Berita

Pasar Sentral Bintuni Jadi Ruang Warga Kembangkan Usaha Kuliner

TELUK BINTUNI, TOMEI.ID | Aktivitas perdagangan di Pasar Sentral Bintuni tidak hanya menjadi ruang transaksi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan menciptakan sumber pendapatan.

Peluang tersebut dimanfaatkan Abang Udang Padang Sari melalui usaha warung makan yang melayani kebutuhan masyarakat dan para pedagang yang beraktivitas di kawasan Pasar Sentral Bintuni, Papua Barat.

Pemilik Warung Makan, Abang Udang Padang Sari mengatakan usaha kuliner tersebut dijalankan dengan membaca kebutuhan masyarakat yang setiap hari beraktivitas di lingkungan pasar.

“Usaha ini kami jalankan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi sumber pendapatan. Kami berusaha menyediakan pilihan makanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan pembeli,” ujar Abang Udang Padang Sari kepada tomei.id di lokasi usaha, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, warung makan tersebut menyediakan sejumlah pilihan lauk, di antaranya ikan, ayam, dan telur. Pembeli dapat menentukan menu sesuai selera sekaligus menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Tidak hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung, warung tersebut juga menerima pesanan makanan secara daring. Pola pelayanan ini menjadi bagian dari upaya usaha kecil mengikuti perubahan kebutuhan dan kebiasaan konsumen.

Abang Udang Padang Sari menilai, keberlangsungan usaha kecil sangat bergantung pada kemampuan pelaku usaha membaca kebutuhan pasar serta memberikan pelayanan yang mudah dan konsisten kepada pelanggan.

“Kami melihat kebutuhan masyarakat terus berjalan. Karena itu, kami berusaha memberikan pelayanan yang mudah, baik kepada pembeli yang datang langsung maupun yang melakukan pemesanan,” katanya.

Usaha Kecil Menggerakkan Ekonomi Lokal

Keberadaan usaha kuliner di kawasan Pasar Sentral Bintuni tidak hanya berkaitan dengan aktivitas jual beli makanan, tetapi turut menjadi bagian dari perputaran ekonomi masyarakat.

Bagi pelaku usaha, aktivitas pasar menjadi ruang untuk memperoleh pendapatan. Sementara bagi masyarakat dan pedagang, warung makan memberikan akses terhadap kebutuhan konsumsi selama menjalankan aktivitas di kawasan pasar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa geliat ekonomi lokal tidak semata-mata bertumpu pada usaha berskala besar. Usaha kecil yang tumbuh dari kebutuhan masyarakat juga memiliki peran dalam menggerakkan ekonomi sehari-hari.

Karena itu, pengembangan usaha kuliner masyarakat perlu ditopang lingkungan usaha yang kondusif, akses pasar yang terbuka, serta kemampuan pelaku usaha beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi.

Usaha kecil bukan sekadar tempat mencari keuntungan, tetapi juga bagian dari denyut ekonomi masyarakat yang terus bergerak dari pasar. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Larangan Dagang di Pantai Nabire yang Beredar di Medsos Bukan Instruksi Gubernur Meki

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, membantah informasi yang beredar di media sosial…

3 jam ago

Pemuda Parausia Wadio Didorong Perkuat Karakter, Kepemimpinan, dan Pelayanan

NABIRE, TOMEI.ID | Enam anggota baru Pemuda Jemaat Parausia Wadio, Klasis Nabire, resmi diterima dalam…

7 jam ago

Gubernur Meki Nawipa akan Kunjungi Dogiyai Besok, Ini Agendanya

DOGIYAI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten…

10 jam ago

DKP KINGMI Desak Transparansi Anggaran dan Hentikan Konflik Kwamki Narama

TIMIKA, TOMEI.ID | Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah…

12 jam ago

Musa Boma Tegas Tolak Klaim Tanah Adat, Plang Satgas PKH Dicabut

NABIRE, TOMEI.ID | Pemuda dan Masyarakat Adat SIMAPITOWA mencabut papan nama yang disebut milik Satuan…

12 jam ago

KNPB Nabire Lantik Pengurus Baru Sektor Yamewa, Perkuat Konsolidasi Basis

NABIRE, TOMEI.ID | Badan Pengurus Wilayah Komite Nasional Papua Barat (BPW-KNPB) Nabire resmi melantik pengurus…

1 hari ago