Berita

Noken Jadi Kekuatan Ekonomi Mama Papua, Mahasiswa Unipa Tegaskan Transformasi dari Tradisi ke Pasar Modern

MANOKWARI, TOMEI.ID | Noken, tas tradisional khas Papua yang sarat nilai budaya, kini semakin menegaskan perannya sebagai kekuatan ekonomi nyata bagi mama-mama Papua, tidak lagi sekadar simbol tradisi semata, melainkan sumber penghidupan utama yang menopang ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

Penegasan tersebut disampaikan Mahasiswa Program Studi Antropologi, Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Papua (Unipa), Amitas Yando, dalam karya jurnalistik bertema kebudayaan yang menyoroti transformasi noken sebagai sumber penghidupan masyarakat lokal.

Karya itu dipresentasikan dalam tugas mata kuliah Jurnalisme Kebudayaan di Asrama Astro, Jalan Manunggal, Sabtu (27/4/2026), di bawah bimbingan dosen pengampu Erwin M.D. Nugroho, S.Pd., M.A.

Dalam pemaparannya, Amitas menegaskan bahwa noken telah mengalami pergeseran fungsi yang signifikan, dari sekadar alat tradisional di kampung menjadi komoditas ekonomi yang mampu menembus ruang-ruang urban dan pasar modern yang lebih luas.

“Sekarang noken sudah berkembang di kota, digunakan untuk membawa buku, pulpen, hingga kebutuhan sehari-hari. Lebih dari itu, noken menjadi sumber penghasilan penting bagi mama-mama Papua,” ujarnya dengan tegas.

Ia menjelaskan, nilai ekonomi noken sangat dipengaruhi oleh ukuran, tingkat kesulitan, serta kualitas bahan dan teknik pembuatannya. Noken berukuran kecil hingga sedang dipasarkan pada kisaran Rp50.000 hingga Rp100.000, sedangkan noken berukuran besar dapat mencapai Rp300.000 hingga Rp500.000 di pasaran.

Aktivitas produksi dan distribusi noken tersebut kini menjadi salah satu penopang utama ekonomi perempuan Papua, terutama di pasar tradisional, toko kerajinan, hingga berbagai festival budaya yang terus berkembang secara signifikan.

Seiring meningkatnya permintaan, noken tidak lagi terbatas pada pasar lokal, tetapi mulai menembus pasar luar daerah bahkan berpotensi masuk pasar nasional dan internasional sebagai produk budaya bernilai tinggi dan berdaya saing.

Transformasi ini sekaligus memperkuat posisi noken sebagai identitas budaya yang hidup, sekaligus aset ekonomi strategis yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat Papua secara berkelanjutan.

Melalui karya jurnalistiknya, Amitas berharap generasi muda Papua tidak hanya memandang noken sebagai simbol tradisi, tetapi juga sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan dan layak dikembangkan secara serius di tengah tantangan zaman modern. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Jembatan Gantung Sungai Minabu Mulai Terwujud, Warga Pugisiga Apresiasi Pemkab Intan Jaya

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Pembangunan jembatan gantung di Sungai Minabu yang menghubungkan Kampung Pugisiga dan…

8 jam ago

PASTI Kukuhkan Pengurus DPW dan DPC di Delapan Kabupaten Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Pusat Partai Setara Indonesia (DPP PASTI) mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan…

9 jam ago

Dari Tapak ke KTT Hukum Rakyat 2026, Empat Regio Bawa Suara Tanah, Hutan dan Wilayah Adat

JAKARTA, TOMEI.ID | Persoalan penguasaan tanah, konflik tenurial, tekanan industri ekstraktif, hingga perjuangan mempertahankan wilayah…

12 jam ago

FGD PHA Digelar, Pemprov Papua Tengah Perkuat Regulasi Perlindungan Anak di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mendorong penguatan kebijakan dan regulasi daerah terkait…

17 jam ago

KLB Campak Jadi Perhatian, Sidey Perkuat Persiapan Imunisasi ORI

MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Distrik Sidey bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari dan Puskesmas Sidey memperkuat…

17 jam ago

Polda Papua Tengah Musnahkan 4,7 Gram Sabu, Pengembangan Ungkap Narapidana Lapas Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Polda Papua Tengah memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 4,7 gram…

18 jam ago