya dengan mengajak masyarakat Dogiyai menjaga persatuan, keamanan, dan kesempatan pembangunan yang kini hadir melalui Provinsi Papua Tengah.

“Kita sebagai anak negeri, anak asli, sama-sama untuk membangun,” pungkasnya. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.