Berita

MPLS SMA Negeri Meepago Nabire Ditutup, Kepsek Tanamkan Nilai Persatuan dan Kepemimpinan bagi Siswa Baru

NABIRE, TOMEI.ID | SMA Negeri Meepago Nabire resmi menutup pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 setelah berlangsung selama lima hari. Melalui program tersebut, sekolah membekali peserta didik baru dengan pendidikan karakter, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta nilai persatuan sebagai fondasi menjalani pendidikan di sekolah berpola asrama.

Upacara penutupan digelar Jumat (17/7) di halaman SMA Negeri Meepago, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, dan diikuti seluruh peserta didik baru, kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta panitia MPLS. Prosesi diawali dengan upacara bendera dan ditutup dengan penjahitan kain menjadi satu bendera utuh yang kemudian ditanam sebagai simbol persatuan dan komitmen bersama.

Selama MPLS, peserta didik menerima berbagai materi, meliputi Wawasan Wiyata Mandala, penanaman pohon, tata krama, budaya sekolah, tata tertib, pengenalan kurikulum, bahaya HIV/AIDS, serta pemanfaatan teknologi informasi secara bertanggung jawab. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta.

Kepala SMA Negeri Meepago, Otopianus Tebai, mengapresiasi seluruh panitia, tenaga pendidik, dan peserta didik yang telah menyukseskan pelaksanaan MPLS.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, tenaga kependidikan, dan semua pihak yang telah bekerja sama sehingga kegiatan MPLS selama lima hari dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses,” ujar Kepsek Otopianus.

Menurut Otopianus, prosesi penjahitan kain menjadi satu bendera utuh mengandung pesan bahwa seluruh peserta didik harus meninggalkan kepentingan pribadi dan membangun kebersamaan sebagai satu keluarga besar SMA Negeri Meepago.

“Kegiatan yang ditutup dengan penjahitan kain masing-masing menjadi sebuah bendera yang utuh memiliki makna bahwa sebelumnya kalian memiliki ego untuk kepentingan pribadi masing-masing, lalu dipersatukan melalui penyatuan kain pribadi menjadi satu bendera yang utuh, unik, dan tidak terpisahkan. Pada dasarnya kita semua manusia adalah sama dan semua yang kita layani adalah sama serta tidak berbeda dengan keluarga saya,” katanya.

Ia menegaskan sekolah ingin melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, kepedulian, dan semangat melayani sesama.

“Maka kita ada untuk orang lain dan besok kita menjadi pemimpin untuk semua. Jadilah pribadi untuk banyak orang. Jika kita menjadi pribadi bagi banyak orang maka banyak orang akan segan dengan kita melalui pelayanan dan pengabdian. Dengan begitulah dapat dijuluki sebagai pribadi yang memanusiakan manusia,” tegasnya.

Kepsek berharap seluruh peserta didik mampu beradaptasi dengan kehidupan di sekolah, menjaga persatuan, serta memiliki ketangguhan dalam mewujudkan cita-cita.

“Semoga anak-anak ini mampu beradaptasi dengan lingkungan kehidupan di SMA Negeri Meepago dan kelak menjadi pemimpin bagi semua orang di negerinya sendiri. Dalam mengejar cita-cita mereka harus kuat, kompak, dan terus memiliki kegigihan untuk mencapai mimpi mereka.”

“Kemudian daripada itu, persatuan dan kesatuan dalam kehidupan belajar mereka semoga melalui kegiatan MPLS ini terus dijaga, dirawat, dan diberi pupuk agar tetap kokoh dan kuat,” tambahnya.

Ketua Panitia MPLS, Yohanes Deki Dimi, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana berkat dukungan semua pihak.

“Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena seluruh rangkaian kegiatan MPLS dapat terlaksana sesuai rencana. Terima kasih kepada kepala sekolah, dewan guru, OSIS, serta seluruh panitia yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab. Kami berharap seluruh peserta didik baru dapat menerapkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta menjaga nama baik sekolah selama menempuh pendidikan di SMA Negeri Meepago,” ujarnya.

Sebagai sekolah berpola asrama di Papua Tengah, SMA Negeri Meepago terus memperkuat pembentukan karakter, kepemimpinan, kemandirian, dan kepedulian sosial sebagai bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

Dengan berakhirnya MPLS, peserta didik baru kini memasuki tahap pembelajaran formal dengan bekal nilai disiplin, persatuan, dan kepemimpinan yang diharapkan menjadi dasar dalam menempuh pendidikan serta mengabdi kepada masyarakat di masa depan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

KNPB Nabire Gelar Pendidikan Politik bagi Sektor Yamewa, Bahas Sejarah dan Struktur Organisasi

NABIRE, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire menggelar pendidikan politik bagi anggota…

6 jam ago

Hadapi KLB Campak, Puskesmas Mokwam Siapkan ORI dan Kejar Cakupan 95 Persen

MANOKWARI, TOMEI.ID | Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat…

6 jam ago

Masyarakat Tibai Minta Pemprov Papua Tengah dan Pemkab Nabire Buka Akses Jalan Darat dan Listrik

NABIRE, TOMEI.ID | Masyarakat Kampung Tibai, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua…

6 jam ago

100 lebih Mahasiswa Yahukimo Kehilangan Tempat Tinggal, Mengungsi di Gereja GIDI Manokwari

MANOKWARI, TOMEI.ID | Lebih dari 100 mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, yang sedang menempuh…

9 jam ago

Jembatan Gantung Sungai Minabu Mulai Terwujud, Warga Pugisiga Apresiasi Pemkab Intan Jaya

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Pembangunan jembatan gantung di Sungai Minabu yang menghubungkan Kampung Pugisiga dan…

1 hari ago

PASTI Kukuhkan Pengurus DPW dan DPC di Delapan Kabupaten Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Pusat Partai Setara Indonesia (DPP PASTI) mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan…

1 hari ago