Berita

Panglima WPA Serukan Persatuan dalam Amanat Peringatan 55 Tahun Proklamasi Papua Barat

PANIAI, TOMEI.ID | Panglima Tertinggi West Papua Army (WPA), Damianus Magai Yogi, menyerukan persatuan dan komitmen melanjutkan perjuangan dalam amanat peringatan 55 tahun Proklamasi Kemerdekaan Papua Barat, 1 Juli 2026. Amanat dari Markas Besar TPN-OPM itu ditujukan kepada jajaran Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, tokoh adat, pemuka agama, serta masyarakat Papua di dalam dan luar negeri.

Menurut Damianus, peringatan tersebut menjadi momentum meneguhkan kembali sejarah organisasi sekaligus memperkuat soliditas anggota. Melalui amanat itu, ia mengajak seluruh jajaran menjaga persatuan dan melanjutkan perjuangan berdasarkan prinsip yang mereka yakini.

Dalam amanatnya, Damianus menyebut 1 Juli 1971 sebagai momentum yang, menurutnya, menandai deklarasi kemerdekaan Papua Barat di wilayah Victoria di bawah pimpinan almarhum Seth Jafeth Rumkorem bersama para pendiri gerakan.

Ia juga mengulas perjalanan organisasi, mulai dari PVK, OPM, TEPENAL-BAPENAL, struktur MARVIC dan PEMKA hingga rekonsiliasi Port Vila 1985. Menurutnya, rangkaian sejarah itu menjadi dasar terbentuknya West Papua Army.

Damianus mengatakan komando yang dipimpinnya telah bertahan selama 55 tahun dan terus menjalankan peran mempertahankan organisasi. Karena itu, ia meminta seluruh anggota menjaga persatuan sebagai kekuatan utama.

“Tanah ini adalah ibu yang melahirkan kita. Kita tidak boleh membiarkannya dikuasai oleh Colonial NKRI,” ujarnya.

Ia menegaskan semangat dan keyakinan anggotanya tidak dapat dipatahkan.

“Mereka bisa mengambil harta, rumah, bahkan nyawa, tetapi mereka tidak bisa mengambil keyakinan dan semangat yang ada di dalam hati,” tegasnya.

Damianus kembali menekankan pentingnya persatuan.

“Hutan melindungi kita, sungai memberi kita air, dan Tuhan memberikan kekuatan. Selama kita bersatu, kita tidak akan pernah kalah,” katanya.

Menutup amanatnya, Damianus mengajak seluruh anggota tetap berkomitmen pada tujuan organisasi.

“Perjuangan adalah jalan yang panjang, tetapi jika kita berjalan bersama, jarak yang jauh akan terasa dekat.”

Amanat tersebut diakhiri dengan seruan untuk terus memperjuangkan cita-cita organisasi serta salam “Merdeka” kepada seluruh peserta yang dituju. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

SK Mendagri Sudah Terbit, Wamendagri Desak 11 Anggota DPRP Papua Pegunungan Segera Dilantik

JAKARTA, TOMEI.ID | Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua…

31 menit ago

HUT ke-54 Pemuda Sinar Bintang Daud, Teguhkan Iman dan Regenerasi Menuju 100 Tahun

DOGIYAI, TOMEI.ID | Memasuki usia ke-54 tahun, Pemuda Kelompok Sinar Bintang Daud meneguhkan komitmen untuk…

39 menit ago

Klarifikasi, Nanci Tegaskan Tak Usir Wartawan dari RDP: Forum Disebut Bersifat Terbatas

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua DPRK Nabire, Nanci Karolin Worabay, menegaskan dirinya bukan pihak yang meminta…

45 menit ago

Solidaritas Merauke Desak PSN Papua Selatan Dihentikan Usai Pemerintah Janji Setop Deforestasi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Solidaritas Merauke mendesak pemerintah menghentikan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan dan…

6 jam ago

Diundang Meliput, Wartawan Malah Diusir dari RDP oleh DPRK Nabire, Ada Apa?

NABIRE, TOMEI.ID | Seorang wartawan Mitrapol.com, Stefatunus Tawas, diminta meninggalkan ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP)…

7 jam ago

LBH Papua Laporkan Dugaan Penganiayaan Ketua MPM Uncen oleh Anggota Polresta Jayapura ke Polda Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua) melaporkan dugaan penganiayaan terhadap Ketua Majelis…

8 jam ago