Berita

Pangkalan Kaka Tua 88 dan Masyarakat Yahukimo Desak Pembukaan Jalan Dekai–Seradala

DEKAI, TOMEI.ID | Pengurus Pangkalan Kaka Tua Delapan-Delapan (88) bersama masyarakat Yahukimo berencana menggelar aksi damai untuk mendesak Pemerintah Kabupaten Yahukimo segera membuka akses transportasi darat pada ruas Jalan Trans Dekai–Seradala yang disebut telah ditutup sejak awal Juli 2026.

Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis (29/10/2026), mulai pukul 07.30 WIT hingga selesai. Massa direncanakan berkumpul di Terminal Pangkalan 88 sebelum bergerak menuju Kantor Bupati Yahukimo.

Penanggung jawab aksi, Stefanus Uyanto, dari Terminal Pangkalan 88, bersama Koordinator Lapangan Umum, Lannis Kobak, menjadi narahubung dalam rencana penyampaian aspirasi tersebut.

Dalam keterangan penyelenggara, penutupan akses jalan dinilai berdampak terhadap mobilitas masyarakat, terutama masyarakat adat dari empat kelompok suku, yakni Kopkaka, Una-Ukam, Korowai, dan Momuna Timur.

Penyelenggara menyatakan, terhentinya pelayanan angkutan menuju empat distrik turut memengaruhi aktivitas warga yang menggantungkan penghasilan pada kegiatan pendulangan tambang lokal. Mereka menilai akses transportasi darat berperan penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan sehari-hari, mata pencaharian, serta perputaran ekonomi masyarakat.

Penyelenggara juga menyoroti kondisi sosial dan ekonomi yang mereka kaitkan dengan terbatasnya akses transportasi. Mereka menyebut situasi tersebut berpotensi memperberat pemenuhan kebutuhan pokok warga dan meminta pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap dampak yang dirasakan masyarakat.

Atas kondisi itu, Pangkalan Kaka Tua 88 bersama masyarakat Yahukimo mendesak pemerintah kabupaten segera membuka akses transportasi darat Dekai–Seradala agar mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi dapat kembali berjalan.

Redaksi tomei.id masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Pemerintah Kabupaten Yahukimo mengenai status penutupan Jalan Trans Dekai–Seradala, alasan pembatasan akses, serta langkah yang disiapkan pemerintah untuk menanggapi aspirasi masyarakat. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Meki Nawipa: Festival Kopi Jangan Berhenti pada Seremoni, Petani Harus Rasakan Manfaat Nyata

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan pengembangan kopi di Papua Tengah tidak…

2 jam ago

Reviu Masterplan Pusat Pemerintahan Papua Tengah, Gubernur Meki Minta Parkir Terpusat dan Pengelolaan Sampah

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, meminta agar penataan kawasan pusat pemerintahan memperhatikan…

7 jam ago

Siapkan Lahan 20 Hektare, Deinas Geley Perjuangkan Rumah Sakit Besar dan Ambulans Udara untuk Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menyiapkan lahan seluas 20 hektare untuk mendukung…

7 jam ago

Festival Kopi Papua Tengah 2026, Petani Siriwo Perkenalkan Kopi Arabika Siriwo dan Minta Perhatian Pemerintah

NABIRE, TOMEI.ID | Petani kopi dari Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mulai memperkenalkan potensi…

8 jam ago

Pemprov Papua Tengah Dorong Ormas Tertib Administrasi, Kesbangpol Diminta Perkuat Pembinaan

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mendorong seluruh organisasi kemasyarakatan (Ormas) meningkatkan ketertiban…

8 jam ago

Penilaian Lomba Festival Kopi Papua Tengah 2026 Tuntas, Pemenang Diumumkan Saat Penutupan

NABIRE, TOMEI.ID | Proses penilaian berbagai kategori lomba dalam Festival Kopi Papua Tengah 2026 telah…

8 jam ago