Berita

Nobar Film “Pesta Babi” di Jayapura Jadi Ruang Perlawanan: Mahasiswa dan Masyarakat Kimyal Soroti Perampasan Tanah Adat Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID |!Pemutaran film dokumenter Pesta Babi yang digelar Peranan Wanita Suku Kimyal, Ikatan Pelajar Mahasiswa Masyarakat Kimyal (IPM2K) Kota Studi Jayapura, Jumat (16/5/2026), berubah menjadi ruang refleksi kritis sekaligus seruan perlawanan terhadap perampasan tanah adat dan ketidakadilan yang terus dialami rakyat Papua.

Kegiatan nonton bareng (nobar) yang berlangsung penuh antusias itu dihadiri pemuda, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Film dokumenter tersebut memantik diskusi emosional mengenai ancaman terhadap ruang hidup masyarakat adat Papua, khususnya terkait ekspansi proyek dan aktivitas yang dinilai mengorbankan hak-hak rakyat asli Papua.

Usai pemutaran film, suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh refleksi. Banyak peserta menyampaikan kegelisahan mereka terhadap maraknya perampasan tanah adat yang terjadi di berbagai wilayah Papua Selatan dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat adat.

Peserta nobar menilai persoalan tanah bukan sekadar soal ekonomi atau pembangunan, melainkan menyangkut identitas, sejarah, dan keberlangsungan hidup orang asli Papua di atas tanah leluhur mereka sendiri.

Masyarakat Kimyal yang hadir juga menegaskan harapan agar pengalaman pahit yang dialami masyarakat adat di wilayah lain tidak terjadi di wilayah Kimyal. Mereka menilai perlindungan tanah adat harus menjadi agenda bersama yang diperjuangkan secara serius.

Dalam forum tersebut, berbagai persoalan seperti perampasan tanah adat, ketidakadilan sosial, eksploitasi sumber daya alam, hingga dugaan kejahatan negara dan perusahaan kapitalis disebut sebagai ancaman nyata terhadap kehidupan masyarakat adat Papua.

Peserta diskusi menilai situasi yang terjadi di Papua Selatan menjadi trauma kolektif sekaligus pesan moral bagi seluruh rakyat Papua untuk terus menjaga tanah adat, hutan, dan ruang hidup mereka dari ancaman eksploitasi dan operasi militer yang dinilai merusak kehidupan masyarakat.

Nobar tersebut juga dihadiri Ketua KNPB Pusat, Agus Kossay. Dalam penyampaiannya, ia mengajak masyarakat Papua untuk bersatu mempertahankan tanah adat dan melawan berbagai bentuk penjajahan modern yang dinilai hadir melalui proyek-proyek strategis nasional (PSN) di Tanah Papua.

Menurut Agus Kossay, berbagai proyek yang masuk ke Papua sering kali meninggalkan dampak sosial dan ekologis yang besar terhadap masyarakat adat, termasuk hilangnya ruang hidup, rusaknya hutan, dan meningkatnya konflik sosial di tengah masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pembuat film dokumenter Pesta Babi yang dinilai berhasil membuka kesadaran publik, termasuk masyarakat Indonesia, terhadap realitas kehidupan rakyat Papua yang disebut masih jauh dari rasa keadilan.

“Film ini membuka mata banyak orang bahwa situasi orang Papua hari ini tidak sedang baik-baik saja. Banyak ketidakadilan yang selama ini tidak terlihat,” ujarnya.

Diskusi tersebut melahirkan refleksi mendalam bahwa ancaman eksploitasi sumber daya alam, operasi militer, kerusakan lingkungan, hingga dugaan genosida dan ekosida menjadi persoalan serius yang terus membayangi masa depan Papua.

Peserta nobar menegaskan bahwa masyarakat Papua harus tetap bersatu menjaga tanah leluhur, mempertahankan identitas, dan melawan segala bentuk ketidakadilan yang dinilai mengancam keberlangsungan hidup orang asli Papua di negerinya sendiri. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

SK Mendagri Sudah Terbit, Wamendagri Desak 11 Anggota DPRP Papua Pegunungan Segera Dilantik

JAKARTA, TOMEI.ID | Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua…

19 jam ago

HUT ke-54 Pemuda Sinar Bintang Daud, Teguhkan Iman dan Regenerasi Menuju 100 Tahun

DOGIYAI, TOMEI.ID | Memasuki usia ke-54 tahun, Pemuda Kelompok Sinar Bintang Daud meneguhkan komitmen untuk…

19 jam ago

Klarifikasi, Nanci Tegaskan Tak Usir Wartawan dari RDP: Forum Disebut Bersifat Terbatas

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua DPRK Nabire, Nanci Karolin Worabay, menegaskan dirinya bukan pihak yang meminta…

19 jam ago

Solidaritas Merauke Desak PSN Papua Selatan Dihentikan Usai Pemerintah Janji Setop Deforestasi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Solidaritas Merauke mendesak pemerintah menghentikan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan dan…

1 hari ago

Diundang Meliput, Wartawan Malah Diusir dari RDP oleh DPRK Nabire, Ada Apa?

NABIRE, TOMEI.ID | Seorang wartawan Mitrapol.com, Stefatunus Tawas, diminta meninggalkan ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP)…

1 hari ago

LBH Papua Laporkan Dugaan Penganiayaan Ketua MPM Uncen oleh Anggota Polresta Jayapura ke Polda Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua) melaporkan dugaan penganiayaan terhadap Ketua Majelis…

1 hari ago