Berita

Meki Nawipa Tegaskan Papua Harus Dibangun Bersama: “Satu untuk Enam, Enam untuk Satu”

TIMIKA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa pembangunan Papua harus dijalankan secara bersama, terintegrasi, dan saling menguatkan antardaerah di seluruh Tanah Papua.

Penegasan tersebut disampaikan Meki Nawipa saat membuka Pertemuan Teknis Forum Koordinasi Strategis Percepatan Pembangunan Papua di Kota Timika, Selasa (12/5/2026).

Forum strategis itu dihadiri para narasumber dari Komisi II DPR RI, Kementerian Keuangan, Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, BP3OKP, Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, Team Leader Program SKALA, sekretaris daerah provinsi dan kabupaten/kota se-Tanah Papua, serta peserta forum lainnya.

Dalam sambutannya, Meki mengatakan forum tersebut merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Timika yang disepakati para gubernur se-Tanah Papua pada 11 Mei 2026.

Menurutnya, kesepakatan itu menegaskan bahwa Papua merupakan satu kesatuan wilayah pembangunan yang harus dibangun secara bersama melalui kolaborasi lintas provinsi dan penguatan sinergi pusat-daerah.

“Papua adalah satu kesatuan wilayah pembangunan yang harus dibangun secara bersama, saling mendukung, dan saling menguatkan,” tegas Meki.

Dalam Kesepakatan Timika, para gubernur se-Tanah Papua menyepakati sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan tata kelola Dana Otsus, percepatan pembangunan daerah otonom baru (DOB), penguatan pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan pembangunan ekonomi Orang Asli Papua (OAP).

Selain itu, pemerintah daerah juga sepakat mengawal implementasi program Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif sebagai prioritas pembangunan bersama menuju visi Indonesia Emas 2045.

Meki menegaskan bahwa Dana Otsus dan Dana Tambahan Infrastruktur tahun anggaran 2026 harus dikawal secara serius, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Papua.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan tata kelola pembangunan berbasis data sosial ekonomi Orang Asli Papua agar kebijakan pembangunan tidak lagi disusun berdasarkan asumsi semata.

Karena itu, forum teknis tersebut difokuskan membahas optimalisasi implementasi Dana Otsus, sinkronisasi RAPPP dengan RKPD dan Musrenbang Otsus, penguatan monitoring dan evaluasi, serta interoperabilitas sistem SIPPP, SIPD, dan SIKD.

Menurut Meki, penguatan sistem dan integrasi data menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan Papua berjalan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.

“Satu untuk enam, enam untuk satu,” ujar Meki menegaskan semangat persatuan pembangunan antardaerah di Tanah Papua.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah di Tanah Papua yang terus menjaga komitmen pembangunan di tengah tantangan geografis dan keterbatasan akses pelayanan dasar di berbagai wilayah.

Meki mengajak seluruh peserta forum mengikuti diskusi secara aktif, terbuka, dan produktif agar rekomendasi yang dihasilkan benar-benar diterjemahkan menjadi langkah nyata percepatan pembangunan Papua.

“Semangat kita hari ini adalah mengawal Otsus dengan data, bekerja dengan sistem, dan membangun dengan hati,” katanya.

Dalam bagian akhir sambutannya, Meki menegaskan bahwa pembangunan Papua bukan hanya soal anggaran dan program pemerintah, tetapi tentang menghadirkan harapan bagi masyarakat Papua.

Menurutnya, pembangunan harus mampu memastikan anak-anak Papua memiliki masa depan yang lebih baik, masyarakat hidup lebih layak, dan setiap kampung benar-benar merasakan kehadiran negara.

“Pembangunan Papua adalah tentang menghadirkan harapan. Tentang memastikan anak-anak Papua dapat bermimpi lebih tinggi, masyarakat hidup lebih layak, dan setiap kampung merasakan hadirnya negara,” ujarnya.

Meki menambahkan bahwa pembangunan yang kuat bukan hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga dijalankan dengan ketulusan, kebersamaan, dan keyakinan bahwa Papua memiliki masa depan besar.

Dengan memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa, Meki Nawipa kemudian secara resmi membuka Pertemuan Teknis Forum Koordinasi Strategis Percepatan Pembangunan Papua Tahun 2026 di Timika.[*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Bupati Nabire Minta Kepala Suku Moni dan Mee Serahkan Terduga Pelaku Kericuhan ke Polisi

NABIRE, TOMEI.ID | Bupati Nabire, Mesak Magai, meminta para kepala suku Moni dan Mee segera…

2 jam ago

11 Orang Luka, 8 Kendaraan Rusak; Dua Kelompok di Nabire Sepakat Berdamai

NABIRE, TOMEI.ID | Dua kelompok masyarakat yang terlibat keributan di kawasan depan SMP Negeri 2…

2 jam ago

HUT ke-70 GBGP di Tanah Papua, Gubernur Meki Nawipa Tekankan Peran Gereja dalam Pembangunan dan Perdamaian

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan pentingnya peran gereja dalam mendukung pembangunan…

2 jam ago

BREAKING NEWS: Persoalan Sampah Dapur MBG Diduga Picu Kericuhan di Bumi Wonorejo Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Persoalan sampah yang diduga berasal dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

15 jam ago

Green Policing di Taman Gizi, Kapolda Papua Tengah Bersihkan Lingkungan dan Dengarkan Curhat Warga

NABIRE, TOMEI.ID | Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini bersama personel kepolisian melaksanakan kegiatan…

1 hari ago

200 Mahasiswa Teknik UNCEN Dibekali Wawasan Industri Freeport, Teknologi dan Kompetensi Jadi Fokus

JAYAPURA, TOMEI.ID | Sebanyak 200 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (UNCEN) mengikuti program Eksekutif Mengajar…

1 hari ago