Berita

Pasukan Elit Kodap XIII Kegepa Nipouda Rampas Senjata SS1 Milik Anggota TNI AU di Enarotali Paniai

PANIAI, TOMEI.ID | Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XIII Kegepa Nipouda Paniai mengklaim berhasil merampas satu pucuk senjata laras panjang jenis SS1 milik anggota TNI Angkatan Udara yang bertugas di Bandar Udara Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Senin (11/5/2026).

Klaim tersebut disampaikan melalui laporan resmi manajemen Markas Pusat Komando Nasional (Komnas) TPNPB-OPM yang diterima media ini pada Senin malam.

Menurut keterangan TPNPB, insiden itu disebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIT di wilayah Kota Enarotali, Kabupaten Paniai.

TPNPB menyatakan operasi perampasan senjata dilakukan oleh pasukan elit Kompi Markas Kodap XIII Kegepa Nipouda Paniai di bawah komando Panglima Kodap Matius Gobai bersama Wakil Panglima Henok Yeimo.

“Komnas TPNPB berhasil merampas satu pucuk senjata merek SS1 milik anggota TNI Angkatan Udara Kopasgat Bandar Udara Enarotali, Kabupaten Paniai,” demikian pernyataan resmi yang diterima media ini.

Dalam keterangannya, TPNPB juga menyatakan siap bertanggung jawab atas aksi tersebut yang mereka sebut sebagai bagian dari operasi bersenjata terhadap aparat keamanan Indonesia di wilayah Papua.

Menurut pihak TPNPB, laporan operasi tersebut telah diteruskan dari Markas Kodap XIII Kegepa Nipouda Paniai kepada manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM.

Melalui pernyataan tertulisnya, juru bicara Komnas TPNPB-OPM, Sebby Sambom, kembali menyerukan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar menarik seluruh personel militer organik maupun non-organik dari Papua.

“Kami tegaskan kepada saudara Presiden RI Prabowo Subianto segera tarik militer organik maupun non-organik dari Tanah Papua,” tegas Sebby Sambom.

Siaran pers resmi tersebut ditandatangani oleh Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM, serta penanggung jawab nasional KOMNAS TPNPB-OPM: Jenderal Goliath Tabuni (Panglima Tinggi), Letjen Melkisedek Awom (Wakil Panglima), Mayor Jenderal Terianus Satto (Kepala Staf Umum), dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen (Komandan Operasi Umum).

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Tri Purwanto, mengatakan pihaknya masih melakukan komunikasi dan verifikasi terkait informasi tersebut.

“Untuk kejadian ini, saat ini kami sedang mencoba komunikasi dengan pihak Satgas dan Kogabwilhan 3,” kata Kapendam.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak TNI AU maupun aparat keamanan terkait kronologi detail insiden yang diklaim TPNPB tersebut.[*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Gubernur Meki Nawipa Tunjuk Emanuel Youw sebagai Juru Bicara

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan…

9 jam ago

Pemprov Papua Tengah Berencana Resmikan Dua PLTS di Kabupaten Puncak, Layani 185 Rumah di Daerah Terisolasi

NABIRE, TOME.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah terus memperluas akses energi bersih bagi masyarakat…

9 jam ago

Pj Sekda Papua Tengah Dorong Pengelola Kepegawaian Kuasai Teknologi Digital

TIMIKA, TOMEI.ID | Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Papua Tengah, Silwanus Sumule, mendorong para pengelola…

9 jam ago

Tery Wahla Dikukuhkan sebagai Kepala SD Negeri Duram, Pendidikan Didorong Jadi Fondasi Penguatan SDM Kimyal

DEKAI, TOME.ID | Ibadah syukuran atas pengukuhan Tery Wahla, sebagai Kepala SD Negeri Duram berlangsung…

10 jam ago

Boma/Kedeikoto Tolak Somasi Jhon Kegou, Persoalan Tanah Adat Yaro Diminta Diklarifikasi

NABIRE, TOMEI.ID | Keluarga besar Boma/Kedeikoto dari Kotomoma, Wiyogei, Modio, Kitakebo, dan Waihai menyatakan menolak…

1 hari ago

Pemprov Papua Tengah Subsidi Penerbangan ke Enam Wilayah Pedalaman, Mulai 24 Agustus

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah meluncurkan program subsidi angkutan udara untuk membuka…

1 hari ago