Berita

Musa Boma Mendesak Pemda Dogiyai Segera Selesaikan Tapal Batas Adat dan Pemerintah

DOGIYAI, TOMEI.ID | Ketua Tim Peduli Alam dan Mapia, Papua Tengah, Musa Boma Mapiha, mendesak Pemerintah Kabupaten Dogiyai segera mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan tapal batas, baik secara adat maupun administrasi pemerintahan.

Menurut Musa, persoalan tapal batas Dogiyai masih menyisakan masalah dengan sejumlah daerah tetangga, yakni Kabupaten Mimika, Deiyai, Paniai, Nabire, dan Kaimana. Kondisi ini dinilai rawan memicu konflik horizontal jika tidak segera ditangani dengan serius.

“Kalau kepemimpinan Bupati Dogiyai tidak mengambil langkah konkret terkait penyelesaian sengketa tapal batas, ke depan bisa berakibat jatuhnya korban jiwa,” tegas Musa Boma dalam keterangan tertulis kepada tomei.id, Kamis (18/9/2025).

Ia menekankan pentingnya enam kepala daerah terkait duduk bersama untuk meluruskan persoalan tersebut. Penyelesaian batas wilayah, menurutnya, tidak boleh diabaikan demi menjaga ketentraman dan kedamaian masyarakat di wilayah adat.

Musa juga menyoroti dampak serius dari belum selesainya tapal batas, khususnya antara Dogiyai, Deiyai, dan Mimika. Ia menyebut, celah administrasi itu pernah dimanfaatkan oleh perusahaan ilegal asal Tiongkok, PT Zommalion Heavin Industri, yang masuk melalui wilayah Timika hingga ke Kali Ibouwo, Mapia.

“Perusahaan ilegal itu sudah menghancurkan debit air, hutan lindung, serta flora dan fauna yang ada. Ini kerusakan besar yang terjadi karena batas wilayah tidak jelas,” ungkapnya.

Atas dasar itu, Musa Boma mendesak DPRD Dogiyai bersama eksekutif segera duduk satu meja membahas persoalan ini secara serius. Ia menilai, penyelesaian tapal batas bukan hanya soal administrasi pemerintahan, melainkan menyangkut keselamatan rakyat dan kelestarian alam. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Boma/Kedeikoto Tolak Somasi Jhon Kegou, Persoalan Tanah Adat Yaro Diminta Diklarifikasi

NABIRE, TOMEI.ID | Keluarga besar Boma/Kedeikoto dari Kotomoma, Wiyogei, Modio, Kitakebo, dan Waihai menyatakan menolak…

13 jam ago

Pemprov Papua Tengah Subsidi Penerbangan ke Enam Wilayah Pedalaman, Mulai 24 Agustus

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah meluncurkan program subsidi angkutan udara untuk membuka…

14 jam ago

Musa Boma Serahkan Pernyataan Sikap SIMAPITOWA kepada Menteri HAM, Soroti Pemasangan Papan Nama di Siriwo

NABIRE, TOMEI.ID | Front Peduli Manusia dan Alam Meepago Wilayah SIMAPITOWA Kabupaten Nabire menyampaikan pernyataan…

2 hari ago

FIM-WP Manokwari Soroti Pendidikan di Papua, Dorong Pendidikan Gratis dan Kritik Program MBG

MANOKWARI, TOMEI.ID | Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIM-WP) Komite Pimpinan Kota (KPK) Wilayah Manokwari…

2 hari ago

HUT ke-81 RI, Rektor UNIPA Tegaskan Kampus Harus Hasilkan Riset dan Inovasi Berdampak

MANOKWARI, TOMEI.ID | Universitas Papua (UNIPA) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan…

2 hari ago

Dana Otsus Belum Cair, Sejumlah Program Papua Barat Cerdas Menunggu Kepastian

MANOKWARI, TOMEI.ID | Sejumlah agenda pendidikan dalam program Papua Barat Cerdas masih menunggu kepastian pencairan…

2 hari ago