Berita

Musa Boma Desak Kapolda Papua Tengah Segera Usut Dugaan Keterlibatan Aparat dalam Konflik Kapiraya

DOGIYAI, TOMEI.ID | Ketua Tim Peduli Alam dan Tota Mapia, Musa Boma, mendesak Kepolisian Daerah Papua Tengah untuk segera mengusut tuntas dugaan keterlibatan aparat keamanan dalam konflik yang terjadi di Distrik Kapiraya, Papua Tengah.

Dalam keterangannya, Musa Boma menyampaikan bahwa bentrokan yang melibatkan warga Suku Kamoro dan Suku Kei terhadap masyarakat Suku Mee di Kapiraya menyebabkan kerusakan serius terhadap permukiman warga serta sejumlah aset pemerintahan daerah.

Boma menuding bahwa saat insiden berlangsung, aparat keamanan dari kepolisian dan Brimob berada di lokasi kejadian. Bahkan, menurutnya, terdapat dugaan aparat melakukan pembiaran hingga terjadi pembakaran rumah-rumah warga serta fasilitas pemerintah.

“Peristiwa ini telah mencederai rasa keadilan dan mencoreng integritas negara. Kami meminta Bapak Kapolda Papua Tengah dan Kapolri segera menindak tegas oknum aparat yang terlibat serta meminta pertanggungjawaban atas kejadian ini,” tegas Musa Boma kepada tomei.id, Selasa, (24/2/2026).

Musa Boma juga menyampaikan adanya dugaan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia menyebut seorang tokoh agama bernama Neles Peuki diduga menjadi korban kekerasan dalam konflik tersebut. Ia meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan independen dan transparan untuk memastikan fakta kejadian di lapangan.

Menurut Musa, situasi semakin memanas setelah beredar pernyataan sikap dari kelompok tertentu yang memperingatkan agar masyarakat Mee tidak memasuki wilayah Kapiraya. Pernyataan tersebut, baik secara tertulis maupun melalui video, disebut memperkeruh hubungan antarwarga.

Ketegangan juga disebut meningkat ketika sejumlah pemuda Mee mencoba memasuki wilayah Kapiraya namun dihadang aparat keamanan. Musa menilai langkah tersebut perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak berwenang guna menghindari kesalahpahaman dan potensi konflik lanjutan.

Musa Boma turut meminta perhatian pemerintah daerah, termasuk Bupati dan aparat kepolisian setempat, agar tidak berpihak dalam konflik sosial yang terjadi. Ia menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan profesional demi menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah.

“Tanah dan hak masyarakat adat harus dihormati. Semua pihak harus menahan diri dan menyerahkan penyelesaian kepada mekanisme hukum yang berlaku,” ujarnya.

Dengan demikian, informasi tersebut disampaikan secara independen dari Ketua Tim Peduli Alam dan Manusia Tota Mapia, Musa Boma. Tim redaksi tomei.id akan terus memperbarui perkembangan situasi secara berkala, faktual, akurat, berimbang, terpercaya, serta bertanggung jawab kepada publik luas. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Ribuan Umat Padati Kali Yawei, Gereja St. Paulus Keniapa Raup Rp20,6 Juta dari Gotong Royong Iman

PANIAI, TOMEI.ID | Kawasan samping Kali Yawei di Kampung Keniapa, Distrik Yatamo, Kabupaten Paniai, berubah…

10 jam ago

Meki Nawipa Peluk Persipura di Tengah Kekalahan, Seluruh Pemain Akan Diundang ke Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menyatakan akan mengundang seluruh pemain, pelatih, dan…

11 jam ago

Pemkab Dogiyai Genjot Pelatihan Ekonomi Rakyat, Tukang Ojek hingga UMKM Didorong Jadi Penggerak Usaha Lokal

DOGIYAI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai, melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja terus…

11 jam ago

Persipura Gagal Promosi, Stadion Lukas Enembe Ricuh, Ambulans Brimob Dibakar

JAYAPURA, TOMEI.ID | Situasi di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura, memanas usai Persipura Jayapura…

11 jam ago

BREAKING NEWS: Bintang Kejora Berkibar di Stadion Lukas Enembe Usai Persipura Tumbang 0-1 dari Adhyaksa FC

JAYAPURA, TOMEI.ID | Situasi di Stadion Lukas Enembe memanas usai Persipura Jayapura kalah 0-1 dari…

12 jam ago

Aksi Tolak PSN dan Militerisme di Manokwari Ricuh, Aparat Tembakkan Gas Air Mata ke Massa

MANOKWARI, TOMEI.ID | Aksi demonstrasi yang digelar Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak untuk menolak Proyek…

16 jam ago