Berita

Musrenbang Papua Tengah Ditekan Lebih Tajam: Sinkronisasi Program Diperketat, Dana Otsus Harus Tepat Sasaran dan Berdampak Nyata

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan arah pembangunan 2026 harus bergerak lebih terukur, sinkron, dan berdampak langsung melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Otonomi Khusus (Musrenbang Otsus) dan RKPD yang digelar selama tiga hari, Selasa hingga Kamis.

Penegasan itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua Tengah, Eliezer Yogi, yang menekankan bahwa forum ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi instrumen strategis, krusial, dan menentukan dalam memastikan kebijakan pembangunan berjalan terarah, terkoordinasi, serta tepat sasaran.

Menurutnya, sinkronisasi program antara pemerintah provinsi dan delapan kabupaten menjadi kunci utama agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan, pemborosan anggaran, maupun program yang tidak menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

“Penyelarasan ini wajib, agar seluruh program prioritas berjalan satu arah, berbasis kewenangan yang jelas, serta benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Papua Tengah secara konkret, terukur, dan berkelanjutan,” tegas Yogi.

Ia menambahkan, perencanaan pembangunan tidak boleh bersifat elitis, tetapi harus membuka ruang partisipasi luas, aktif, dan inklusif bagi masyarakat adat, pemuda, perempuan, serta penyandang disabilitas sebagai bagian dari pembangunan yang adil dan representatif.

Dalam kerangka itu, pemerintah juga menegaskan bahwa penggunaan dana Otonomi Khusus (Otsus) harus difokuskan secara disiplin pada sektor-sektor strategis, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, infrastruktur, dan pelayanan dasar, sesuai amanat regulasi dan kebutuhan prioritas daerah.

Forum Musrenbang ini diikuti sekitar 600 peserta dari delapan kabupaten yakni Nabire, Mimika, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Puncak, Puncak Jaya, dan Intan Jaya, dengan keterlibatan luas, aktif, representatif, dan strategis. Hadir pula unsur pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga adat, tokoh masyarakat, organisasi perempuan dan pemuda, akademisi, media, serta mitra pembangunan yang berperan langsung, kritis, kolaboratif, dan menentukan arah kebijakan.

Untuk memperkuat kualitas perencanaan, sejumlah narasumber nasional dan daerah turut dihadirkan, termasuk perwakilan kementerian, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta lembaga strategis lainnya. Kehadiran pemangku kepentingan ini dinilai penting untuk memastikan kebijakan yang dirumuskan berbasis data, analisis, dan kondisi riil di lapangan.

Selama tiga hari pelaksanaan, forum diisi dengan pemaparan kebijakan, pembahasan teknis dana Otsus, hingga finalisasi rancangan RKPD. Setiap kabupaten diwajibkan mengusulkan minimal 10 program prioritas yang selaras dengan visi gubernur dan kebutuhan masyarakat secara spesifik dan terukur.

Tidak hanya fokus pada perencanaan, kegiatan ini juga memberi dampak langsung terhadap ekonomi lokal. Seluruh kebutuhan kegiatan, mulai dari konsumsi hingga logistik, melibatkan pelaku UMKM Papua Tengah sebagai langkah nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain itu, kegiatan turut dirangkaikan dengan penampilan seni budaya Papua yang menjadi simbol penguatan identitas, solidaritas, dan kebersamaan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

Melalui forum ini, pemerintah menargetkan lahirnya dokumen perencanaan yang lebih tajam, responsif, adaptif, dan akuntabel, sekaligus memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal tata kelola dana Otsus secara transparan dan bertanggung jawab.

“Targetnya jelas, masyarakat Papua Tengah harus merasakan manfaat nyata dari dana Otsus, baik di sektor pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur dasar secara konkret, terukur, tepat sasaran, efektif, efisien, transparan, akuntabel, berkelanjutan. Tidak boleh lagi ada program yang tidak berdampak,” pungkas Yogi. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Gubernur Meki Serahkan LKPJ APBD 2025 ke DPR Provinsi, Pendapatan Papua Tengah Lampaui Target, SiLPA Tembus Rp1,429 Triliun

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban…

28 menit ago

KNPI dan DLH Jayawijaya Gelar Aksi Bersih Serentak di Wamena, Bangun Budaya Peduli Lingkungan

WAMENA, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Jayawijaya…

5 jam ago

Pemkab Dogiyai Resmikan Gedung Baru SMP Negeri 1 Mapia, Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

DOGIYAI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten Dogiyai, melalui Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Dogiyai, Willem…

5 jam ago

Dialog Strategis Bappenas di Timika, Gubernur Meki Dorong Percepatan Pembangunan Papua Menuju Indonesia Emas 2045

TIMIKA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa bersama para gubernur, bupati, dan wali kota…

17 jam ago

Mahasiswa Desak Transparansi Bantuan Studi Yahukimo, Dinas Pendidikan Diminta Segera Cairkan Dana

JAYAPURA, TOMEI.ID | Mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo mendesak Pemerintah Kabupaten Yahukimo melalui Dinas Pendidikan segera…

22 jam ago

Duduk Perkara Saling Bantah APBD Papua Pegunungan: DPRP Bantah Klaim Pemprov, Audit BPK Terhadap Tiga Instansi Didesak

WAMENA, TOMEI.ID | Polemik pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua Pegunungan memanas. DPR…

1 hari ago