NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan pemenuhan sekitar 500 tenaga Guru Mapega 3T pada tahun 2026 sebagai langkah percepatan pemerataan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pelaksana Tugas (Pit.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah, SE, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi prioritas daerah dalam menjawab kekurangan tenaga pengajar sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di wilayah terpencil.
“Program Mapega 3T ini bukan sekadar rekrutmen, tetapi upaya konkret pemerintah untuk memastikan anak-anak di wilayah 3T mendapatkan layanan pendidikan yang layak dan berkelanjutan,” tegas Nurhaidah dalam keterangan resminya, Senin, (30/3/2026).
Dari total kebutuhan tersebut, sebanyak 276 tenaga guru Mapega hasil rekrutmen tahun 2025 akan menjalani seleksi ulang melalui tahapan wawancara dan verifikasi di masing-masing kabupaten. Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur kinerja, komitmen, serta kesiapan mereka sebelum kembali ditempatkan di wilayah tugas.
Sementara itu, sisa kebutuhan guru akan dipenuhi melalui rekrutmen baru yang difokuskan untuk mengisi kekosongan tenaga pengajar di berbagai jenjang dan bidang studi prioritas, seperti guru kelas SD (PGSD), guru agama, PAUD/PGTK, hingga mata pelajaran strategis seperti Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Menurut Nurhaidah, pendekatan ini dilakukan agar distribusi tenaga guru lebih efektif, tepat sasaran, dan berbasis kebutuhan riil di lapangan, terutama di daerah yang selama ini mengalami keterbatasan akses pendidikan.
Proses pendaftaran dilaksanakan secara daring mulai 31 Maret hingga 2 April 2026. Pelamar diwajibkan melengkapi dokumen administrasi, termasuk surat lamaran, ijazah, transkrip nilai, KTP, pas foto, serta surat pernyataan bermeterai Rp10.000 yang menyatakan kesediaan ditempatkan di wilayah 3T.
Pendaftaran dilakukan melalui tautan resmi masing-masing kabupaten sebagai berikut: Kabupaten Puncak melalui https://bit.ly/mapegapuncak2026, Kabupaten Puncak Jaya melalui https://bit.ly/mapegapuncakjaya2026, Kabupaten Intan Jaya melalui https://bit.ly/mapegaintanjaya2026, Kabupaten Paniai melalui https://bit.ly/mapegapaniai2026, Kabupaten Dogiyai melalui https://bit.ly/mapegadogiyai2026, Kabupaten Deiyai melalui https://bit.ly/mapegadeiyai2026, serta Kabupaten Nabire melalui https://bit.ly/mapeganabire2026.
Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi pada 6 hingga 17 April 2026, serta wawancara pada 20 hingga 24 April 2026 di masing-masing kabupaten sesuai domisili pelamar. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen ini tidak dipungut biaya, dan keputusan panitia seleksi bersifat mutlak.
Untuk mendukung transparansi dan pelayanan informasi, pelamar dapat menghubungi layanan helpdesk resmi melalui Hotline Data PDK di nomor 0812-4154-7765.
Melalui skema evaluasi tenaga lama dan rekrutmen baru ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menargetkan penguatan kualitas sumber daya manusia serta percepatan pemerataan pendidikan, dengan memastikan setiap wilayah 3T memiliki tenaga guru yang memadai, profesional, dan berkomitmen tinggi. [*].
DOGIYAI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten Dogiyai menegaskan posisi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus Tahun…
DOGIYAI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten Dogiyai menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus Tahun 2026…
NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan komitmennya memperkuat peran Lembaga Pengembangan Pesparawi…
NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mempertegas arah kebijakan penguatan kemandirian fiskal melalui…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Pemerintah Indonesia resmi memberlakukan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Dunia sepak bola Papua berduka. Legenda asal Meepago, Yoseph Iyai, meninggal dunia…